Jiyong pergi menemui wali kelas Nara untuk meminta izin bahwa anak gadisnya tak dapat hadir pada minggu depan. Setelah mendapat izin dari wali kelas dan pihak sekolah yang lain mereka segera pergi makan siang dan kembali ke rumah.
Jiyong kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya dan Dara segera membawa Nara tidur agar ia memiliki waktu untuk bekerja di rumah. Jabatannya kali ini benar-benar memiliki tanggung jawab yang besar. Ia tak bisa hanya malas-malasan di rumah sedangkan suaminya bekerja hingga larut malam.
Dan hari yang Nara tunggu-tunggu pun tiba. Gadis kecil itu telah siap dengan koper kecil berisi perlengkapan renangnya. Dan jangan lupakan peralatan istana pasir di dalamnya. Ia bahkan ingin membawa pasir disana untuk bisa tetap bermain pasir di rumah.
"Kau tak perlu membawa pasir ke dalam ember kecilmu itu baby, kita bisa membeli kolam pasir untukmu bermain di belakang jika itu yang kau mau" ucap ayahnya saat Jiyong bertanya apa saja yang gadis itu bawa di tas kopernya.
"Benarkah?" tanya Nara, Jiyong menganggukkan kepalanya.
"Jadi apakah kau tak membawa baju satu pun?" tanya Jiyong.
Nara menggeleng, "Aku membawa baju renang yang sama dengan Eomma" ucap Nara memainkan ujung kaosnya.
Mereka berada di jet pribadi milik Jiyong yang akan membawa mereka ke Singapura sebelum ke pulau Bintan dari Singapura dengan kapal pesiar. Ini akan menjadi liburan terbaik bagi Nara. Itu yang ibunya katakan.
"Kalian memiliki baju renang yang sama?" tanya Jiyong melirik Dara yang kini menatapnya.
"Yep, aku membelinya beberapa tahun lalu. Aku harap itu masih cukup" ucap Dara mengusap perutnya yang tak lagi rata.
"Kita bisa membeli baju renang yang baru jika itu tak cukup pada tubuhmu" ucap Jiyong dengan senyum mengagumkannya.
"Aku fikir itu masih cukup" ucap Dara dengan senyum manisnya.
"Well kita bisa lihat nanti" ucap Jiyong.
Mereka sampai di depan cottage yang cukup mewah. Dara tak dapat menghentikan decak kagum pada exterior design cottage yang akan ia tempati selama enam hari yang akan datang. Cottage dihadapannya sangat indah dan mengagumkan!
"Ada dua kamar di cottage ini. Satu kamar utama dan satu kamar lainnya adalah kamar tamu. Kita akan memakai kamar utama, Nara dan Mina mungkin akan berada di kamar tamu" Dara menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti.
Hari masih terlalu sore untuk mereka berada di kamar masing-masing dan dengan Nara yang terlalu bersemangat bermain di pantai membuat kedua orang tuanya mengikuti apa keinginan anak gadis mereka.
Nara memakai bikini ukuran tubuhnya yang ia claim sama dengan milik ibunya. Dan saat Dara membuka kamar mandi setelah berganti pakaian, Jiyong mengamuk dan mengatakan bahwa gadis itu tak diperbolehkan memakai baju seperti itu.
Pria itu bahkan mengancam untuk menguncinya dari luar.
Cukup kekanakan.
Dara kembali berganti pakaian dengan gaun selutut tanpa lengan, rambutnya ia biarkan terurai. Dengan wajah masam Dara berjalan disamping Jiyong yang bahkan tersenyum bangga. Ia sesekali mengerjai anak gadisnya dengan menendang air yang terbawa ombak.
"Appa aku mendapatkan ini" ucap Nara menunjukkan kerang laut yang ia temukan tak jauh dari tempat kedua orang tuanya beristirahat.
"Wow, kau hebat baby. Ingin mencari kerang laut bersama?" tanya Jiyong yang tengah menikmati sinar matahari bersama istri disampingnya.
Nara mengangguk semangat. Tentu saja ia mau, terlebih ini adalah kali pertama mereka berlibur ke pantai sebagai keluarga yang utuh. Ia memang pernah pergi ke pantai tapi hanya berdua dengan ibunya. Dan itupun sudah sangat lama, entah itu ingatannya atau hanya imajinasinya saja.
Jiyong beranjak dari duduknya untuk mengikuti kemana anak gadisnya itu pergi mencari kerang laut. Dara menghela nafasnya sebelum ikut beranjak di bantu oleh Jiyong.
"Appa!" teriak Nara dari kejauhan sebelum kembali mendekat pada kedua orang tuanya. "Bagaimana jika kita berlomba? Siapa yang mendapatkan kerang laut terbanyak dia pemenangnya dan akan tidur bersama Eomma nanti malam" ucap Nara dengan senyum di wajahnya.
Jiyong melirik istrinya sebelum kembali pada Nara. "Siapa takut? Aku yakin aku yang akan menang tikus kecil" ucap Jiyong menjulurkan lidahnya mengejek Nara.
"Bersiaplah untuk kalah kau Pak tua dan aku akan tidur bersama Eomma malam ini" ucap Nara sebelum berlari ke arah dimana ia melihat banyak kerang laut berada. Ia mengambil ember kecil yang ia gunakan untuk membuat istana pasir dan memungut beberapa kerang laut.
Jiyong mengikuti kemana arah Nara berlari, meyakinkan bahwa anaknya masih berada dalam pengawasannya. Ia melihat anak gadisnya dengan semangat memasukkan kerang laut ke dalam ember kecil.
Otak jahilnya kembali muncul dan ia dengan mengendap mendekati Nara. Mengambil ember kecil itu dan memasukan semua isi ember tersebut ke dalam ember besar miliknya.
Nara melirik ember yang cukup jauh darinya, "Ya!!! Appa itu milikku!!" teriak gadis itu berlari ke arah Jiyong yang kini telah berlari kecil menjauhi tempat Nara berada. Dara hanya dapat menggeleng kepalanya melihat tingkah keduanya.
Nara mendapatkan ember Jiyong dan kembali memasukkan kerang-kerang hasil temuannya. Pria itu mengacak rambut anak gadisnya yang dibalas tatapan tajam gadis itu. "Jangan terlalu jauh dari Appa, eum" Nara menatap ayahnya lalu mengangguk dengan senyumnya.
Gadis itu mengikuti kemana ayahnya pergi. Jiyong akan mengambil sebuah kerang laut dan memasukkannya ke ember dan Nara akan mengambilnya dari ember Jiyong dan memindahkannya ke ember kecil miliknya.
"Emberku sudah penuh dan milikmu hanya sedikit. Ayo kita pergi ke Eomma dan menghitung kerangnya!!" ucap Nara bersemangat.
"Eh?" Jiyong melirik ember miliknya dan mengerutkan keningnya. Setelah ia sadar apa yang baru saja terjadi, ia segera berlari mengejar anak gadisnya yang telah lebih dulu ke tempat ibunya berada.
"YA!! Kembalikan kerang milikku!!!!" teriak pria itu berlari.
Nara yang mendengar teriakan ayahnya segera berlari meninggalkan ember kecil miliknya. "Berlarilah tikus kecil jangan sampai aku menangkapmu!!" teriak Jiyong dari kejauhan.
"EOMMAAAA!!" Nara berteriak dengan gelak tawanya.
Dara sekali lagi hanya dapat menghela nafas dan menggeleng, tangannya mengusap perutnya. "Aku sudah tak sabar untuk bertemu denganmu Yongi-ah" ucap Dara dengan senyum di wajahnya.
Nara melewati Dara yang berdiri di pinggir pantai dengan selendang menyelimuti pundaknya. Jiyong melewati gadis itu juga dengan langkah seribunya. Siapa sangka jika gadis berumur enam tahun itu dapat berlari cukup kencang.
"Appa geumanhae" ucap gadis kecil itu sebelum tubuhnya menabrak seorang wanita. "Ouch" rintih Nara yang terjatuh diatas pasir.
"Eoh, are you okay little girl?" tanya wanita yang ditabraknya.
"Nara, kau baik-baik saja?" tanya Jiyong dengan nada khawatir.
"Jiyong?" pria itu mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang baru saja memanggilnya. Dara berdiri tak jauh dari tempat mereka mengerutkan keningnya karena pria itu seakan mengenal wanita yang baru saja ditabrak oleh anaknya.
"Kiko? Apa yang kau lakukan disini?" tanya pria itu.
---

KAMU SEDANG MEMBACA
After Story : 5 Years Ago
FanfictionApa yang terjadi setelah dua orang manusia menikah? Tentu memiliki keturunan dan hidup bahagia selamanya. Itu merupakan pemikiran setiap orang setelah selesai membaca sebuah cerita dengan akhir yang bahagia. Apakah kisah mereka selanjutnya tak menar...