Rindu Tanpa Temu dan Tanya yang Terabaikan

52 3 0
                                        

Buat semuanya menjadi mudah.
Ikhlaskan pelan - pelan.
Tak usah berandai tentang masa lalu.
Hatimu akan semakin tersakiti,
lukamu akan semakin terasa nyeri.

-w-

     Ada yang terbiasa merindu kemudian bisa dengan mudah mencipta temu. Ada yang merindu kemudian bercakap sebagai upaya mendekap jarak. Namun, aku tidak. Rinduku satu pihak.

     Sisa pesan yang teronggok tanpa balasan, menjadi saksi bahwa kita tak berakhir dengan satu perasaan.

     Pergimu yang tanpa pamitan, dan kerelaanku yang kini menjelma sebagai tangisan menjadi bukti bahwa penyesalan masih berada pada barisan yang terdepan.

     Pengandaian - pengandaian yang tak mampu mengubah keadaan, kalimat panjang dalam bentuk mempertahankan yang berujung pengabaian menjadi hal terakhir yang kumengerti bahwa kita memang selesai tanpa pernah benar - benar dimulai.

     Lalu, jika rindu ini masih tersisa, harus kuapakan agar sesak tak terasa di setiap sudut perasaan?

     Jika rasa ini menolak dilupakan, harus dengan cara apa agar bukan lagi lara yang menyayat saat luka ini mulai teringat?

     Singkatnya, bagaimana aku harus tetap berjalan tanpa mengutuhkan kepingan yang tak bisa diselamatkan?

     Kamu yang tak pernah peduli dengan rasaku, aku yang tak memahami bahwa cinta tak selamanya berbalas. Siapa yang paling keras kepala? Mengapa aku yang banyak menelan luka, sedangkan kamu bisa baik - baik saja setelah memberi harap kemudian pergi?

2 Februari 2019

***
Beritahu aku caranya merindu tanpa merasa pilu, haha :)

MemoarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang