Ruang Gelap.

127 7 0
                                    

Aku bersamamu didalam ruang gelap, yang dibangun dari kayu kokoh yang diberi nama kepercayaan.

Aku yang membangun ruang itu. Dari pohon yang ku tanam sebelum mengenalmu.

Aku memotongnya rapi, aku berharap kamu nyaman dengan ruang ini.

Tapi aku lupa memberi celah, aku lupa memberi lampu. Ruang itu menjadi gelap, kau jadi kepanasan, pengap.

Kemudian,
Kamu membakar ruang itu dengan egomu.
Agar tak menjadi gelap, agar kau tak lagi pengap, Pikirmu.

Tetapi aku tak sempat keluar, dan aku sudah terlanjur terbakar.

Sekarang abu-ku terbang disekelilingmu.
Aku bersyukur, aku tetap bersamamu meski berbentuk abu.

Tentangmu; Masalalu Yang Tak Pernah Usai.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang