Teriakan demi teriakan terus bergema di ruangan itu, ruangan yang lebih mirip kamar mandi umum itu mulai basah oleh cairan kental berwarna merah yang menghiasi dindingnya.
"hush... kau berisik sekali"
Buk... buk.. bukk
Tiga pukulan lagi bersarang di rahang pria yang hanya memakai celana pendek itu, tangan dan kakinya terikat kuat di kursi sementara mulutnya yang sudah di sumpal masih mengeluarkan suara teriakan tertahan.
"Baiklah kita mulai ini dari awal lagi, mengapa kau menepuk bokong wanita itu?"
Pria jangkung dengan mata sehitam malam itu menggulung lengan kemeja hitamnya sampai sesiku.
"kau tau jika wanita itu milikku" Pria itu mulai mengambil sebuah pisau kecil yang terlihat sangat tajam, mata pria yang terikat itu mulai melebar dan menggeleng-gelengkan kepalanya dengan panik. "ohhh ayolah kau tau aku tidak akan membunuhmu, tidak tidak... aku hanya ingin memberikan kau hadiah, aku tidak perduli apa yang wanita itu katakan, dia milikku"
Pria jangkung itu mengambil telapak tangan kanan pria yang terikat itu dan mulai mengirisnya dengan bentuk abstrak, tidak cukup dalan untuk memutuskannya namun cukup dalam hingga akan menimbulkan bekas.
"ini hanya peringatan untukmu, jika kau melakukannya sekali lagi kau akan tau seperti apa rasanya neraka"
Pria itu kemudian memotong-motong jeruk nipis yang ada di mejanya dan memerasnya di atas luka pria itu. Teriakan tertahannya menjadi musik di telinganya.
"Boss nona Zelena ingin menemui anda"
"suruh dia tunggu di ruang kerjaku"
Bawahannya langsung keluar dari ruangan itu setelah mendengar perintahnya.
"Kau tunggulah disini, aku akan kembali lagi" Pria itu mencuci tangannya sampai bersih sebelum mengambil jasnya yang di gantung di depan pintu. Dia berjalan dengan santai ke ruang kerjanya yang menyatu dengan perpustakaan pribadinya.
"ahh Zelena, kau mau minum?" tanyanya dengan santai sambil berjalan kebelakang bar, mengabaikan wanita dengan rambut coklat kemerahan yang sudah murka itu.
"Kau kemanakan sepupuku?!"
"sepupumu yang mana?"
"Kau tau yang mana Hades! kau kemanakan dia?!" Hades hanya menghembukan nafas lelah dan meneguk minumannya dengan santai.
"dia masih hidup kau tenang saja besok dia akan kembali, utuh. Mungkin hanya sedikit tergores"
Mata hijau Zelena membulat dengan nafas yang tidak teratur tangannya sudah terangkat ingin menampar wajah Hades namun dengan cepat dia menahannya.
"aku masih menyukai wajahku terimakasih" Hades melepaskan tangan Zelena dengan kasar, baginya dia tidak perlu persetujuan Zelena untuk menjaga apa yang manjadi miliknya.
"Kau iblis Hades"
"Hades itu raja underworld babe bukan iblis, kurasa kau harus lebih sering membaca buku sejarah bukannya mencampuri urusanku"
"aku tidak akan mencampuri urusanmu jika kau tidak terus menerus mengganggu hidupku! Dan aku yakin nama aslimu bahkan bukan Hades"
"nama asli sesorang bisa sangat berbahaya, terutama untuk orang yang menggeluti dunia sepertiku dan kau tau apa yang harus kau lakukan agar aku berhenti mengurusi urusanmu Zelana"
Mata hitam itu mulai berubah melembut, tangan Hades terangkat dan membelai pipi Zelena dengan jemarinya.
"kau hanya perlu mengatakan iya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Just One Shoot Story
Short StoryBerisi kumpulan one shoot story kebanyakan tentang romance dan terinspirasi dari film, novel atau lagu dan disetiap bab author kasih keterangan dari mana author mendapatkan inspirasi tersebut. Author hanya meminjam nama tokoh utama tanpa manjiplak c...
