Seorang pria tampan terlihat memandang kosong ke luar jendela restoran. Di mejanya terdapat beberapa piring yang sebelumnya berisi lauk-pauk namun saat ini sudah kosong karena makanan tersebut berpindah ke dalam perutnya.
Farhaby—atau yang lebih sering dipanggil Aby baru saja selesai menyantap makan siang di sebuah restoran bersama dengan Bagus yang saat ini sedang ke toilet. Seperti hari-hari sebelumnya, mereka berdua memang sering makan siang di restoran tersebut.
Selain karena jaraknya yang dekat dengan kantor, makanan di sana pun enak dan lezat ditambah lagi dengan harganya yang tidak terlalu mahal membuat Aby dan Bagus menjadikan restoran tersebut sebagai restoran langganan mereka.
Aby mengambil ponselnya kemudian membuka kunci layar hingga terlihat lah sebuah wallpaper yang sudah beberapa tahun ia gunakan dan tidak pernah sekalipun ia menggantinya.
Sebuah wallpaper berupa foto gadis berhijab yang tampak dari belakang sedang berjalan di sebuah taman dengan tangan kanan yang terangkat dan jarinya membentuk huruf V.
Jelas Aby tahu siapa gadis itu karena ia yang memotret sendiri foto tersebut. Itu adalah Millen—mantan kekasihnya. Foto tersebut diambil saat hubungan mereka menginjak tahun yang kedua.
Saat itu mereka sedang berada di taman, Aby yang berjalan di belakang Millen sengaja ingin memotret kekasih cantiknya. Namun saat ia memanggil Millen, gadis itu enggan menoleh dan malah mengangkat tangannya dan membentuk huruf V.
Walaupun dalam foto tersebut wajah Millen tak terlihat tetapi Aby tahu bahwa Millen tersenyum dalam foto tersebut. Dan dari sekian banyak foto yang tersimpan di galery ponselnya—itu salah satu foto favorit Aby.
Mata Aby terus memandangi gadis dalam foto tersebut. Pikirannya mulai dipenuhi oleh sosok Millen yang selama ini tak pernah menyingkir sedikit pun dari benaknya. Bahkan disaat hubungan mereka telah usai, Millen masih saja menempati relung hati Aby.
Beberapa kali ia mencoba untuk melupakan Millen tapi nyatanya ia tak bisa. Beberapa kali ia mencoba untuk membuka hatinya untuk wanita lain namun lagi-lagi ia tak bisa. Aby akan selalu teringat dengan Millen. Sampai akhirnya ia sendiri menyerah untuk melupakan Millen.
Jika ditanya masih cintakah Aby dengan Millen?
Tentu jawabannya ya. Aby masih cinta dengan Millen. Itu fakta. Bahkan dari dulu sampai saat ini cintanya untuk Millen tak pernah berubah sedikit pun.
Dan mengakhiri hubungannya dengan Millen sekitar setahun yang lalu merupakan salah satu hal yang paling Aby sesali dalam hidupnya.
Tetapi ia tak punya pilihan lain selain melakukan hal tersebut. Sudah ia katakan bukan kalau Millen akan sakit hati atau mungkin merasakan sakit yang luar biasa jika terus bersamanya.
Dan Aby—tak ingin Millen merasakan itu semua. Walaupun nyatanya sekarang Millen tetap merasakan sakit hati dan terluka karena tak bisa bersama dengan Aby.
Dan sampai detik ini Millen sendiri masih belum mengetahui apa alasan Aby memutuskan hubungan mereka. Ia belum menceritakan apapun pada Millen. Karena sungguh Aby tak sampai hati jika harus menceritakan semuanya pada Millen.
Ia merasa seperti lelaki brengsek jika ia menceritakan semuanya pada Millen. Meskipun tanpa bercerita pun ia memang sudah menjadi pria brengsek. Hanya saja Millen tak mengetahuinya.
Pikiran Aby beralih pada kejadian semalam saat dirinya mampir sebentar ke rumah Millen setelah mengantarkan Anisa dan mbak Tini.
Entah angin apa yang membuat Aby mengatakan hal seperti tadi malam. Suatu hal yang pastinya begitu mengejutkan bagi Millen.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everlasting Love [Completed]
Fiksi UmumSemua terasa membingungkan bagi Milen. Aby yang setahun lalu meminta putus secara tiba-tiba datang bersama keluarganya untuk melamar Millen. Belum cukup sampai disitu, Millen pun merasa ada yang aneh saat melihat kedekatan antara Aby dan Aksen--anak...
![Everlasting Love [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/132831758-64-k389838.jpg)