Jiyong baru saja akan keluar sebelum dihadang oleh mobil sport berwarna merah menyala yang sebenarnya tampak familiar bagi dia. Pada akhirnya ia memutuskan untuk turun dan menyapa laki-laki pemilik mobil yang tak lain adalah Taeyang, sahabatnya sendiri.
"Jiyong?" seru Taeyang begitu ia membuka kaca mobilnya begitu melihat Jiyong menghampirinya.
"Hey, aku barusan makan disini. Tumben kamu nggak sama Hyorin?" tanya Jiyong setelah mengintip ke dalam mobil Taeyang namun tidak menemukan kekasih sahabatnya, Min Hyorin, di dalam.
"Aku janjian sama Hyorin kok, tapi dia sudah sampai duluan disini. Tadi kalian sempat bertemu nggak?"
"Seriusan? Aku nggak lihat tuh. Ah, apa aku harus balik lagi untuk menyapa calon kakak iparku?" goda Jiyong yang membuat Taeyang tersenyum kecut. Bukan apa-apa, tapi Jiyong tidak biasanya basa-basi seperti itu. Jiyong tampak senang sekali, pikirnya.
"Nggak usah lah, kau kayaknya buru-buru. Pasti Manajer Lee memintamu pulang lebih cepat untuk istirahat kan? Kau harus nurut dong, apalagi sebentar lagi kamu world tour."
"Yah, kalau begitu sampaikan salamku untuk Hyorin ya." kemudian Jiyong kembali ke dalam mobilnya dan mereka berpisah. Sesampainya di dalam, kekasihnya Taeyang, Min Hyorin sudah duduk dengan manis di meja paling pinggir yang mempunyai pemandangan paling indah.
"Hi babe. Sorry banget aku telat, barusan aku ketemu Jiyong terus ngobrol dulu deh." ujar Taeyang dan mencium kening wanita yang sudah bersamanya selama tiga tahun, anehnya Taeyang tidak pernah tidak dibuat kagum akan betapa cantiknya gadisnya itu setiap kali mereka bertemu. Hyorin tersenyum kecil dan segera meminta Taeyang untuk duduk.
"Chagi, aku..." ujar Hyorin dengan ragu-ragu. Beberapa kali ia mengernyitkan keningnya persis orang frustasi, dan hal itu membuat Taeyang juga tidak nyaman.
"Ada apa?"
"Aku melihat sesuatu yang sangat aneh. Kukira aku salah lihat, tapi tadi kamu bilang kamu bertemu Jiyong jadi aku semakin yakin dengan apa yang kulihat." agaknya Taeyang lega kalau Hyorin tidak membahas tentang hubungan mereka, namun kelegaan itu tidak berlangsung lama setelah ia sadar nama sahabatnya dibawa-bawa.
"Lalu?"
"Jiyong makan malam dengan seorang wanita." Hyorin terdengar terlalu serius untuk sesuatu yang sepele dan Taeyang juga menganggap kekasihnya ini berlebihan.
"Bukannya bagus? Akhirnya dia meluangkan waktunya untuk kencan sama Dara-noona." jawabnya dengan santai.
"... Masalahnya adalah wanita yang bersamanya itu bukan Dara-ssi." Hyorin terdengar kecewa. Taeyang yang tengah menikmati pastanya pun menghentikan kegiatan makannya sebelum nanti tersedak karena shock, namun tetap melanjutkan pertanyaannya untuk memastikan.
"Yah, siapa tau partner bisnis atau temannya gitu. Kita kan nggak tahu juga."
"Aku kenal kok siapa yang bersama dia! Itu Lee Jooyeon eks After School."
"Hah? Lee Jooyeon? Aku baru tahu mereka saling kenal." Taeyang berusaha menginag kemungkinan dimana Bigbang pernah bertemu After School, tapi ia tidak merasa mereka pernah melakukan perkenalan yang berarti. Selama ini yang biasa dilakukan artis-artis hanya sebatas menyapa satu sama lain kalau kebetulan bertemu saat bekerja atau diundang teman. Kalau Jiyong bertemu Jooyeon saat bekerja, aku pasti mengenalnya, pikir Taeyang.
"Aku juga! Aku kaget banget melihat mereka berdua begitu akrab. Sepertinya saat aku datang mereka sudah mau pulang, tapi karena sepertinya pembicaraan mereka intens dan seru sekali makanya mereka baru keluar beberapa menit sebelum kamu datang. Bahkan dia sampai tidak menyadari kalau aku disini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Get You // daragon
FanfictionSandara Park dan Kwon Ji Yong, atau kalian lebih mengenalnya dengan Dara 2NE1 dan G-Dragon BIGBANG mengakui pada dunia kalau mereka adalah sepasang kekasih. Kalian tidak salah baca: mengakui. Baik dari agency dan pribadi. Tapi bagaimana kalau sebe...
