Chungha membawa paksa langkah Jennie ke toilet. Setelah memastikan tidak ada orang di dalam sana, Chungha mengunci pintu toilet. Saat ini Chungha benar-benar terlihat begitu marah, bahkan ia jadi lebih menakutkan dari Jennie.
"Apa kau sudah gila?" Jennie setengah berteriak.
Chungha menatap Jennie tajam dan memojokkan gadis itu ke tembok.
"Ny. Jung Aehyun, bukankah dia ibu kandungmu?"
Jennie terbelalak, "Apa yang sebenarnya yang mau katakan?"
Chungha tersenyum miring, "Ternyata benar ibumu adalah seorang wanita simpanan"
"Diam kau, Kim Chungha!"
"Menurutmu bagaimana jika satu sekolah mengetahuinya?"
"Kau mau mengancamku?"
"Iya," sahut Chungha tanpa takut, "Jika kau berani menganggu Sejeong lagi, aku tidak akan segan-segan membongkar semua aib keluargamu pada semua orang"
"Kau pikir mereka akan mempercayaimu?"
"Tentu saja." Chungha merogoh ponsel dari saku seragamnya lalu menekan satu tombol yang kemudian memperdengarkan sebuah rekaman suara pembicaraan mereka tadi.
"Sialan kau, Chungha!" Jennie berusaha merebut ponsel Chungha namun dengan gesit Chungha menjauhkan ponselnya dari Jennie.
"Sekali lagi kuperingatkan kau, Kim Jennie. Jangan pernah mengusik temanku lagi atau aku akan menghancurkanmu hidupmu juga," ancam Chungha.
Tangan Jennie sudah terkepal mendengarnya.
"Coba kau tanya lagi hatimu, Jennie, jika kau benar mencintai Daniel, kau tidak akan menghancurkan kebahagiaan Daniel. Itu pun kalau memang masih punya hati," Chungha berujar dingin sebelum melayangkan langkahnya meninggalkan Jennie di dalam sana.
Jennie terdiam. Matanya terasa memanas. Perlahan ia melihat bayangannya di cermin toilet.
"Akh!!" teriak Jennie sejadinya.
*
Langkah Daniel dan Sejeong kini sudah sampai di depan kelas Sejeong. Mereka tadi berjalan sambil terus bergandengan tangan, seolah Daniel ingin menunjukkan pada semua orang tentang hubungan mereka. Agar tidak ada lagi yang berani menganggu Sejeong-nya. Ada beberapa yang tidak peduli dan ada juga yang terheran-heran melihatnya. Bagaimana tidak, seorang berandal sekolah bisa berpacaran dengan si gadis lugu seperti Sejeong?
Daniel memaksa mengantar Sejeong hingga ke depan kelasnya, walaupun Sejeong sudah malu setengah mati dibuatnya.
Dan saat di depan kelas, mereka bertemu Chungha dan Seongwoo yang juga tak kalah bucin dari mereka.
"Eotte?" Daniel menanyai Chungha dengan gerakan mulutnya.
Chungha nampak tersenyum dengan banggan sambil mengacungkan ibu jarinya.
Daniel akhirnya bisa tersenyum lega. Ya, Daniel memang tadinya meminta bantuan Chungha untuk sedikit memberikan pelajaran pada Jennie agar tidak mengganggu Sejeong lagi. Tentang rahasia keluarga Jennie itu memang hanya Daniel yang tau dan ia terpaksa menjadikan itu untuk mengancam Jennie demi melindungi Sejeong-nya.
"Baiklah, belajar yang benar ya, Sayang," Daniel mengelus pucuk kepala Sejeong sambil tersenyum ceria.
"Niel, kubilang jangan memanggilku seperti itu saat di sekolah. Itu memalukan," protes Sejeong dengan bibirnya yang sudah terpout.
"Omo. Kau malu berpacaran denganku?"
"Bukan begitu. Hanya jangan panggil aku seperti itu saat di depan yang lain"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Innocent Girl
Fanfiction[Daniel-Sejeong Fanfiction] "Aku hanya tau kalau aku mencintaimu. Jadi sebanyak apapun kau membuatku menangis, aku akan tetap mencintaimu, karna aku tidak tau caranya untuk berhenti." 15+
