[ Twenty Eight ]

1.5K 169 7
                                        

Kinal Pov

Dua hari sejak Ve sakit, aku selalu menjaganya. Kadang membawa makanan ke rumahnya lalu aku pulang. Besok ia sudah diperbolehkan masuk kembali ke sekolah.

LINE

Me
Oi

JVeranda 🐥
Kenapa kak?

Me
Besok ke sekolah bareng, aku jemput.

JVeranda 🐥
Tapi, nanti ngerepotin kak. Gak usah..

Me
Ga ada penolakan. Kita udah deal, sejak kamu gak mau di rawat di RS. Kamu mau nurutin mau aku..

JVeranda 🐥
Bukan itu kesepakatannya.. Ih!
Kan aku ga mau dirawat, jd kakak boleh nemenin aku. Dan itukan udh selesai..

Me
Barusan aku ubah. Bwek.

JVeranda 🐥
Ya udah.. Bwek.

Me
Jadi deal ya

JVeranda 🐥
Iyaa

Me
Ya udah tidur sana, good night :)

JVeranda 🐥
Good night juga sayang

"HAH???!" seruku kaget ketika membaca kata terakhir darinya.

JVeranda 🐥
Maaaaf, maksud aku kak Kinal..

Me
Hh iyaaa selo

Setelah itu aku tidur. Dan kembali teringat kejadian dua hari lalu di Rumah Sakit. Sungguh, itu sangat menyakitkan. Dan tanpa sadar air mataku telah keluar.

Flashback on...

Aku segera membawanya ke Rumah Sakit setelah dia pingsan dibawah hujan. Beberapa lama kemudian, Ve keluar dari ICU dan dibawa ke ruang rawat inap. Saat itu dokter menyuruhku untuk ikut dengannya.

"Nak, dimana Ibu Tanu?" tanya Dokter.

"Tante Tanu masih ada di Bandung, dok. Dia mempercayakan Ve pada saya. Tapi, saya kurang teliti.." jawabku sambil menunduk, merasa bersalah juga.

"Baiklah. Lain kali, tolong Ve-nya dijaga dengan sangat ya. Karena penyakit yang dideritanya itu sungguh perlu diperhatikan lagi."

"Memang dia sakit apa dok?" tanyaku.

"Ve menderita tumor otak."

Seketika aku merasa... Dunia berhenti berputar.. Semua suara bagaikan tidak dapat kudengar lagi. Dunia ini penuh kebohongan kan? Dokter di depanku ini... Sedang berbohong kan?!

"Hahaha.. Bohong ah. Gak lucu, dok."

"Maaf nak Kinal."

"Bohong dok.... Tolong bilang ke saya.. Dokter lagi bercanda kan?!"

"Maaf."

Beautiful DreamsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang