Tiba-tiba hp Bunga bunyi saat Bunga sudah merebahkan tubuhnya kekasur dan meletakan hp nya ke meja, yang ternyata ada panggilan masuk.
Ari calling
Bunga pun langsung mengangkatnya.
" Halo Ri "
" Hai bung, belum tidur? nungguin gua ya? "
" apasi ri, ini gua tadi udah mau tidur eh elu nelpon yaudah deh gua angkat "
" jadi gua ganggu ni? "
" engga ko malahan gua seneng "
" maksudnya? "
" ga "
" dih aneh "
" mulai deh, oh iya gua mau nanya? "
" nanya apaan?, tanggal lahir gua? alamat rumah gua? "
" nglawak ri? Bukan itu kali "
" haha terus apaan "
" bingung gimna ngomong nya "
" yaelah segala cepet deh ntar gua mau tidur nih ngantuk "
" tujuan lo deketin gua apa si ri? lo kan bilang kalo lo belum pernah pacaran terus lo juga bilang kalo lo sama siapapun cuek ko sama gua lo beda "
n
" karnaa.... "
Tiba-tiba Hp Bunga mati.
" ih siall hp malah mati lagi " Ujar Bunga kesal lalu menuju chargeran.
Bunga pun memutuskan untuk tidur.
Dipagi yang indah Bunga terbangun karena suara alarm ia langsung menuju kamar mandi. Selesainya ia berdandan, ia langsung menuju meja makan karena mamahnya sudah menunggu dari tadi.
" Gutmorn mah " ujar Bunga.
" too sayang, tumben ceria banget "
" hehe gapapa, oiya mah tau ga cowo yang berantem sama aku di Bandara, sekarang dia sekolah disekolahan aku coba " gerumun Bunga.
" ohh iya ya bagus biar akrab sama kamu heheh " jawab Mamah.
" dihh hahah " ujar Bunga dengan terbahak-bahak.
" yaudah sana berangkat udah siang " ujar mamah.
Bunga langsung menuju bagasi untuk mengeluarkan motor kesayanganya.
Disekolah.
Bunga berjalan menuju kelasnya, setibanya didepan perpus ada tiga cewe yang sedang duduk pas Bunga melewati mereka tiga cewe tersebut melihat Bunga dengan tatapan sinis dan ternyata salah satunya itu adalah Febiy dan dua temannya anak Ipa. Bunga hanya cuek dan melanjutkan perjalanan menuju kelasnya.
Dikelas.
" Fin lo tau rombongan nya si Febiy ga? " tanya Bunga kepada Fini.
" iya tau, mereka bertiga kan? namanya itu Iren sama Sabila, mereka kan anak terfamous di jurusan Ipa secara si Febiy cantik pinter body goals yang somobongnya minta ampun " jawab Fini.
" tadi gua lewat depan mereka terus mereka ngeliatin gua sinis gitu, apa karena mereka tau kalo kemaren gua abis jalan sama Ari. "
" serius lo abis jalan sama Ari? katanya lo benci sama dia, iyalah pantes si Febiy gitu diakan suka banget sama si Ari itu juga kata anak anak Ipanya. " ujar Fini.
" iya kemaren gua jalan, lu liat nih chat gua ama dia terus juga semalem dia nelvon gua gitu " jawab Bunga.
Fini pun langsung mengambil Hp Bunga dan membuka chat Bunga dengan Ari.
" dih ini bajakan ga si? ko dia asik padahal kan cuek banget " ujar Fini.
" gatau, mungkin karena gua spesial kali wkwkwk" jawab Bunga.
" cie ngarep ya?" ledek Fini kepada Bunga.
" ngga juga sih lagian gua ga mau terlalu berharap ke dia " ujar Bunga santai.
" kek nya bentar lagi juga ada yang mau jadian nih wkwkkw " ledek Fini.
" apaansi gamungkin kali, ibarat langit dan bumi gua sama Ari tuh secara dia anak Ipa dia pinter cakep lah gua sekolah aja asal hadir, ngarepin dia yang kaya gitu? gua juga masih sadar diri " ucap Bunga.
" ih apaansi Bung, gausah ngerendahin diri juga, cinta mah gamandeng jurusan kali " jawab Fini.
" iya emang si, tapi lo tau sendiri kan gimana bedanya Ipa dan Ips? udah mah si Ari pinter, yaudah si knpa kita debat msalah itu kaya Ari mau aja sama gua haha" ujar Bunga.
Tiba tiba Ari langsung memasuki kelas Bunga dengan penuh percaya diri lalu meletakan sebuah roti dan air mineral dimeja Bunga.
" nih dimakan ya, kata Bagas kamu suka roti rasa strawberry " ujar Ari.
" hehe makasih " jawab Bunga dengan canggung.
" sama sama, aku ke kelas dulu ya " ujar Ari dengan langsung keluar dari kelas XI Ips.
" ahh anjiirrr bung dia ko swet gitu si" ujar Fini.
" Lah gua juga gatau" jawab Bunga bingung.
Lalu Bagas, Iyan, dan Tiar datang. Mereka langsung menuju ke Bunga yang sedang kegirangan.
" tadi dikasih apaan sama Ari? " tanya Iyan.
" roti sama Aqua, " jawab Bunga datar.
" itu tadi gua yg nyuruh abis lo susah sarapan kalo pagi " ujar Bagas.
" hmm pantes " jawab Bunga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ipa & Ips
Teen Fiction" jangan benci, nanti kamu cinta ". Kisah seorang wanita berparas cantik bernama Bunga yang sangat membenci laki laki datar bernama Ari. Dengan seiring nya waktu rasa benci itu kian berubah menjadi cinta. Namun, beberapa hal menjadi penghalang cint...
