"Alsava Ayunina Claretta Zachira bangun oy, udah magrib nih"
Sava terlonjak dari kasur dan melihat jam dinding saat mendengar teriakan kakaknya.
Ia berdecak saat melihat masih jam 7 pagi. Sava buru buru keluar dan menghampiri kakaknya.
"Sejak kapan magrib jam 7 pagi" kata sava dan memukul bahu kakaknya.
Dika tak menggubris Omelan sava, ia segera menarik tangan adiknya supaya ikut.
"Kak mau kemana?" Tanya dara saat melihat kedua kakaknya buru buru.
"Latihan basket, ikut ajalah" kata Dika yang masih menarik sava.
Dara mengangguk lalu mengikuti kedua kakaknya sedangkan sava hanya menurut saja. Toh kalo dia berontak akan sia sia karena Dika lebih kuat.
***
Mereka bertiga memasuki lapangan dan melihat semua temannya yang sudah bermain.
Setelah meletakkan tasnya di tribun, Dika dan dara segera ke lapangan sedangkan sava duduk diam melihat mereka bermain.
Sava melihat elang yang kini melihatnya yang duduk.
"Sav sini" kata Dika yang sudah mendribble bola sedangkan sava menggeleng
Dika melempar bola kearah sava yang duduk di tribun dengan kepala yang menelungkup antara lutut membuat semua orang melongo melihat Dika.
"Bang kalo sava kena gimana? Sakit woy, kasian" kata elang yang terlihat panik sedangkan Dika hanya terkekeh menanggapi ucapan elang.
Tak lama kemudian mereka melihat sava yang sudah mendribble bola kearah mereka, sava segera mengumpan bola ke kakaknya.
"Lo bisa main kagak" kata sava melihat kakaknya yang tak merespon dan mendribble bola.
Sava segera balik ke tribun karena ia masih ngantuk.
Melihat sava yang balik ke tribun, Dika melempar bolanya ke arah sava lagi membuat adiknya itu berbalik dan melempar bola kearah Dika.
"Gue ajak Lo kesini itu buat latihan, bukan tidur"
"Yang nyuruh Lo ajak gue siapa? Kan gue gak minta" kata sava
Setelah 1 jam latihan mereka meluangkan waktu istirahat sebentar dan menikmati segarnya air putih yang mereka bawa dari rumah.
"Masih ngantuk?" Tanya dika dan duduk disamping adiknya.
"Kagak"
Dika terkekeh saat melihat elang mencuri curi pandang untuk melihat adiknya sedangkan sava hanya melihat lapangan kosong didepannya.
"Gue punya tantangan buat Lo" sava menaikkan sebelah alisnya mendengar bisikan kakaknya
"Lo tanding sama elang, kalo Lo menang gue beliin novel terjemahan di Jogja yang limited edition"
"Kenapa sama elang coba? Kan banyak temen Lo yang lain?"
Sebenarnya sava tergiur tawaran kakaknya karena novel yang ia taksir tidak ada disini tetapi sudah ada dijogja, tetapi kenapa malah tanding sama elang. Tapi nanti kalo ditolak sayang, kan kakaknya jarang mau beliin novel apalagi harganya selangit.
"Terserah. Kalo Lo gak mau ya gapapa. Gue gak maksa" kata Dika
Sava segera mengangguk dan berdiri. Ia tak mau melewatkan masa dimana Dika mau membelikannya novel.
"Okay gue pegang omongan Lo, jangan PHP" kata sava dan mengambil bola dan mendribblenya.
"Lang tanding sama gue yuk"
KAMU SEDANG MEMBACA
Datang Dan Pergi
Dla nastolatkówAku tidak tau tentang dirimu, tetapi takdir telah mempertemukan kita tanpa sengaja sehingga aku mengenalmu lebih jauh, lebih dari apa yang aku bayangkan dan itu semua membuatku berharap lebih padamu. Tetapi disaat aku nyaman kamu malah pergi seenakn...
