Sesuai rencana mereka tadi malam, hari ini mereka akan memeriksakan kandungan Dara dan melihat perkembangan baby Yongji yang semakin aktif setiap harinya. Nara bahkan mendengarkan dengan seksama hampir semua informasi yang diberikan oleh dr. Ahn.
"Apakah kalian sudah membicarakan dimana nyonya Kwon akan melahirkan?" tanya dr. Ahn
Keduanya saling melirik sebelum menggeleng, "Sepertinya kami belum benar-benar menentukan. Tapi aku ingin Dara melahirkan di rumah sakit. Jika memungkinkan aku ingin Dara sudah berada di rumah sakit satu minggu atau 3 hari sebelum hari kelahirannya" jelas Jiyong yang duduk dengan Nara dipangkuannya.
Dr. Ahn mengangguk mengerti, ia lalu melirik kalender yang berada di mejanya. Tangannya lalu bergerak menulis sesuatu, "Apakah nyonya Kwon masih bekerja?" tanya dr. Ahn
"Aku masih bekerja dan berencana untuk mengambil cuti pada akhir bulan ini" ucap Dara
"Saya menganjurkan untuk dimulai dari minggu ini karena usia kandungan nyonya Kwon sekarang bisa membuat nyonya Kwon lebih banyak mengeluarkan energi. Anda tidak dianjurkan untuk banyak bergerak dan jika bisa perbanyak bedrest karena kandungan anda saat ini cukup aktif dibandingkan sebelumnya" jelas dr. Ahn
Dara melirik Jiyong yang kini menatapnya, "Saya akan pastikan Dara berhenti bekerja mulai minggu ini" ucap Jiyong dengan senyum diwajahnya. Nara melirik kedua orang tuanya, apakah ini artinya ibunya akan selalu ada dirumah mulai sekarang?
Mereka berbicara mengenai beberapa hal sebelum dr. Ahn memberikan resep vitamin untuk Dara dan memberikan tanggal kisaran kelahiran baby Yongji.
---
Mereka tengah berada di sebuah pusat perbelanjaan, mereka memang tidak berniat untuk membeli kebutuhan baby Yongji karena keduanya berniat untuk membelinya langsung dari salah satu brand yang cukup terkenal dari Amerika.
"Apakah kita akan membeli barang-barang untuk baby Yongji?" tanya Nara yang berada di gendongan ayahnya dengan tangan menggenggam sebuah ice cream yang sama dengan ibunya.
Dara melirik suaminya lalu mengangkat bahu, "Tanyakan pada ayahmu" ucap Dara sebelum menjilat ice cream miliknya.
Jiyong melirik anak gadisnya lalu tersenyum, "Kau ingin membeli sesuatu untuk baby Yongji?" tanya Jiyong. Nara menganggukkan kepalanya semangat, "Let's go" ucap Jiyong
"Eomma, look" seru Nara dari sebuah section. Gadis itu menunjukkan sebuah tempat makan berwarna biru laut. Warna yang dipilih Nara dan Dara untuk bayi kecil mereka.
Mereka kini berada di sebuah toko dengan tulisan "Mom's Mom" di atas pintu masuk. Sebuah toko baju dan peralatan bayi yang cukup besar di Korea Selatan.
"It's cute baby" ucap Dara sebelum Nara memasukkan benda yang dipilihnya ke dalam keranjang belanjaan mereka.
Jiyong hanya memperhatikan keduanya dengan dirinya yang mendorong troley. Bukan ia tak diperbolehkan, ia hanya terlalu percaya pada dua makhluk yang sangat bersemangat untuk berbelanja kebutuhan adik bayi untuk Nara.
Mereka keluar dari toko yang menyediakan peralatan bayi. Dara berada di samping Jiyong dengan Nara berada di depan mereka. Membawa sebuah boneka berukuran sedang di pelukannya. Barang belanjaan mereka akan dikirimkan langsung ke rumah.
"Bisakah kita pulang sekarang? Kakiku sudah terasa sakit" ucap Dara, Jiyong menatap sekitarnya, mencari tempat yang bisa digunakan untuk istrinya beristirahat sejenak sebelum mereka memutuskan untuk pulang.
"Kita duduk disana terlebih dahulu, setelah kau tak lelah, kita pulang" ucap Jiyong lalu mencium pelipis Dara, "Baby, bisa kita beristirahat sejenak?" tanya Jiyong pada Nara yang berada di depan mereka.
Nara meliriknya lalu mengangguk, ia berlari kesamping ayahnya dan menggapai tangan ayahnya lalu ikut kemana ayahnya pergi.
---
Mereka berada di ruang keluarga, Dara berbaring di sofa dengan kaki yang berada di pangkuan Jiyong. Nara, gadis itu berada di bawah mengerjakan tugas bahasa inggrisnya. "Kau akan memilihnya sekarang? Jika aku tak salah, waktu pengiriman hanya 2 minggu" ucap Jiyong menjelaskan.
