Chapter 2

538 69 0
                                        

Saat membereskan buku-bukunya untuk pulang sekolah, Seongwoo kembali melirik ke Minhyun. Cowok itu sedang sibuk memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.

“Seongwoo!” panggil 2 orang cowok manis sahabatnya Ha Sungwoon dan Park Jihoon.

“Ayo kita beli roti. Ayolah ikut dengan kami!”

Lai Guanlin, salah satu sahabat semenya juga ikut bergabung.

“Kalau begitu! Aku akan makan sesuatu yang lain.”

“Aku tidak memberikanmu apa-apa.” Potong Jihoon dengan cepat

“Apa-apaan? “ protes Guanlin pada Jihoon

“Kau terlalu banyak makan. Pilihlah roti yang vitamin” seru Kang Daniel sahabat Seongwoo lainnya.

“Vitamin?” ucap Guanlin heran. Ia lalu melihat Minhyun yang akan keluar kelas.

“Minhyun! Ikutlah bersama kami!” seru Guanlin

Minhyun menoleh heran ada yang memanggil namanya.

“Oh benar! Roti kita enak!" sahut Jihoon, ayahnya adalah pemilik toko kue dikota itu.

“Aku ingin rasa melon!” kata Daniel

“Aku tidak mengajakmu!” canda Jihoon.

Seongwoo teringat surat yang ada ditasnya.

“Mungkinkah? Seperti yang tertulis di surat itu” batin Seongwoo

“Kalian mengajak Minhyun pulang bersama namun dia akan mengatakan tidak.”

Minhyun nampak bingung menjawab ajakan teman sekelasnya itu.

“Umm hari ini, ada sesuatu yang harus aku lakukan” kata Minhyun

“Ayo! Tidak apa-apa! Ayo pulang bersama-sama” Desak Daniel sambil berjalan mendekati Minhyun dan menaruh lengannya dibahu Minhyun dengan akrabnya.

“Oh ya! Kami akan mengajakmu berkeliling Hangang”

“Benar! Karena sangat jarang kita sekolah hanya setengah hari.” Kata Sungwoon

“Dia benar! Toko roti kita ini sangat lezat!” kata Jihoon.

Minhyun melihat teman-teman barunya itu begitu bersemangat mengajaknya pergi bersama mereka jadi ia tak enak untuk menolak ajakan mereka.

“Kalau begitu, baiklah sebentar saja.”

“Baik! Akhirnya!” seru Daniel senang

“Aku ingin kalian tidak mengajak Minhyun pulang bersama hanya pada hari itu. Sama sekali jangan”

Seongwoo menatap ragu dengan keputusan yang sudah diambil kakeru. “Jika aku melakukannya aku penasaran, apa yang akan terjadi?” batin Seongwoo

Mereka lalu berjalan pulang menuju ke toko kue milik keluarga Jihoon

“Pertama mari kita mulai dengan perkenalan diri! Dia adalah Park Jihoon.” Kata Daniel memperkenalkan seorang cowok yang ceria dengan pipi yang gembul.

“Panggil aku Jihoon" kata Jihoon dengan tersenyum ramah.
Minhyun tersenyum pada cowok uke itu.

“Selanjutnya Ha Sungwoon.” Kata Daniel menunjuk ke seorang cowok manis dengan kulit mulusnya

“Salam kenal.” Sapa cowok manis itu.

Daniel menujuk ke cowok dengan kacamata “Dia Lai Guanlin.”

Daniel menunjuk pada Seongwoo “Dia Ong Seongwoo.”

Seongwoo mengangguk kecil pada Minhyun.

“Dan aku Kang Daniel! Panggil saja aku Daniel.”

“Daniel” ucap Minhyun pelan.

Minhyun lalu melihat pohon-pohon besar yang ia lewati bersama dengan teman-teman barunya itu.

“Pohon disini terlihat luar biasa" kata Minhyun pelan.

“Benarkan? Ini adalah Taman Hangang yang menuju ke sungai Han!” seru Daniel menjelaskan pada Minhyun sambil memeluk bahu Minhyun.

“Pohon cemara disini sudah berdiri selama 10 tahun dan sebelum perang Hangang“ belum selesai Guanlin si kutu buku menjelaskan pada Minhyun, Daniel langsung memotongnya.

“Baik baik! Sudah cukup.” Ucap Daniel.

“Ini tidak akan hilang dari Hangang.” Kata Sungwoon menimpali

“Benar, aku tidak sabar ingin melihat bunga sakura mekar! Itu yang paling ditunggu kan? Ayo lihat bunga sakura! Kalau bunga sakura kita harus melihat di sungai Han!”

“Sangat menakjubkan untuk melihat bunga sakura, sakura, sakura disepanjang pandangan matamu!” seru Daniel dengan hebohnya dengan mengerak-ngerakkan tangannya ke bawah seperti hamparan sakura membuat teman-temannya tertawa melihat kehebohannya itu.

“Apa maksudmu?!” tawa teman-temannya melihat gerakan tangan Daniel itu.

“Aku bilang bunga sakura diseluruh tempat!” ulang Daniel dengan gerakan tangan yang sama.

Mereka tertawa sambil mengerakkan tangannya persis seperti yang dilakukan Daniel.

“Sakura, sakura, sakura!“ tiru Sungwoon dan Jihoon mengerakan tangannya.

“Hei apa kau menari?” kata Guanlin melihat gerakan tangan teman-temannya itu.

“Apa itu?”

“Apa kau tidak tahu? Seperti ini.“ Guanlin lalu memperagakan gerakan tangannya ke samping tubuhnya.

“Hei aku tahu yang ini! Bukankah itu tarian yang sudah agak kuno?” tawa Jihoon dan yang lainnya.

“Berisik!” protes Guanlin.

Mereka tertawa semua melihat Guanlin malu dikatakan kuno.

Semua terkejut saat mereka mendengar Minhyun tertawa, mereka menoleh dengan takjub ke Minhyun.

“Dia tertawa" batin Seongwoo menatap takjub

“Apa yang kau tertawakan?” Tanya Daniel berlari ke tempat Minhyun berdiri karena penasaran melihat Minhyun yang tertawa itu.

“Beritahu kami!" kata Jihoon yang juga penasaran

“Sakura, bukankah biasanya mekar diatas bukan dibawah?” tawa Minhyun yang mengingatkan jika gerakan tangan Daniel di bawah.

“Bagus Minhyun! Kau benar-benar mendengarkan! Bunga sakura di Hangang" Daniel tertawa dan melanjutkan celotehnya soal bunga sakura di Hangang.

Seongwoo menjadi lega melihat ke akraban mereka. “Apa yang aku khawatirkan? Mengajaknya adalah ide bagus.”






TBC!!
Vote and comment jangan lupa

ORANGE [OngNielHwang]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang