Minhyun lalu pergi bermain sepakbola bersama Daniel dan lainnya.
Dari jauh Seongwoo terus saja memperhatikan Minhyun. Ia teringat suratnya kembali saat ia mau melangkah pergi.
“Banyak hal yang aku sesali 10 tahun dari saat itu yaitu sekarang. Minhyun tidak lagi ada bersama kami.”
Minhyun dan Daniel pulang bersama selesai latihan sepakbola.
“Aku lelah” keluh Daniel pada Minhyun
“Kau mau makan?” ajak Minhyun
“Boleh, di tempat yang biasanya?” Tanya Daniel
“Ayo”
“Minhyun!” panggil Seongwoo
Kedua menghentikan langkahnya dan melihat Seongwoo berdiri menunggu mereka.
“Maaf soal tadi” Kata Seongwoo penuh penyesalan lalu ia berlari pergi
“Seongwoo!”panggil Minhyun.
Seongwoo berbalik memperhatikan Minhyun.
“Ayo pulang bersama” Ajak Minhyun
Seongwoo ragu tapi kemudian ia mengangguk. (ciaaa yang diajak gebetan pulang bareng)
Daniel yang dari tadi memperhatikan keduanya, merasa jika ada sesuatu antara keduanya yang harus diselesaikan.
Daniel lalu naik ke atas sepeda yang dibawanya “Kalau begitu, aku duluan, sampai besok!” pamit Daniel
Seongwoo dan Minhyun pergi ke sebuah taman hanya berdua.
“Yang aku lakukan lakukan sekarang, tidak tertulis di dalam surat” batin Seongwoo
“Seongwoo, apa yang biasa kau lakukan setelah sampai dirumah?” Tanya Minhyun
“Hmmm, membaca buku"
“kau hebat” Puji Minhyun
“Bagaimana denganmu?Apa yang biasa kau lakukan setelah sampai dirumah?” Seongwoo balik bertanya
“Bermain game“ jawab Minhyun
“Jadi tempo hari, saat kau tidak masuk sekolah selama seminggu waktu itu, apa kau bermain game?” Tanya Seongwoo
Minhyun tertunduk “Hmmm”
“Tapi kau juga bermain sepak bola kan? Aku tadi melihatmu dan tampaknya kau sangat menikmati itu!”
Minhyun masih tidak menjawabnya.
“Aku tidak ikut klub apapun” ucap Minhyun terliat sedih.
“Ibuku meninggal, saat upacara masuk sekolah. Seandainya Aku pulang ke rumah, dan tidak hadir saat upacara pemakaman. Aku janji pada ibu bahwa aku tidak akan ikut klub apapun.”
Minhyun menoleh pada Seongwoo dan cowok manis itu terlihat terkejut mendengar ceritanya.
“Maaf aku mengatakan hal aneh” Ucap Minhyun
“Itu tidak aneh, aku juga maafkan pertanyaanku.”
"Hari saat upacara masuk sekolah, saat surat itu mengatakan bahwa seharusnya kami tidak mengajaknya pergi, mungkinkah karena ini?”
“Ayo pulang” Ajak Minhyun melangkah duluan. Seongwoo berjalan dibelakang Minhyun.
“Dan sekali lagi aku, akan mengulangi penyesalan yang sama” Batin Seongwoo.
“Minhyun!” panggil Seongwoo.
Minhyun menoleh ke belakang
“Aku membuat untukmu, bekal makan siang.” Kata Seongwoo.
“Aku sebenarnya ingin memberikannya kepadamu saat jam istirahat. Aku akan membawakannya lagi besok! tapi, besok, lusa dan setiap hari!” lanjut Seongwoo
Minhyun sangat terharu menerima bento itu
“Sebenarnya, aku sangat mengharapkan bekal makan siang yang kau bawa. Itu sebabnya aku sangat senang! terima kasih Seongwoo.” Kata Minhyun terharu
“Dia hampir menangis. Aku tidak menyangka bahwa bento yang tadinya tidak ingin aku berikan akan membuatnya sangat bahagia.”
TBC!!
Vote and comment jangan lupa
KAMU SEDANG MEMBACA
ORANGE [OngNielHwang]
FanfictionKisah Seongwoo yang mendapat surat misterius dari dirinya yang ada dimasa depan. Isi surat tersebut mengatakan bahwa Seongwoo yang harus menyelamatkan Minhyun. Main cast: 1.Ong Seongwoo 2.Hwang Minhyun 3.Kang Daniel 4.Ha Sungwoon 5.Park Jihoon BxB a...
![ORANGE [OngNielHwang]](https://img.wattpad.com/cover/124352044-64-k980387.jpg)