"Sav selamat menempuh kehidupan yang baru" kata tari
Sava menaikkan sebelah alisnya mencoba mencerna ucapan tari.
"Lo pikir gue habis nikah" tari terkekeh mendengar ucapan sava dan bergegas ke gerbang karena putra sudah menunggunya, sedangkan sava masih membereskan beberapa buku.
Saat ia sedang menuju parkiran ia melihat elang bersama dengan Bianca, ia sempat berhenti lalu memutuskan untuk pulang jalan kaki.
"Lo gak liat apa, sava liat noh" kata salah seorang siswa
"..."
Setelah mendengar ucapan siswa itu, sava sedikit berlari supaya elang tidak mengejarnya. Dan beruntunglah sekarang ia sudah menaiki taksi dan segera pulang.
Saat ia sudah sampai dirumah, ia segera menuju kamar untuk ganti baju lalu menikmati angin di balkon.
"Kalau tau gini ceritanya, ngapain gue berharap lebih ke elo anjir.kesannya kayak gue bodoh banget yak" batin sava
Tak lama kemudian Dika memukul bahu sava ringan, sedangkan sava hanya melihat sekilas tak tertarik berantem dengan Dika.
"Kenapa Lo?"
"Gapapa, Lo sendiri Jogja Mojokerto kayaknya Deket banget yah" Dika mengangguk menyetujuinya, karena ia sudah biasa bolak balik Jogja Mojokerto.
"Makannya nanti kalo kuliah ke Jogja aja biar bisa rasain rasanya gimana" sava menggeleng cepat
"Gue ke Barcelona"
"Ke Korea aja sama gue, Lo bukannya demen sama oppa oppa Korea?"
"Bukan gue, tapi dara. Lagian kalo gue ke Korea kita samaan dong. Kagak seru" Dika mengangguk setuju, pasti ceritanya bakal samaan.
Tak lama kemudian ponsel sava berbunyi.
"Gebetan Lo nyariin?"
"Gue gak punya gebetan bangke" kata sava dan mengangkat telepon dari elang.
"Hmm"
"Nanti habis magrib belajar bareng kuy, lebih tepatnya ajarin gue"
"Hmm"
"Eh tapi belajarnya lewat video call aja ya, gue nggak mau ngajak Lo keluar malem malem"
"Y"
"Okay see you"
Sava Tak merespon dan mematikan telpon secara sepihak. Sedangkan Dika melihat sava.
"Lo telponan apa chat sih, balesnya hmm hmm doang" kata Dika sedangkan sava menaikkan kedua bahunya.
"Lo tuh ya, muka imut baby face gitu. Tapi cueknya minta ampun, kagak pantes Lo"
"Bodo amat, Lo sendiri sama kali muka oke tapi masih jomblo. Apaan coba"
"Tenang aja kalo gue S2 di Korea gue bakal cari cewek"
"Kenapa sama orang Korea?"
"Memperbaiki keturunan"
"Katanya mau produksi anak lokal"
" Nanti gue pikir lagi deng, kan cuma pacaran" sava mengangguk sebagai respon.
Lalu Dika memutuskan untuk masuk kedalam, sedangkan sava memilih diam dibalkon dan tak ingin melakukan apa apa. Ia hanya menunggu langit berubah hitam dan menunggu bintang bersinar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Datang Dan Pergi
أدب المراهقينAku tidak tau tentang dirimu, tetapi takdir telah mempertemukan kita tanpa sengaja sehingga aku mengenalmu lebih jauh, lebih dari apa yang aku bayangkan dan itu semua membuatku berharap lebih padamu. Tetapi disaat aku nyaman kamu malah pergi seenakn...
