N E W F E E L

3.4K 162 1
                                        

BACKGROUND SONG : WIND -JONG SEUNG HWAN
.
.
.

Mobil hitam itu kini berhenti di depan apartemen milik sean.

Sedang nathasya masih duduk terpaku tanpa suara, ia merasa tak ada yang perlu di ucap kan dan langkah terbaik adalah keluar dari mobil dan pergi ke kamar.

Setelah sampai di basment parking area, nathasya turun di susul oleh Sean di belakang nya.

Nathasya menatap tak percaya, sean mengikuti nya.

Apa lagi ini? " tanya nathasya kesal.

Ini apartemen ku! Dan aku berhak masuk atau tinggal di sini " ucap sean meledek nathasya, meski raut wajah nya tak berubah.

Jujur saja sean ingin tertawa terbahak saat melihat expresi malu nathasya, karna bertanya sperti pemilik apartemen.

Tapi yaa, apartemen ini memang milik nathasya, Sean membeli nya atas nama Nathasya.

Dan itu pun tanpa sepengetahuan Nathasya.

Stelah menyadari sikap bodoh nya, nathasya hanya memilih diam dan berjalan cepat ke dalam kamarnya.

Sedang Sean hanya menatap penuh tawa yang ia tahan.

Bisa bisa nya dia bersikap masa bodo setelah berbuat seperti itu!! " ucap nathasya kesal.

Entah berapa Lama lagi aku akan tinggal bersama nya, rasa nya ubun ubun ku akan meledak! " batin Nathasya.

Tak ada yang ia lakukan selain menenggelamkan wajah di dalam bantal nya.

Ia menghela nafas nya berulang ulang, membuang semua rasa sesak di dada nya.

Gadis itu pun kembali terduduk, ia teringat kisah cinta ayah dan ibu nya yang sangat rumit namun berakhir dengan kemenangan sang ayah, meski pada awal ayah sangat membenci ibu nya.

Apa kisah itu akan terjadi lagi pada nya, apa mungkin ia akan mencintai Sean si manusia batu itu.

Tapi, jika melihat sikap Sean. Nathasya merasa bahwa ia dan Sean dulu memiliki hubungan.

Hingga Sean sangat tau apa yang Nathasya sukai dan benci.

Laki laki itu tampak sangat mengenal diri ku?? " helaa Nathasya frustasi.

Tapi untuk sementara nathasya berfikir bahwa ia tidak boleh terlihat memikirkan hal ini, apa lagi terlihat memikirkan Sean

Laki laki itu akan semakin besar kepala " ucap nathasya jijik.

Namun tiba tiba saja terdengar suara pecahan piring dari dapur, mendengar suara tersebut Natahsya segera menghampiri dan melihat Sean yang terduduk seraya membersihkan serpihan beling.

Oow..!! " ringis Sean saat jari nya terkena pecahan piring.

Sontak saja Nathasya mengambil jari yang penuh darah itu dan membersihkan nya dengan tissue.

Kenapa tidak hati hati! " gumam Nathasya kesal, sedang tangan nya terus menghentikan aliran darah yang mulai mengurang.

Melihat sikap nathasya yang sangat manis pada nya membuat nya ingin terus terluka agar ia terus di perhatikan selembut ini oleh gadis nya.

Dengan cepat Nathasya sudah menutup bekas luka Sean dengan plester.

Kedua mata itu pun bertemu tampak wajah Sean tengah mengukir seutas senyum manis yang semakin membuat wajah tegas nya terlihat tampan.

Sementara nathasya segera memalingkan wajah nya, dada nya tiba tiba berdegup kencang.

Thankyou..! " ucap Sean lembut

Nathasya hanya mengangguk kemudian membersihkan kotak p3k dan bergegas pergi.

Namun saat kaki nya hendak melangkah sean menahan nya dengan menarik tangan mungil nathasya.

Dan kedua nya kini terlihat tampak tengah berpelukan.

Jangan pergi" gumam sean terdengar hangat di telinga nathasya.

Nathasya hanya mengernyitkan kening nya tak mengerti, bukan kah mereka tinggal satu atap dan selalu dekat.

Apa maksud nya dengan mengatakan jangan pergi " batin Nathasya tak mengerti.

Mmm, sean aku harus menyimpan ini " ucap nathasya pelan.

Sean hanya menatap tak memberi jawaban.

Apa kau bahagia tinggal bersama ku? Apa aku membuat mu semakin sulit?  Katakan nath " tanya Sean tiba tiba.

Aku.." ucap nathaysa terputus.

Aku ingin mendengar apa pun keluhan mu, agar aku dapat melakukan sesuatu yang dapat membuat mu nyaman dekat dengan ku, aku tidak ingin kau tertawa dengan laki laki lain " lirih Sean yang kini menungkup wajah mungil Nathasya.

Mendengar ucapan sean, nathaysa membulatkan mata nya.

Ia sama sekali tak mengerti maksud dari ucapan sean, ia teringat pada Christ .

Apa dia cemburu pada Christ??? " fikir Nathasya semakin tak mengerti.

Tapi kenapa?  Apa dia mulai menyukai ku? " batin nya, yang tak sengaja mengukir senyuman.

Nath, kau tak akan menjawab pertanyaan ku? " tiba tiba ucapan sean membuyar kan lamunan nathasya.

Ahh, sean aku butuh waktu jika aku sudah menemukan alasan aku akan mengatakan apa yang bisa kau lakukan, tapi untuk saat ini berhenti mengikuti ku!! Ku mohon " jawab nathasya tegas.

Rasa nya kali ini ia harus menguji laki laki berwajah ess ini untuk mengetahui semua masa lalu yang ia lupakan.

----------------------------------

Jangan lupa vote yaa
.
Happy readding

Happy readding

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
MY LITTLE BRIDE - ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang