Hightown Residence, Gaia-18, 2571
"Karena seluruh cinta telah binasa. Karena, relung dan raga telah mendua."
Napas ditarik, lalu dihembuskan. Biola diangkat, lalu dibunyikan. Alunan nada menggema di sepenjuru ruangan. Sedang asyik dengan biolanya, tiba-tiba ia dikejutkan oleh kemunculan seseorang.
"Di mana Brandon?" ucap seorang pria.
Gadis yang tengah bermain biola itu terkejut, spontan menghentikan aktivitasnya. "Bisakah kau mengetuk—"
Pria tua itu mengedik. "Waktuku tak banyak untuk sekedar mengetuk. Di mana Brandon?"
"Mana kutahu," sahut gadis itu. "Ia belum kembali sejak tadi pagi."
"Oh," tutur si pria tua. "Kenapa orang-orang menyusahkan sekali?"
"Duduklah, Kek. Akan kubuatkan minum." Gadis itu meletakkan biolanya lalu pergi ke dapur untuk menyeduh teh. Ia kembali dengan membawa secangkir teh hangat, menyodorkannya pada kakek.
"Kau tak minum?" tanyanya.
"Aku ... bahkan belum makan sejak seminggu lalu." Gadis itu mengedik.
"Makanlah." Kakek menyeruput tehnya.
"Tidak, terima kasih." Gadis itu melangkah pergi ke tempatnya semula, tetapi bukan untuk meraih biolanya. Ia pergi mendekat pada jendela, mengintip keluar.
"Erry," panggil kakek.
Gadis itu menyahut tanpa menoleh. "Ya?"
"Hari ini hari pemilihan organisasi, kan?"
"M-hm."
"Apa yang akan kau pilih?"
"Entahlah. Aku belum ada ide."
"Apa yang Brandon sarankan padamu?"
"Makan nasi."
"Ah, kalian sama saja."
"Aku rindu Ny. Bowlman."
Kakek terdiam. Istrinya meninggal empat tahun lalu karena sakit. Erry yang sudah menganggap wanita itu sebagai ibunya sendiri lagi-lagi harus merasa kehilangan.
"Aku juga," sahut kakek akhirnya.
Tiba seorang lagi saat itu, Brandon, si Profesor muda yang telah bersama Erry hingga saat ini.
"Ayah di sini?" ujarnya ketika melihat figur ayahnya yang tengah menikmati teh.
"Kau tidak ingat punya janji denganku? Dasar anak kurang ajar," sahut kakek.
"Erry, ayo kita ke kantor." Brandon menghilang di balik tembok selama beberapa saat, lalu kembali dan mendapati Erry tak berpindah dari tempatnya.
"Halo, Nona?" panggilnya lagi.
"Antarkan aku ke pemakaman."
≈≈≈≈≈
Sepuluh tahun lalu bencana itu terjadi. Gaia-79 hancur. Tak tersisa satu warga pun selama pembangunan. Mayat di mana-mana. Ketika pembangunan telah usai, para warga yang selamat dan juga Eraselook kembali ke sana untuk melanjutkan hidup. Tetapi, Erry tetap di Gaia-18. Ia tinggal bersama Brandon Bowlman, CEO Selectric Incorporation—sebuah perusahaan robot terkemuka di seantero Gaia. Bisa dibilang Erry sudah mati. Tubuhnya mati. Kesadarannya sekarang berpindah pada tubuh sebuah AI yang dirancang mirip dengannya dulu. Ia baru paham seiring bertambahnya waktu. Kedua orang tuanya tewas ketika terjadi badai. Eraselook tak membiarkannya tahu. Bagus sekali. Sekarang tubuh mereka dimakamkan berjejer. Dan Erry berdiri di sana, dihadapan makam orang tuanya, dan sebuah nisan bertuliskan data dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
INTREPID [FINISHED]
Science FictionBadai hari itu memporakporandakan Gaia-79. Ernest harus kehilangan orang tuanya dan mengalami sakit parah sebelum akhirnya SI membawanya. SI memberi dan melatih tubuh baru Ernest, berupa AI yang dirancang semirip mungkin dengan wajah lamanya. Hingga...
![INTREPID [FINISHED]](https://img.wattpad.com/cover/138852915-64-k629338.jpg)