Bab 11 - Bali part 4

13.2K 1.7K 70
                                        

~||~

                Pagi ini Shafira mendapat kabar bahwa lokasi makan siang bersama dengan teman Revaldo dibatalkan karena Revaldo berencana untuk memperkenalkan Shafira kepada teman-temannya sekaligus saat dinner nanti di restoran miliknya.

Shafira tentu saja menurut. Tidak lupa dia juga menanyakan dress code untuk makan siang yang langsung di sambut tawa oleh Revaldo. Menurut laki-laki itu Shafira memakai pakaian apapun tidak akan diusir yang langsung saja mendapat cibiran dari Shafira.

Karena tidak jadi makan siang bersama dengan teman-teman Revaldo, akhirnya Shafira memutuskan keliling Bali untuk membeli oleh-oleh karena besok siang dia akan kembali ke Jakarta. Revaldo? Tentu saja ikut untuk menemani Shafira membeli oleh-oleh.

"Kamu pulang malem kan besok?" Tanya Revaldo.

Saat ini mereka sedang berada di mobil dalam perjalanan menuju toko oleh-oleh pertama dalam list Shafira. "Siang, jam 11 gitu. Kenapa?"

"Kenapa gak malem?"

"Capek. Senin kan aku kerja," seru Shafira. "Belum nanti pesawatnya delay, pasti makin malem deh aku sampai rumah."

"Cuti gak bisa?" Kali ini Revaldo menatap Shafira karena kebetulan mereka berada di lampu merah.

"Gak kefikiran untuk ambil cuti. Lagipula ambil cuti itu harus 3 hari kerja sebelum cuti jadi aku gak bisa ajuin cuti," jelasnya dengan mata focus ke layar ponsel. Membalas satu persatu temannya yang meminta oleh oleh darinya.

"Ya udah nanti aku bilang ayah supaya kamu cuti hari senin,"

Shafira langsung menatap Revaldo. "Ish, gak boleh gitu! Tiket pesawat aku tuh yang gak bisa di reschedule jadi percuma,"

"Aku beliin yang baru?"

"Valdo!"

Karena kebetulan lampu berubah hijau, Revaldo berpura pura focus kembali ke jalan raya. "Kalau ayah buka kantor disini, kamu mau pindah, gak?"

"Aku gak suka daerah pantai kayak gini, panas," aku Shafira.

Revaldo mengerutkan keningnya. "Semua orang suka pantai, Fir."

"Tapi aku nggak."

"Why?"

"Ya panas. Aku gak suka kena matahari, aku gak suka pakai baju terbuka terus diliatin orang. Kalau mau naked di kamar mandi juga bisa, ngapain jauh-jauh ke pantai ? sok mau tanning tapi akhirnya ngegerutu kulitnya hitam karena abis dari pantai," jawabnya panjang lebar.

Revaldo jelas speechless. Dia jarang sekali ketemu perempuan yang menolak pantai. This is Bali we are talking about.

"Emangnya kamu suka liat aku pakai bikini terus diliatin orang? Aku jadi bahan fantasi mereka yang aneh-aneh?" Tanya Shafira.

Revaldo langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. Pria gila mana yang membiarkan pacarnya menjadi bahan fantasi laki-laki lain? Dia juga tentu tidak suka melihat laki-laki lain memandang Shafira terlalu lama.

"Terus kamu sukanya kemana?"

"Ya ke daerah yang adem gitu. Ke Jogja, Bandung, ya pokoknya sejauh mata memandang aku gak liat laut deh," serunya menggebu gebu.

His PromisesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang