Part 20

4K 353 33
                                        

Sekarang bukan hanya Kim Bum yang bersikap dingin, namun So Eun juga. Kim Bum jadi bingung sendiri melihat ulah istrinya beberapa hari terakhir ini. Dia telah mencari tau penyebabnya, tapi tidak menemukannya. Mereka memang hanya berkomunikasi seadanya, tapi rasanya tidak ada tindakan Kim Bum yang menyinggung So Eun.

Akhirnya Kim Bum memutuskan untuk bertanya pada ahjumna Song, karena menurut Kim Bum So Eun cukup terbuka dengan ahjumna Song.

"Apa So Eun ada bercerita pada ahjumna?" Tanya Kim Bum langsung saat ia menemukan ahjumna di tempat pencucian.

"Maksud tuan?" Balas ahjumna saat menyadari kehadiran Kim Bum dan melontarkan pertanyaannya.

"Beberapa hari ini So Eun berubah padaku. Apakah dia ada bercerita pada ahjumna? Mungkin saja dia tersinggung karena sikapku atau bagai mana?" Tanya Kim Bum seperti orang polos yang tidak berdosa.

'Kau tidak hanya menyinggung perasaannya, tapi kau menyakitinya Kim Bum.' Ahjumna bergumam dalam hati, menatap tuannya.

"Sebentar tuan."

Ahjumna melangkah kearah tumpukan cucian, mencari-cari disana hingga ia menemukan apa yang ia cari.

"Ini." Ahjumna menunjukkan noda bekas lipstik yang menempel pada  kemeja kerja yang dipakai Kim Bum tiga hari yang lalu.

Seketika Kim Bum terperangah melihatnya. Dia tidak tau dan tidak menyangkanya. Ini benar-benar di luar dugaan Kim Bum.

"Ahjumna, ini?" Pertanyaan Kim Bum terhenti. Dia syok.

"Terima kasih ahjumna."

Dengan cepat Kim Bum keluar dari tempat pencucian menuju mobil. Kim Bum segera meninggalkan rumah. Pikirannya kacau. Ia butuh tempat menenangkan diri.

•••

Sedari tadi Kim Bum tidak bisa fokus mengerjakan pekerjaannya. Otaknya masih saja memikirkan dan mereka ulang kejadian tiga hari lalu saat ia pergi melampiaskan kesedihannya di sebuah night club yang berada tak jauh dari kantornya.

"Kim So Eun, aku mencintaimu sayang." Ujar Kim Bum pada seorang yeoja yang duduk disampingnya, yang tadi di sewa Kim Bum untuk menemaninya minum.

Kim Bum melambai, mengisyaratkan agar yeoja itu mendekat. Yeoja itupun menyanggupinya, mendekat dan menempelkan tubuhnya pada Kim Bum. Saat itu Kim Bum masih memiliki kesadarannya walau sudah di ambang batas. Saat yeoja itu mendekat, aroma dari yeoja itu memenuhi indra penciuman Kim Bum. Bau yang menyengat membuat Kim Bum sadar.

"Kau bukan So Eun. Kau bukan istriku. Menjauh dariku."

Kim Bum melepaskan diri dari yeoja itu. Tapi yeoja itu terus saja menempelinya. Mungkin saat itu bibir si yeoja menempel di kerah baju Kim Bum dan meninggalkan bekas disana.

"Ya, seperti itu. Aku yakin itu." Kim Bum berucap pada dirinya sendiri setelah ia mengingat apa yang terjadi.

Hufh, perasaan lega menyelubungi hati Kim Bum. Tadinya ia sempat takut kalau-kalau ia sampai berbuat yang lebih jauh. Tapi untunglah sisa kesadarannya masih bisa mengatasinya hingga tak terjadi hal yang tidak di inginkan.

•••

Dirumah So Eun termenung sendiri. Dia mulai memikirkan arah dan tujuannya. Kemaren ia masih bisa tenang setelah mendengar kata-kata penghibur dari eomma Kim Bum. Mencoba untuk terus bertahan. Tapi kini So Eun sudah mulai lelah. Sepertinya hanya dia sendiri yang berusaha untuk memperbaiki keadaan, sementara dari Kim Bum tidak ada usaha sama sekali. Jadi kalau sudah begini, So Eun harus bagai mana?

Saat Kim Bum pulang dari kantor, So Eun segera berlari kebawah menyonsong kepulangan Kim Bum. Tapi bukan dengan senyuman dan tawa kebahagiaan seperti biasanya, layaknya seorang istri yang menunggu kepulangan suaminya. So Eun diam dengan wajah datar dan dinginnya.

THE EXAM OF LOVE (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang