A/n : jgn lupa play yg di mulmed ya. Selamat membaca :)
...
Semuanya berakhir sampai sini. Aku tak apa, ku tekankan pada hatiku bahwa semua tak akan jauh dari baik-baik saja. Hatiku masih di tempatnya. Hanya saja, caranya memandang dunia mungkin tak lagi mampu sama. Seberapa keras aku menolak bukan luka yang menyebabkannya, tetap saja kecewa itu datang berirama. Menghancurluluhkan segala bentuk pertahanan, meluluhlantakkan setiap wujud perjuangan.
Sudahlah, biar ku tanggung sendiri kegamangan tentang akhir cerita yang tak sanggup ku bayangkan. Ku paksakan sebuah senyuman agar aku tahu bahwa dunia tak setega itu melenyapkan satu-satunya sisa kekuatan yang ku punya. Namun perkiraanku memeleset, senyuman itu justru menggoresku lebih dalam. Menyadarkanku pada sebuah kesimpulan, bahwa masa memang sering kali berlaku kejam.
Tak ada lagi air mata yang mewakili segala kejatuhan yang merapuhkan. Tak ada lagi kemarahan yang ku tunjukkan sebagai perlindungan dari tiap keputus asaan yang ku rasakan. Segalanya berubah beku dengan cepat, hanya agar terlihat lebih kuat. Tak apa tidak tepat, namun bukankah ada hati yang harus tetap selamat? Sekalipun berat, sekalipun luka mencengkeram dengan erat.
Aku telah menyerah. Pada apapun yang ku sebut dengan harapan, pada apapun yang ku ingat sebagai tujuan. Semesta benar-benar tak memihakku kali ini, maka biarkan aku terlebih dulu sadar diri, bahwa terkadang, berhenti memang dibutuhkan.
Kota K, 10 Mei 2018
KAMU SEDANG MEMBACA
Memoar
Thơ ca[CERITA TIDAK DI PRIVATE] Mari ke sini, biar ku ceritakan bagaimana masa laluku bekerja sampai saat ini. Bagaimana luka setiap hari menyertai bahagia yang baru akan ku nikmati. Tidak masalah, akan ku jalani setiap resah pada rindu yang meminta sudah...
