kadang kita harus mengerti apa maksud dari sekeliling kita.

2.6K 102 0
                                        


  Waktu demi waktu telah Bunga lalui tanpa Ari, bahkan sekarang ia jauh lebih dekat dengan Idzal. Dan disuatu pagi saat Bunga dan Idzal berjalan berdua menuju kelas masing-masing, Tiba-tiba Ari mendorong Idzal dari belakang dan membuat Idzal terjatuh wajah nya mengenai kursi yang ada didepan nya, hidung nya mengeluarkan darah dan tak sedikit darah yang keluar dari hidungnya.

" Ari!! lo apansi " bentak Bunga kepada Ari.

" itu cowo kamu? aku gasuka aja liat kamu sama dia terus " jawab Ari.

Bunga tak menjawab pertanyaan Ari, ia langsung menuju Idzal yang sedang dikerumuni siswa-siswi. Idzal pun langsung dibawa ke uks untuk diobati.

" awas aja lo !! " ancam Bunga kepada Ari.

" ga maksud aku buat ngelukain dia, aku cuma ngasih pelajaran aja sama dia " jawab Ari.

Tiba-tiba Iyan dan Bagas pun menghampiri Ari.

" lo apa-apaansi ga gentle amat kalo mau betantem ya dari depan, lagian dia adik kelas men " ujar Iyan kepada Ari.

" udah terlanjur kesel liat mereka jalan dari belakang " jawab Ari.

Di uks...

   Bunga yang sedang mengobati Idzal terhenti karena ada siswi yang memasuki Uks dengan sangat panik.

" lo kenapa dzal? " tanya perempuan tersebut.

" gapapa " jawab Idzal cuek.

   Perempuan tersebut melirik Bunga dengan begitu sinisnya. Ternyata dia itu perempuan yang menyukai Idzal tetapi Idzal tak pernah meresponnya.

" tolong ya, gausa ganjen urus aja pacarnya itu biar ga ngelukain orang " ujar perempuan tersebut.

" eh lu tau tata krama ga? lagian dia yang ngejar-ngejar gua, lu suka sama dia? tapi ga pernah direspon? kasian banget si wkwkwk " jawab Bunga.

" dih dasar anak Ips gapunya etika " ucap perempuan tersebut dengan memalingkan wajahnya.

" apaansi ra, dia itu kaka kelas! gapantes lo ngomong gitu ama dia. Keluar udah sana " ujar Idzal.

   Rara, nama perempuan yang belagu setengah gila itu. Ia langsung menunduk malu karena sudah bertingkah tak sewajarnya kepada kaka kelas.

" yaampun maaf ya ka, aku kira kaka masih anak kelas X Ips soalnya mukanya masih imut ehehe " ucap Rara.

" etika lo benerin dulu sebelum ngomong " ujar Bunga sambil meninggalkan mereka.

" ka makasih ya " ucap Idzal.

   Bunga pun menuju kelasnya, didalam kelas, Iyan, Tiar dan Bagas sudah menunggu.

" gimana dia? " tanya Tiar.

" gapapa udah mendingan, yang gua gasuka itu kenapa si Ari beraninya maen belakang " jawab Bunga.

" ya lo hargain dia dikit lah bung, lo baru aja ngejauh udah dapet lagi aja, jadi kalo sikap dia gitu wajarin aja " ujar Iyan.

" ko lo jadi belain dia si? kemaren kan yang paling gasuka hubungan gua sama Ari kan elo " jawab Bunga jengkel.

" ya gua si cuma mihak sama yang bener aja " lanjut Iyan.

" jadi maksud lo Idzal itu salah? " jawab Bunga dengan menggebrak meja.

" ko lu ngegas si bung " ujar Iyan.

" eh eh apaansi ko jadi malah ribut gitu " ujar Bagas mencoba menenangkan.

" gua bilangin nih ya, lo tuh cewe ga sepantesnya seganjen itu ke cowo apalagi dia adik kelas ibarat nya lo itu udah cowo. Iya tau gua juga ngerti lo baru tau rasanya jatuh cinta itu gimana tapi ya gausa labil juga " ujar Iyan.

   Tanpa menjawab perkataan Iyan, Bunga langsung menampar Iyan dengan begitu kebencian. Ia pun langsung lari keluar kelas sambil menangis.

" yah elu si yan " ujar Bagas.

" udah udah biar gua aja yang nenangin dia " jawab Tiar.

" lo jelasin deh yar apa yang gua maksud dari perkataan gua tadi " ucap Iyan.

   Tiar pun berlari mengejar Bunga yang berlari menuju kantin. Bunga duduk ditempat yang biasa mereka tempati, ia terus menangis karena perkataan yang terlontar dari mulut si sialan Iyan.

" gua emang labil, tapi ya seengganya gausa ngejatuhin gua gitu kan yar? dia itu sahabat gua ya harusnya dia tau lah sikap gua emang gitu " jelas Bunga kepada Tiar.

" jadi gini bung, maksud Iyan itu lo harus lebih jaga sikap lagi ya menurut gua juga emang sekarang lo beda, semenjak kenal cinta lo jadi seakan nglupain kita lo terlalu fokus sama percintaan lo yang menurut gua juga ya gajelas sori ya sebelumnya gua cuma pengen lo ngerti apa yang kita ingini, kita cuma pengen lo ga terjebak lagi sama cinta yang gejelas. " ujar Tiar.

    Bunga langsung memeluk Tiar, ia masih saja menangis.

" gua emang gapunya malu, kalo ada masalah lari kekalian kalo seneng lupa sama kalian, tapi gua ga bermaksud buat nglupain kalian kalo lagi seneng " ujar Bunga dengan suara terisak-isak.

" yaudah sekarang  perbaiki sikap lo, lo harus milih kepada siapa hati lo dijatuhkan " ucap Tiar.


Jangan lupa votee❤

Ipa & IpsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang