Author Pov
"Bagaimana dok keadaannya? Apakah tidak ada perkembangan sama sekali? Bulan kemarin, bukankah ada tanda-tanda baginya?" tanya seorang wanita paruh baya.
"Maaf, sekarang tidak ada perkembangan apapun. Mungkin bulan kemarin, hanya sesaat saja. Untuk sekarang, mari kita tunggu saja perkembangannya ya. Semoga ada perkembangan medis." jawab sang Dokter.
Wanita paruh baya itu hanya menghela nafas berat. Pihak kedokteran pun, hanya bisa menunggu waktu.
Kinal Pov
Hari ini aku kembali bersekolah. Setelah vakum 1 minggu, aku ketinggalan banyak! Padahal 3 bulan lagi aku akan segera menghadapi Ujian Nasional. Huuuft!
Semua teman di kelas nampaknya rindu padaku, mereka bertanya mengenai kondisiku. Aku memang masih sedikit pucat, bahkan sangat.
"Nanti lo izin aja dulu. Jangan latihan dulu, Nal." kata Beby.
"Gak bisa gak bisa. Bulan depan kita ada turnamen terakhir untuk bawa nama almamater sekolah. Gue gak mau tampil mengecewakan." jawabku kekeh.
Beby hanya menghela nafas pasrah. Kalau Ve yang minta, mungkin aku akan menurut. Tapi, dia tidak mungkin melarangku lagi.. Aku sungguh masih sangat ingin menjadi pacarnya. Aku benar-benar rindu, Ve.
"Bandel lo." gerutu Annabel.
"Ehehehe. Gak bakalan kenapa-napa kok!" jawabku.
"Ya udah. Jangan galau lagi, Nal. Kan ada gue, ya gak?" ujar Annabel.
"Iyaa deh iya. Nanti temenin gue ya, awas lo! Uwahahaha!" jawabku sambil tertawa.
Bel istirahat berbunyi setelah 4 jam pelajaran tadi. Huft, bosan sekali. Untung ada Annabel, jadi bisa diselingi ngobrol ngarol-ngidul.
"Kinal, kemari sebentar!" seru Bu Desy.
"Ada apa bu?" tanyaku.
"Tolong ibu bantu jaga UKS ya. Ibu ada keperluan di ruang guru." ujarnya.
"Baik bu. Ada nilai tambahan kan? Kalo gak ada, saya gak mau." jawabku iseng.
"Dasar kamuu! Iya deh iya. Sana, bantu ibu ya." kata Bu Desy lagi.
"Beres buk! Sampe pulang sekolah juga gapapa bu!"
"Maunya kamu!"
Setelah itu aku bergegas menuju UKS. Aku duduk dimeja guru. Rasanya bosan, apalagi ponselku ketinggalan di kelas. Akupun membuka buku jurnal.
Loh?
Kenapa disetiap hari selama seminggiu kemarin, nama Ve terus tercantum disini? Ditulisnya, sakit kepala lah, demam lah, bahkan ada yang pingsan.
Aduh! Bikin khawatir aja deh! Itu anak bener-bener.
Krek.
Suara pintu dibuka. Aku langsung berpura-pura tidur. Dengan alas kedua tanganku diatas meja.
Bau ini.. Bau parfumnya Ve.
"Kok ada kak Kinal disini.. Dia masih sakit ya?" gumamnya pelan, tapi aku bisa dengar.
Setelah itu dia sepertinya tiduran disalah satu ranjang. Suaranya terdengar.
Beberapa lama kemudian, aku bangun. Dan benar saja. Dia sudah tertidur pulas.
Aku mengecheck keningnya. Panas. Astaga gadis ini benar-benar!
Aku segera pergi ke kantin untuk membeli satu porsi bubur dan air mineral. Dan kembali ke UKS.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Dreams
FanfictionMencintai itu hal yang sangat menyenangkan! Akan lebih menyenangkan lagi jika orang yang kau cintai juga mencintaimu! Cover photo from: Instagram Jcvrnd19.
