Love this song 👆🏻 dengerin sambil baca ya!!!
~||~
Mereka resmi berpacaran.
Syukurlah akhirnya Shafira bisa tidur dengan nyenyak tanpa mempertanyakan hubungan dirinya dengan Valdo. Tapi entah mengapa setelah Revaldo mengungkapkan bahwa dia adalah pacar Shafira, perempuan itu merasa canggung dengan Valdo.
"Besok ada temanku dari Jakarta kesini sama keluargnya, kita mau makan siang bareng, kamu ikut ya," seru Revaldo.
Usai menghabiskan waktu di Taman Safari Bali, kini mereka sudah keluar dari area Taman Safari dan menuju tempat peristirahatan Shafira yang masih juga di rahasiakan oleh Revaldo.
"Iya," Shafira menganggukan kepalanya. "Aku sebenarnya nginep dimana sih?" perempuan itu menatap Revaldo. "Bukan di rumah kamu, kan?"
Revaldo yang sedang menyetir mengalihkan sedikit pandangannya ke arah Shafira. "Kamu mau dirumah aku aja?"
Shafira buru-buru menggelengkan kepalanya. "Emang aku cewek apaan," gerutunya membuat Revaldo terkekeh.
"Aku tuh sebenarnya bingung mau booking-in kamar buat kamu dimana. Hampir aja sih kamu mau aku bawa ke rumah," sahutnya sambil terkekeh.
"Jangan macem-macem deh kamu."
"Tapi kira-kira kamu ada tujuan hotel yang mau ditempatin gak sebelumnya?"
Shafira mengerutkan keningnya. "Hah? Kok nanya gitu? Jangan-jangan kamu belum booking ya?" tanya Shafira panik.
"Udah kok. Tapi mau make sure aja. Hotel yang kamu mau 11-12 sama yang aku pesenin,"
"Aku sih gak neko-neko deh yang penting ruangannya tuh terang, minimalis. Gitu aja."
Revaldo menganggukan kepalanya. Belum sempat Shafira bertanya kembali, mobil yang dikendairai Revaldo memasuki sebuah pekarangan hotel bintang lima. Shafira tidak memperhatikan nama hotel tersebut hingga dia tidak tahu apa namanya. Namun begitu memasuki lobi, barulah dia tahu nama hotel yang akan ditempatinya selama 2 malam itu.
Begitu mobil berhenti di lobi, Shafira dan Revaldo segera turun dari mobil. Tidak lupa Revaldo mengeluarkan koper milik Shafira dan membawanya masuk ke dalam lobi, sedangkan mobil Revaldo sudah di bawa oleh petugas Vallet.
Memasuki lobby, Shafira dibuat terpesona dengan desain hijau dan kayu yang mendominasi. Deretan tanaman dipasangkan di dinding di antara barisan kayu sebagai latar belakang meja resepsionis, memberi kesan romantis yang homey bagi setiap tamu yang datang.
Shafira juga baru sadar bahwa hotel yang ini minim penggunaan pendingin udara, gantianya adalah banyak dan besarnya ventilasi udara yang langsung membuat Shafira sadar bahwa hotel ini berada di bibir pantai.
Selagi Revaldo check-in, Shafira memilih duduk di kursi kayu sambil memperhatikan desain interior yang baru diketahui Shafira adalah Alila Hotel Seminyak. Karena desain di lobi banyak menggunakan kayu, dia berharap bahwa kamarnya tidak akan terlalu bernuansa kayu.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk Revaldo melakukan Check-in karena setelah 5 menit, laki-laki itu sudah menghampiri Shafira dan mengajaknya ke kamar yang sudah di pesannya bersama dengan seorang pegawai hotel.
Begitu Revaldo membuka pintu kamar, Shafira langsung di suguhkan dengan pemandangan kolam renang yang langsung terlihat dan ruangan dengan desain minimalis. Dinding kamar diberi interior kayu cokelat tua untuk menyesuaikan dengan furnitur yang dominan dengan warna pastel dan coklat.
KAMU SEDANG MEMBACA
His Promises
Romance"Pernah gak sih kamu berfikir atau ngerasa kayak gitu? Ngebayangin kalau dunia kamu aneh dan kosong kalau gak ada orang yang kamu sayang?" Shafira menganggukan kepalanya. "Every time since I met you." Gumamnya pelan. "Dan aku udah pernah ngejalanin...
