Romance story for 15th ®
**stories2 from My Second Life**
Kisah cinta ini adalah kisah cinta ter abadi sepanjang masa..
Karna kedua pasangan yang saling jatuh cinta sejak mereka kecil ternyata terus tumbuh saat mereka dewasa.
Namun hal naas harus...
Malam yang sudah di nanti oleh seluruh staff juga para petinggi kini telah di mulai.
Cahaya lampu juga penataan meja sudah sempurna, gadis berambut pirang tampak menatap ulang layar tablet nya
Memastikan konsep dan penataan nya sudah benar.
"Paulo, tolong podium Mc di ujung sana bisa di tarik ke tengah sedikit, karna dari sudut depan tidak terlihat " ucap ellena seraya mengarah kan posisi dan di angguki oleh paulo.
"Nona anda bisa bersiap, ini sudah pukul enam sore,tak lama lagi para tamu. juga keluarga anda akan segera datang! " ucap paulo sopan
"Baik lah, hubungi aku jika ada yang tidak beres! " pinta ellena seraya meninggalkan aula.
Para tamu mulai bertangan, semua tampak mengenakan pakaian warna hitam, sesuai adat kebiasaan di sana.
Stuart mengernyitkan kening nya saat mengamati dekorasi yang agak berbeda dari yang ia beri kan pada paulo minggu lalu.
Kali ini dekorasi nya lebih intens bahkan sempurna, sama seperti rancangan ellena.
"Dady kau memikir kan sesuatu!?" tanya sean di samping stuart yang melihat wajah aneh ayah nya.
"Kau yakin semalam mabuk berat see?? " tanya balik stuart.
"Maksud dady? " sean menatap ayah nya datar.
"Kau bilang kau meracau karna mabuk? Saat seseorang memasuki kamar mu! Semoga yang kau ucap kan itu tidak menyakiti siapa pun! " ucap stuart yang berhasil membuat putra nya mematung.
Kini rombongan mobil Greey Barack sang pendiri perusahaan sudah tiba bersama istri juga kedua putri nya Damian juga Jenifer.
sehingga para tamu berdiri seraya menatap hormat pada nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aula yang mampu menampung dua ribu orang itu tampak terlihat sesak, karna ternyata jumlah tamu yang datang melebihi perkiraan.
Namun seperti biasa, ellena selalu menyiap kan lokasi darurat agar tidak membuat perusahaan malu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.