35. Laptop Legend

10K 1.4K 251
                                        

Setelah seminggu laptop lejen si Sean disita Jendra akhirnya dikembaliin beserta flashdisk dll, Sean mah auto sungkeman sama Jendra. Jadi minggu kemarin tuh Sean dihukum sama Jendra soalnya nyimpen laptopnya sembarangan dan berakhir laptop lejend itu dimainin sama Iptu dan mendapatkan sebuah folder kesukaan Sean.

*Flashback*

Para komplotan barongsai ini pada ngumpul dirumah Keenan, numpang makan soalnya ayah Keenan lagi syukuran atas lancarnya proyek yang sedang ia kerjakan jadi bunda Keenan masak banyak terus ajakin teman-teman anaknya untuk kerumahnya.

Keenan melihat ponselnya saat deringan notif grup chat mereka berbunyi, Keenan melihat kabar teman-temannya sudah pada otw, dirumahnya baru ada Iptu yang tadi ia jemput sekalian beli cemilan untuk para cecunguk.

"Abang." panggil Iptu.

"Hm?"

"Dipanggil sama bunda, bantuin pasang gas katanya." ucap Iptu memanggil Keenan dikamarnya.

"Oh? Bentar."

Keenan beranjak dari sofa kamarnya dan menuju dapur melihat bundanya sedang jongkok didepan tabung gas berwarna biru itu.

"Kenapa, bun?"

"Ini gasnya abis, bunda ga tau pasangnya." ucap sang bunda.

"Sini sama kaka aja, ayah emang kemana?" tanya Keenan mulai memasang gas.

"Keluar dulu beliin bunda buah, lagi kepengen ngerujak haha."

Keenan hanya terkekeh ringan melihat bundanya senang, Keenan sadar bahwa bundanya ini masih sangat muda dan berjiwa anak remaja, iya soanya bunda Keenan menikah saat umur 18 tahun dan hamil saat umur 19 tahun.

"Nih udah, ada lagi?" tanya Keenan.

"Tata air mineral aja, kak. Jangan lupa ajakin Iptu makan kue. Makasih kaka."

Keenan hanya mengangguk patuh lalu mengangkat 2 buah dus air mineral kearah ruang keluarga, Keenan melihat Iptu lagi sibuk mengunyah kacang rebus yang dikasih sama bundanya tadi.

"ASSALAMUALAIKUM ATOKK? OH ATOKKK"

Keenan mendengus sebal berjalan diikuti sama Iptu kepintu utama rumahnya, dilihatnya teman-temannya sudah pada sampai.

"Masuk gaes." ucap Keenan membuka lebar pintu rumahnya.

"Bunda cantik mana, Keen?" tanya Shaka.

"Lagi masak, nape sih lu gatel amat sama emak gua." sinis Keenan.

"Cakep soalnya hehe, gua kedapur yah bantuin." ucap Shaka diikuti sama Han dan Felix, selebihnya duduk santai diruang keluarga.

"Keen, gua kekamar lo yah, gue ada kerjaan dikit mau zoom sama bos." ujar Sean.

"Gas."

Sean memasuki kamar bernuasa maskulin itu dan memulai kerjaanya, sekitar 30 menit zoom mereka akhirnya berakhir dan Sean kebelet berak meninggalkan laptopnya yang masih menyala diatas meja belajar Keenan.

"Bang Se? Loh gaada?" beo Iptu memasuki kamar Keenan.

Iptu hanya melihat laptop lejend Sean masih menyala, dengan rasa kekepoan yang tinggi Iptu mendekat dan membuka-buka isi laptop Sean mencari apakah ada game disana, nyatanya ia hanya mendapatkan sebuah folder kesukaan Sean.

"Apaan nih kebaya merah?" beo Iptu.

Dikliknya video berdurasi 10 menit itu, mata polos itu hanya membola dan terhenyak mendengarkan sound dari video itu. Tanpa disangka ada Jendra yang memasuki kamar Keenan dan melihat kelakuan anak kecil itu.

3G || 00 Line [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang