Satu minggu telah berlalu. Dan gadis yang berulang tahun itu telah bangun dan bahkan mengganggu waktu tidur kedua orang tuanya. Pukul setengah 6 pagi tadi gadis itu bangun dan segera berlari ke kamar kedua orang tuanya.
"Eomma!!! Appa!!!" gadis itu berteriak seraya membuka pintu kamar kedua orang tuanya. Jiyong menggeram tertahan saat tidur indahnya terganggu. Ditambah wanitanya yang kini menyingkirkan tangannya yang melingkar di perut Sandara.
Satu yang ia syukuri pagi itu. Untungnya mereka tak melakukan olahraga malam, jika anaknya bangun dan melihatnya telanjang bulat. Ia tak tahu apa yang harus ia katakan pada gadis kecil yang bahkan baru menginjak umur enam tahun itu.
Nara segera mandi setelah membangunkan kedua orang tuanya. Dara membawa anak gadisnya dan mencium kening lebar suaminya yang masih merajuk akibat tidurnya terganggu. Semalam pria itu tak bisa tidur karena tugasnya yang masih menumpuk.
Meskipun Dara ikut begadang bersama pria itu, namun ia tak bisa egois dan memaksa Jiyong untuk mengurus anak gadisnya yang menjadi hiperaktif sejak seminggu yang lalu.
Nara terus berceloteh saat ia mandikan. Dan setelah gadis itu selesai dengan baju santainya, ia segera pergi ke ruang tengah untuk menunggu kedua orang tuanya bersiap.
Dara memasuki ruangannya dan tak melihat suaminya. Ia hanya mengangkat bahunya, berfikir bahwa pria itu berada di dapur dengan mug putih miliknya berisi kopi. Pria itu harus memiliki tenaga untuk hari ini yang sudah dipastikan akan sangat melelahkan.
Tamu yang diundang Nara bukan hanya teman-teman sekolah gadis itu. Melainkan teman-teman bermain gadis itu saat ia masih tinggal di dekat sekolahnya dulu, sebelum mereka pindah dan memutuskan untuk hidup bersama Jiyong.
Ketiganya memakan sarapan mereka sebelum bersiap. Staff dari toko perlengkapan pesta akan datang pukul sembilan dan mereka akan mulai mendekorasi kebun belakang rumah mereka bersama.
Acaranya akan diselenggarakan pukul tiga sore. Jadi, ia masih memiliki waktu untuk bersiap hingga para tamu yang mereka undang tiba.
Bell dari gerbang depan mengalihkan perhatian keluarga kecil yang sedang bersantai. Jiyong berbaring di sofa dengan paha kiri Dara sebagai bantalnya, dan Nara berbaring di sebelahnya yang lain dengan paha kanan Dara sebagai bantalnya. Tangan Dara mengusap pelan rambut keduanya.
Petugas yang diberi tugas untuk menjaga bagian depan memberi kabar bahwa staff dari toko perlengkapan pesta sudah datang. Dan seperti sebuah panggilan dari alam, gadis kecil yang berulang tahun itu segera beranjak dari tidurnya untuk berlari ke bagian belakang rumah.
"Eomma!!!! Mereka ada disini!!" ucap gadis itu berteriak.
Jiyong mendecakkan lidahnya tak percaya, "Gadis kecil itu sangat bersemangat. Ia bahkan tak ingat bahwa kita belum mengucapkan selamat ulang tahun padanya," ucap pria itu dengan senyum diwajahnya.
Dara tertawa pelan mendengar penuturan suaminya, gadis kecilnya itu memang sangat bersemangat hari ini. "Kita temui dia sebelum ia kembali berteriak," ucap Dara beranjak dari duduknya.
Mereka mulai mendekorasi taman belakang yang luas. Terdapat beberapa kursi dan meja untuk para tamu. Ada meja besar yang disiapkan tim untuk bolu ulang tahun gadis kecil itu.
Pukul dua, bagian katering datang membawa masakan yang beberapa hari lalu dipesan oleh Jiyong dan Dara. Bolu ulang tahun bertingkat dengan hiasan princess itu masih tertutup box.
Dara tertawa pelan membuat suaminya menoleh dengan kerut dikeningnya. Gadis kecil yang berada disampingnya bahkan melirik ibunya bingung. Keduanya saling memandang sebelum mengangkat bahu.

KAMU SEDANG MEMBACA
After Story : 5 Years Ago
FanfictionApa yang terjadi setelah dua orang manusia menikah? Tentu memiliki keturunan dan hidup bahagia selamanya. Itu merupakan pemikiran setiap orang setelah selesai membaca sebuah cerita dengan akhir yang bahagia. Apakah kisah mereka selanjutnya tak menar...