1. Awal Pertemuan

54.4K 6.9K 2.6K
                                        

Suara langka puluhan kaki menghidupi lorong penghubung antar kelas, rasa sesak bagi beberapa siswa(i) saat ingin melewati lorong tersebut. Membludaknya manusia-manusia yang ingin menuntut ilmu memenuhi tiap sudut sekolah.

Teng...Tong...Ting...Tong...

Suara bel pengumuman berkumandang dengan gagahnya menyalurkan suara yang membuat sebagian besar siswa menaruh atensinya kepada benda tersebut.

"Disampaikan kepada seluruh siswa baru agar berkumpul di Aula sekarang juga, Terimakasih~"

Siswa-siswa yang merasa dirinya merupakan murid baru dengan sigap dan berdesakan agar segera menuju kearah aula besar sekolah. Dari ratusan siswa baru terdapat seorang siswa yang memiliki mata tajam mengedarkan pandangannya ketiap sudut Aula dan,

BRUK!

"Eh kalau jalan tuh make mata, maen nubruk aje."

"Dimana-mana tuh kalau jalan tuh make kaki, bodoh. Punya kaki mata lu hmm Akhiel Gioffer. Agus?"

Siswa yang menabrak siswa mata tajam itu mengelak tak ingin mengakui kesalahannya sembari membaca name tagnya lelaki yang ditabraknya.

"Terserah, btw nama kamu siapa?" tanya siswa yang ditabrak tadi .

"Rakha Kavindra Huang." jawab siswa pelaku penabrakan tadi.

"Oh kalau begitu mari berteman."

Akhiel mengulurkan tangannya sembari tersenyum imut membuat Rakha mendesis sebal lantaran terserang cutiest attack dari Akhiel.

'Anjir gemesss bangettttt' - jerit sanubari Rakha.

"Iya salam kenal yah, Akhiel?"

"Panggil Gio aja."

"Oke."

Kedua siswa tersebut menduduki kursi dibarisan ketiga dari depan sembari menaruh atensinya kepada beberapa anggota osis yang sedang lalu Lalang didepan sana mempersiapkan kegiatan penerimaan siswa baru.

"Ekhmm Tess..Tesss.."

"ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAH WABARAKATUHHHH~~"

"WAALAIKUMSALAM WARAHMATULLAHI WABARAKATUHH~~ "

"SELAMAT PAGI ANAK-ANAKK, PERKENALKAN SAYA PAK SOMANTO SELAKU KEPALA SEKOLAH SMA ANTARIKASA 69, WELKOM TO THE JUNGLEEE."

"SANTAI AJA KALI PAK GA USAH NGEELPIJI!" teriak salah satu siswa yang kulitnya agak hitam—buluk yang berada di sudut aula membuat seluruh siswa baru terkejut bukan main.

"HEH KURANG AJAR KAMU YAH NGELAWAN BAPAK!"

"BACOT PAK XIXIIXIX."

"Astagfirullah kurang aja sekali mulutnya, siapa itu?" tanya pak Takdir ingin sekali menyambit mulut siswa barunya.

"HAIKAL SANJAYA PAK!" teriak siswa/siswi dengan serempak.

"Ohh cucunya pak Soman, pantes aja kurang ajar." celutuk pak Raden membuat pak Takdir. mengurungkan niatnya untuk menyambit mulut siswanya.

"UDAH-UDAHH, UNTUK MENGHEMAT WAKTU SAYA SERAHKAN KEPADA KETUA OSIS SMA ANTARIKSA 69, ZAYN ALCAZAR!"

Ketua osis yang baru saja disebutkan namanya hanya menampilkan ekspresi datar kaya dada kamu saat menanggapi kepala sekolahnya itu.

"KYAAAAAAA GANTENG BANGETTTT." teriak siswi 1.

"WOYY JODOH AINGGGG." teriak siswi 2.

"KAKKKKK BAWA AQU KEPELAMINANNNN." teriak siswi 3.

3G || 00 Line [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang