"Apa hal yang kita lakukan kepada Seunhyung adalah hal yang benar? Apa kita orang yang jahat karena berbuat seenaknya dan mengatasnamakan itu untuk menolongnya?"
Pernyataan Dara barusan kerap terulang-ulang bagaikan kaset yang sudah rusak. Tidak ada penjelasan lebih lanjut dari Dara mengenai maksud dari pernyataannya barusan dan meninggalkan Jiyong menggantung dan frustasi disini. Jiyong yang gelisah dan tidak bisa berpikir dengan benar di situasi yang ramai akhirnya beranjak untuk pulang ke rumahnya. Di perjalanan biasanya dia akan bercerita kepada manajernya mengenai Seungri yang suka mengambil alih set DJ dan menggelarkan pertunjukan DJ Seungri seenaknya atau hanya mengatakan betapa lelahnya dia setelah semalaman berada di klub. Tetapi sepanjang perjalanan Jiyong hanya terdiam dan ini membuat manajernya alih-alih menjadi cemas.
"Apa terjadi sesuatu, Jiyong? Kamu terlihat pucat." ujar Manajernya yang melihat wajah Jiyong yang hanya menatap layar ponselnya dengan mata yang kosong dari kaca mobil. Jiyong menggeleng pelan.
"Aku hanya ingin cepat sampai rumah." ujarnya singkat yang diikuti oleh Manajernya menambah kecepatan mengemudinya.
Perasaannya tidak karuan, entah pengaruh alkohol atau karena wanita yang barusan menelponnya dengan ceria lalu diakhiri dengan tangisan. Jiyong selalu berpikir mempunyai komitmen atau hubungan spesial dengan seseorang memang rumit, tapi baru kali ini ia merasa kesulitan. Di satu sisi ia senang Dara menghubunginya, di sisi lain ia cemburu karena Dara bertemu dengan Seunhyung tanpa dirinya. Selain cemburu, ia kerap memikirkan apa dia punya hak untuk cemburu? Karena Jiyong bukanlah kekasih Dara yang sebenarnya. Belum pernah ada pernyataan terucap dari bibir wanita itu kalau ia menyayangi Jiyong atau sebuah pelukan hangat untuk melepas rindu. Tetapi, yang pasti ada diantara mereka hanyalah hitam di atas putih, yaitu kontrak kencan untuk menyelamatkan Hyung-nya.
"Ah, pusing sekali." gerutunya sembari mengacak-acak rambutnya dan frustasi karena tidak kunjung tertidur padahal ia sudah lumayan lama memejamkan matanya. Ia pikir bahkan tanpa kesadarannya pun ia hanya akan memikirkan Dara. Karena tidak kunjung menemukan ketenangan dalam hatinya ia pun memutuskan untuk bertanya, "Hyung, perlu berapa jam untuk ke Filipina?"
"Kurang lebih 4 jam, memang ada apa Jiyong?" sahut manajernya. Jiyong mendecak gelisah. Ia melihat lagi jadwalnya di ponsel, tidak ada jadwal apa-apa untuk besok. Ia membulatkan tekadnya untuk sesuatu.
"Pesankan tiket pesawat untukku pergi kesana, Hyung. Malam ini juga."
***
Pemotretan Dara berjalan dengan lancar. Ini semua tidak akan terjadi tanpa manajernya yang ternyata sudah mempersiapkan kompres dingin untuk dirinya karena mukanya bengkak semalaman menangis. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jika Dara harus tetap menjalani pemotretan dengan mata yang sembab karena kelelahan menangis serta muka yang bengkak seperti bakpao. Setelah pemotretan, Dara menghabiskan sisa malamnya untuk berkumpul bersama teman-teman Filipinanya. Tadinya Dara tidak ingin membahas tentang kehidupannya di Korea, tetapi ternyata beberapa orang penasaran akan hubungannya dengan Jiyong. Seperti biasa Dara hanya akan membawa jawabannya dengan candaan, berkata bahwa hubungan itu terjalin begitu saja, padahal tidak terjadi apa-apa. Tidak ada yang namanya "begitu saja" diantara mereka. Dan lagi-lagi ia harus berbohong kepada teman-temannya.
Dalam perjalanan pulang, Choi Hyeyoun menelponnya.
"Unnie, ada apa?"
"Apa kamu bersama Seunhyung, Dara-ah?" terdengar suara Hyeyoun yang cemas dan ikut membuat Dara merasakan sesuatu sedang tidak beres, "Hari ini, ah bukan, subuh hari ini ia keluar rumah dan hanya pamit padaku untuk mencari angin. Aku pikir ia hanya akan lari pagi... ternyata sampai saat ini ia tidak kembali."
KAMU SEDANG MEMBACA
Get You // daragon
Fiksi PenggemarSandara Park dan Kwon Ji Yong, atau kalian lebih mengenalnya dengan Dara 2NE1 dan G-Dragon BIGBANG mengakui pada dunia kalau mereka adalah sepasang kekasih. Kalian tidak salah baca: mengakui. Baik dari agency dan pribadi. Tapi bagaimana kalau sebe...
