Serasa aliran darah di tubuh So Eun berhenti mengalir saat merasakan tangannya di genggam erat oleh Kim Bum. Ini bukan yang pertama kalinya bagi So Eun. Kalau hanya sekedar berpagangan tangan sudah sangat sering ia lakukan bersama Myung So. Tapi kali ini entah kenapa terasa begitu berbeda.
Dan lagi sepertinya Kim Bum tadi melarikan diri dari pemilik kafe yang bahkan tak sempat menyelesaikan kalimatnya hingga tuntas. Tapi apapun itu sepertinya bukan urusan So Eun. So Eun lebih memilih mengenang kembali saat ia masih menduduki junior high school.
"Sekolahmu?"
Sekilas So Eun mengalihkan pandangannya dari gedung sekolahnya ke arah Kim Bum.
"Hmm." So Eun mengangguk dengan senyum mengembang di bibirnya.
Mereka berdua menatap ke arah sekolah So Eun untuk beberapa saat, sampai pergerakan kecil dari Kim Bum menyadarkan So Eun kalau tangan mereka masih saling menggenggam. Dengan cepat So Eun melepaskan tangannya dari genggaman Kim Bum, menggenggam dengan tangan lainnya tangan yang tadi di sentuh Kim Bum dan menggigit kecil bibirnya.
Sesaat suasana terasa begitu canggung. Hingga suara Kim Bum memecah kecanggungan di antara mereka.
"Sudah senja. Mari pulang."
Setelahnya Kim Bum langsung memasuki mobil tanpa menunggu So Eun. So Eun hanya menatap pungung Kim Bum yang kini telah menghilang.
•••
Inilah yang sangat ingin di hindari So Eun. Malam pertamanya. Ini juga salah satu alasannya So Eun bergegas ingin kembali ke Seoul. Kalau di rumah mereka tidak ada yang akan mengawasi sehingga So Eun sudah berencana tidur di kamar terpisah dengan Kim Bum.
Berlama-lama di kamar mandi sepertinya menjadi pilihan yang harus di ambil So Eun. Dan sepertinya itu pilihan yang tepat. Karena saat So Eun keluar dari kamar mandi, pemandangan Kim Bum tidur dengan pulas telah menantinya. Bagus, setidaknya So Eun tak perlu mencari alasan untuk menolak Kim Bum malam ini.
So Eun mendekat ke arah Kim Bum. Menaiki ranjang dengan perlahan agar tak mengganggu tidur Kim Bum. Sesaat So Eun mengamatinya. Dengkuran halus dengan napas yang teratur menandakan jika Kim Bum memang tengah pulas dengan tidurnya, membuat senyum mengembang di wajah So Eun
"Selamat." So Eun mengelus dada.
•••
Perjalanan menuju Seoul di lalui Kim Bum dan So Eun dengan kebisuan. Hanya mereka berdua yang menaiki mobil dengan Kim Bum yang mengemudi. Orang tua Kim Bum memilih naik kereta dengan alasan lebih nyaman. Dan So Eun yakin itu hanya akal-akalan mereka yang menginginkan So Eun memiliki waktu berdua bersam Kim Bum.
Akhirnya mereka sampai di Seoul. Tapi bukan rumah yang biasa mereka tempati yang menjadi tujuan Kim Bum. Sekarang mereka telah berdiri di depan sebuah rumah yang cukup besar dan megah di lengkapi taman yang luas, menambah kesan cantik untuk rumah itu.
So Eun terpana melihatnya. Rumah ini benar-benar indah dan sepertinya sangat nyaman untuk di tempati.
"Hadiah dari orang tuaku." Kim Bum bersuara, sekarang ia berdiri di samping So Eun.
Benarkah? Kenapa orang tua Kim Bum begitu royal dengan menghadiahi mereka rumah sebagus ini yang So Eun yakin harganya tak murah.
"Owh." Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut So Eun. Bukan rasa terima kasih atau syukurnya memiliki sebuah rumah nan megah dan mewah.
Sebenarnya So Eun bukan tidak tau rasa syukur dan terima kasih, hanya saja dari awal pernikahan ini memang bukan keinginan So Eun, jadi semewah apapun hadiah yang di dapatkannya dari pernikahan ini terasa hambar.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE EXAM OF LOVE (Complete)
FanfictionKesedihan akan kepergian sang kakak membuat So Eun terpuruk. Akan tetapi kesedihan itu semakin bertambah dikala orang tuanya memintanya untuk menikah dengan Kim Bum, suami kakaknya. Padahal orang tuanya tau dia memiliki kekasih yang masih mempunyai...
