9: Untitled; A Confession (1/2)

678 81 2
                                        

Sudah menjadi tradisi yang akan terus berjalan antara Bigbang dan 2NE1 untuk saling mendukung satu sama lain sebagai 'anak sulung' di keluarga YG, jadi Dara tidak memikirkan apa-apa lagi mengenai ajakan Jiyong untuk mendatangi konsernya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah menjadi tradisi yang akan terus berjalan antara Bigbang dan 2NE1 untuk saling mendukung satu sama lain sebagai 'anak sulung' di keluarga YG, jadi Dara tidak memikirkan apa-apa lagi mengenai ajakan Jiyong untuk mendatangi konsernya. Tidak ada juga alasan baginya untuk menolak, karena  Chaerin dan IU juga akan berada disana.

"Tentu saja aku akan datang." jawab Dara sembari tersenyum kepada Jiyong yang terlihat sedikit berbeda dari sebelumnya. Ia terlihat serius, terlalu serius bahkan untuk ukuran mengajak nonton konsernya yang sudah biasa ia lakukan. Bahkan sejujurnya kalaupun yang mengajak adalah Chaerin karena dia adalah salah satu bintang tamunya, Dara akan tetap hadir.

Oh, mungkin noona mengira ini biasa karena untuk hadir dan mendukung seperti itu sudah biasa diantara Bigbang dan 2NE1, pikir Jiyong. Menyadari fakta itu tidak membuatnya menjadi kecil hati, melainkan ia menjadi semakin semangat.

"Aku akan membuat konser yang tidak akan terlupakan, noona." ujar Jiyong dengan mantap.

Kemudian seperti biasa mereka kembali kepada kesibukan masing-masing. Jiyong segera kembali ke studio tempat ia berlatih koreografi untuk konsernya yang tinggal menghitung hari. Sebenarnya tidak terlalu banyak tarian yang dilakukan Jiyong karena ia sendiri lebih banyak untuk rap atau menyanyi, namun latihan ini tetap diperlukan agar tetap sinkron di panggung dengan para penari latar lainnya.

Sampai pada saatnya lagu Untitled, 2014 yang menjadi lagu yang terakhir dinyanyikan untuk menutup konser. Tiba-tiba langit menjadi mendung dan gelap, menandakan akan terjadi hujan yang mungkin akan menjadi hujan yang terakhir sebelum menyambut musim panas.

Perlahan para penari latar yang enerjik terlihat meninggalkan area panggung. Hampir tidak terlihat karena seluruh lampu di dalam studio dimatikan, bahkan Jiyong dengan khusus meminta mereka untuk tidak berlari karena menghindari suara kaki yang bertumpuan dengan panggung yang bisa merusak suasana hatinya untuk lagu ini. Sejak awal dirilisnya album ini, Untitled 2014 adalah lagu yang membutuhkan energi paling besar karena meski tanpa koreografi ia tetap memakan emosi.

Bercerita tentang penyesalan seorang Kwon Jiyong terhadap percintaannya di masa lalu, Untitled 2014 bukanlah lagu yang biasa didengar publik dari seorang G-Dragon penuh citra yang penuh percaya diri dan enerjik dalam setiap lagu yang ditulisnya. G-Dragon memiliki persona untuk memutar setiap cerita lewat lagunya, misalnya Crooked. Jelas-jelas Crooked adalah lagu yang menceritakan tentang kehidupannya sebagai idol namun juga manusia biasa yang bisa merasakan emosi bahkan sentimental terhadap suatu hal, namun Crooked dibawakan dengan irama yang upbeat dan orang-orang tidak akan menyadari makna lagu itu sebenarnya jika tidak benar-benar menyimak. Tetapi Untitled 2014 berbeda. Kali ini ia benar-benar bercerita dari sudut pandang Kwon Jiyong sesungguhnya, yaitu sudut pandang seorang pria biasa yang menyesali kepergian kekasihnya karena kesalahan dirinya sendiri.

Ia memejamkan matanya, bersiap-siap mengatur nafasnya yang tersengal-sengal setelah bernyanyi sekian lagu yang kebanyakan adalah lagu berupa upbeat dan rap. Dentingan piano pun terdengar bersamaan dengan verse pertama yang harus ia nyanyikan.

Get You // daragonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang