NEW MAN (EXTRA)

3.4K 405 130
                                        

_1 years later_

.

.

.

.

"Aku tidak akan masuk penjara!! Aku korban! Aku hanya membela diri! Bajingan itu yang pertama kali mengarahkan pisaunya padaku! Aku tidak bersalah!!"

"Aku akan mendengarkan keluhanmu nanti di kantor polisi." Jawab Jaejoong datar sambil memasangkan borgol pada namja yang telengkup di lantai, di bawah tekanan lututnya yang mengunci pergerakan namja itu.

DRAP

DRAP

DRAP

"Jangan bergerak!!"

Jaejoong menoleh. "Sudah aman. Turunkan senjata kalian." Perintahnya.

Ia menarik kerah baju bagian belakang namja itu hingga berdiri, lalu ia biarkan anak buahnya mengambil alih membawa pelaku yang baru ia tangkap. Jaejoong mengusap lehernya yang ditumpuki keringat dengan punggung tangan, ia sudah berolahraga cukup ekstrim hari ini dan berpikir untuk pulang cepat setelah menyerahkan laporan di kantor.

"Idiot." Cerca namja yang tiba bersamaan dengan anggota polisi lain, Yoochun.

Jaejoong menoleh dengan alis terangkat. "Besar juga nyalimu."

Yoochun mengangkat kedua tangannya. "Mian refleks."

"Hanya karena kau sudah naik pangkat, bukan berarti kau bisa bicara tidak sopan padaku. Tapi yah, sepertinya aku harus mulai membiasakan diri karena kita ada di posisi yang sama sekarang." Katanya sambil membetulkan bajunya yang kusut dan kotor karena mengejar buruannya tadi.

Mata Yoochun menagkap tato di dada Jaejoong yang mengintip sedikit. "Kau tidak menghapusnya?"

Jaejoong diam lalu menyentuh dadanya sekilas. "Mungkin nanti. Atau entah kapan."

Jaejoong tidak berekspresi berlebihan ketika Yoochun menyinggung soal tato di dadanya, tato yang ia dapat saat berhadapan dengan Haneul. Hanya mata yang menyiratkan kepedihan dan kerinduan lalu ia menyodorkan senyum tipis.

"Bagaimana kabar Junsu? Aku dengar dia kerepotan mengurusi bayi kalian."

Yoochun menggaruk leher, pipinya bersemu merah. Setelah kasus Haneul, Yoochun mendapatkan promosi kenaikan pangkat, lalu setelah berpikir seperti orang gila dan membuat repot Jaejoong akhirnya ia memberanikan diri melamar Junsu. Berselang beberapa bulan mereka mengadopsi seorang bayi laki-laki berusia satu tahun bernama Junyoung.

"Yah, Junyoung suka memasukkan apa saja ke mulutnya meski itu bukan makanan dan Junsu akan berteriak histeris karena itu. Tapi," Yoochun menggaruk hidungnya. "Rasanya sangat menyenangkan ada yang menyambutku  pulang kerja."

"Selamat bung." Kata Jaejoong menepuk bahu Yoochun sambil jalan.

Yoochun berhenti, menatap Jaejoong yang terus berjalan tanpa menoleh.

"Lalu bagaimana dengamu? Sampai kapan kau akan berhenti di tempat seperti ini." Katanya lirih.

Jaejoong menoleh. "Hei, cepat laporan tidak bisa selesai dengan sendirinya."

Shadow (Yunjae / END )Where stories live. Discover now