Mereka tengah berbincang mengenai pakaian yang akan dibeli Jiyong dari situs Online Carter's Baby. Dara menghela nafasnya, masih tak ingin berada jauh dari suaminya. Salahkan hormonnya yang terlalu merindukan suaminya itu!
"Appa" panggil Nara, Jiyong menatap anak gadisnya yang tengah merapikan bukunya. Gadis itu memasukkan bukunya ke dalam tas lalu menyimpan tasnya di samping sofa.
"Jangan simpan tasmu disitu baby, besok kau akan mencarinya. Simpan tasmu di kamar" ucap Jiyong, Nara dengan patuh menuruti kemauan ayahnya itu meskipun dengan bibir memaut.
Nara kembali ke ruang keluarga dengan boneka di tangannya, ia duduk diantara kedua orang tuanya, dan Dara secara langsung melupakan hormonnya itu. Ia segera memeluk tubuh mungil anak gadisnya.
"Kau akan pergi berbelanja lagi Appa? Mengapa tidak tadi?" tanya Nara yang memainkan kakinya.
"Aku akan berbelanja online baby, kita akan memilih barang yang akan kita beli lalu barang itu akan dikirim kemari beberapa hari yang akan datang" ucap Jiyong menjelaskan. Nara menganggukkan kepalanya mengerti, "Apakah kau ingin ikut berbelanja?" tanya Jiyong
"Bolehkah?" tanya Nara
"Sure, mengapa tidak? Kemarilah" ajak Jiyong. Nara berpindah tempat sehingga kini Jiyonglah yang berada di antara Nara dan Dara. Mereka membeli beberapa baju dan peralatan bayi yang menurut Dara dan Nara dibutuhkan oleh baby Yongji.
"Appa aku mengantuk" ucap Nara meregangkan tangannya, Dara melirik anak gadisnya,"Bolehkah aku tidur bersama kalian lagi?" tanya Nara melirik keduanya.
Jiyong melirik Dara yang kini menatapnya, "Mengapa tidak, ayo kita ambil sikat gigimu dan kita sikat gigi bersama" ucap Dara beranjak dari tempatnya.
Mereka kini berada di kamar mandi, Nara berdiri di stage kecil miliknya diantara kedua orang tuanya. Dara mengambil facial foam miliknya, mengaplikasikannya pada wajahnya yang kini penuh dengan busa.
"Itu apa?" tanya Nara menunjuk wajah ibunya,
"Itu adalah facial wash, sabun wajah untuk membersihkan wajah Eomma" ucap Jiyong menjelaskan.
"Bolehkah aku mencobanya? aku merasa wajahku kotor" ucap Nara menggosok wajahnya dengan kedua tangan.
Dara dan Jiyong tertawa mendengar ucapan Nara, "Kau masih terlalu kecil baby, sabun muka ini untuk orang dewasa" ucap Dara sebelum membasuh wajahnya, Jiyong mengangkat rambut Dara yang jatuh.
"Bukankah aku sudah besar? aku akan menjadi seorang noona sebentar lagi" ucap Nara dengan memanyunkan wajahnya.
"Jika kau sudah mencapai 17 kau baru boleh menggunakannya" ucap Dara mengacak rambut putrinya.
"Itu masih 11 tahun lagi" rengek Nara, "Aku ingin menggunakannya sekarang" ucap Nara dengan bibir terpaut.
Jiyong melirik istrinya, "Kita beli sabun muka untukmu nanti, oke? Sekarang kita gosok gigi terlebih dahulu lalu kita tidur" ucap Jiyong, Nara meliriknya lalu mengangguk dengan hembusan nafas kesal.
Nara berlari ke arah kasur setelah mereka selesai dengan urusan mereka di kamar mandi. "Ganti pakaianmu dulu, Nara" pinta Dara mengambil piyama milik anak gadisnya, Nara berdiri di sisi ranjang lalu membuka pakaiannya.
Jiyong yang melihatnya hanya bisa tertawa dengan gelengan kepala, anak gadisnya memang luar biasa. Ia hanya ingin tahu bagaimana anak gadisnya itu nanti setelah baby Yongji terlahir, apakah ia masih akan sangat manja? Terlebih pada ibunya.
Jiyong menarik perut Nara sehingga gadis itu menjerit dengan kaki menendang acak. Dara menggeleng kepalanya sebelum mengambil gaun tidurnya dan pergi ke kamar mandi. Dua pasang ayah dan anak itu memang tak bisa dipisahkan.
Akan bagaimana jadinya nanti jika baby Yongji terlahir dan perhatian keduanya terbagi. Dara hanya dapat menghela nafasnya, tak ingin begitu memikirkan yang belum pasti.
----

KAMU SEDANG MEMBACA
After Story : 5 Years Ago
FanficApa yang terjadi setelah dua orang manusia menikah? Tentu memiliki keturunan dan hidup bahagia selamanya. Itu merupakan pemikiran setiap orang setelah selesai membaca sebuah cerita dengan akhir yang bahagia. Apakah kisah mereka selanjutnya tak menar...