Millen sedang mengenakan kerudung segi empat berwarna abu-abu saat Aby keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit dari pinggang sampai lutut. Sebuah handuk kecil ia letakkan dikepala untuk menggosok-gosok rambutnya yang basah.
Satu minggu sudah berlalu yang itu artinya masa cuti Aby dan Millen telah selesai. Mereka harus kembali menjalani rutinitas seperti biasanya. Beruntung disaat ia harus kembali bekerja sudah ada bi Atih yang membantu Millen mengurus rumah.
Setelah menyematkan jarum pentul pada kerudungnya, Millen bangkit berdiri lalu membuka lemari. Ia mengambil celana kain hitam dan kemeja biru yang menjadi setelan suaminya bekerja hari itu.
Sikap usil Aby mulai menjalari tubuhnya, ia mengalungkan handuk kecil dilehernya kemudian mendekati Millen dan memeluknya dari belakang.
“Mas, baju aku basah kalo kamu kayak gini” ia masih mencari dasi yang cocok untuk suaminya
“kalo basah tinggal ganti lagi sayang” Aby mencium bahu Millen
Millen membalikkan badan, “dan nanti kita semua akan kesiangan. Nih bajunya tinggal kamu pake aja”
Ia berusaha melepaskan tangan suaminya yang masih bertengger manis dipinggangnya. Namun sayangnya tak berhasil, Aby memeluknya erat sekali. Millen mencebikkan bibirnya sebal membuat Aby justru tertawa melihatnya.
“Mas”
“iya?”
“lepasin nanti kita kesiangan”
Aby hanya tersenyum dan masih ingin menggoda istrinya yang sudah terlihat kesal. Millen mengeluarkan jurus terakhirnya. Ia mencubit perut bagian samping Aby hingga membuat suaminya itu mengaduh kesakitan dan melepaskan tangannya pada pinggang Millen.
“ya ampun sayang kamu pagi-pagi udah KDRT” ia mengelus bekas cubitan Millen
Istrinya tertawa sambil kembali berdiri di depan cermin merapihkan kerudung,
“lebay kamu Mas. Dicubit gitu aja masa KDRT lagian salah kamu sendiri pagi-pagi udah godain aku”
“godain istri sendiri kan sah-sah aja” Aby mulai mengenakan kemejanya
Wanita yang hari itu mengenakan tunik selutut berwarna navy membalikkan badan dan berjalan menghampiri Aby yang sedang mengancingkan kemejanya,
“cubit gemes suami sendiri juga sah-sah aja. Aku tunggu di bawah” ia sedikit berjinjit mencium pipi Aby kemudian berjalan keluar kamar.
Seulas senyuman terukir diwajah tampan Aby melihat tingkah istrinya yang menurut Aby terlihat begitu menggemaskan. Ia pun langsung mempercepat geraknya mengenakan baju dan celana.
Di ruang makan, terlihat Aksen yang sedang sarapan sementara bi Atih sedang mencuci piring di dapur. Millen meletakkan tas kerjanya di meja makan kemudian menuju dapur menyiapkan bekal makanan untuk Aksen.
Ia sudah membuatkan bekal makanan untuk putra kecilnya hanya tinggal memindahkannya ke kotak makan saja. Millen membawa kotak makanan berwarna biru lengkap dengan botol minumannya ke meja makan saat Aby baru saja bergabung dengan mereka.
Pria tampan itu datang dengan membawa dasi yang tadi dipilihkan Millen. Walaupun ia bisa membuat simpul dasi sendiri tetapi setelah menikah itu selalu tugas wajib bagi Millen. Aby mencium pipi gembul Aksen, “morning jagoan. Pinter banget udah sarapan”
“abis ayah lama. Aku keburu lapar” ucapnya sambil menggoyang-goyangkan kaki
Aby tersenyum sambil mengelus kepala Aksen, “yaudah nggak pa-pa”
“Cen, ini mamah buatin sandwich-nya lima ya. Nanti buat berbaginya dua terus buat Acen tiga. Oke?”
Aksen mengangguk sambil mengacungkan jempol karena dirinya sedang sibuk mengunyah makanan
KAMU SEDANG MEMBACA
Everlasting Love [Completed]
Ficción GeneralSemua terasa membingungkan bagi Milen. Aby yang setahun lalu meminta putus secara tiba-tiba datang bersama keluarganya untuk melamar Millen. Belum cukup sampai disitu, Millen pun merasa ada yang aneh saat melihat kedekatan antara Aby dan Aksen--anak...
![Everlasting Love [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/132831758-64-k389838.jpg)