Aku lanjutin novelnya. Maaf kalau typo bertebaran :' :') Kali ini aku mencoba menggunakan Nandira POV ._.
Di sini sih masih belum terlalu jelas dan dapat feel nya, ya. Aku pikir nanti akan mulai jelas di Bab-bab selanjutnya.
Tolong jangan jadi "pembaca gelap", ya. Terimakasih ^^
So, Happy Reading ♥♥♥
***
Author POV
Nandira segera menjatuhkan diri pada kasur kesayangannya. Dia sangat malas untuk berganti pakaian setelah makan malam bersama tadi. Dia hanya tengkurap dengan memeluk bantalnya seraya menghela nafas kasar.
Sebelumnya~
Nandira POV
Makan malam ini cukup menyenangkan. Aku menyukai restoran ini. Konsepnya Klasik dan sangat elegan. Dan yang baru saja kuketahui bahwa ini adalah salah satu bisnis milik keluarga Geovano.
Aku cukup tersanjung saat gelas berisi anggurku yang penuh digantikan Devon dengan minuman soda biasa. Dia dengan senyuman mengatakan bahwa dia mengetahui aku tidak suka minuman seperti itu.
Tetapi langsung kutepis pikiran positif ku dengan pikiran mungkin dia yang sedang bernafsu ingin minum anggur sampai-sampai meminum milikku.
"Nandira nanti kapan-kapan main ke rumah, ya." Kata Nyonya Geovano, atau yang sekarang kupanggil dengan sebutan Tante Hara.
"Iya, nanti Devon juga ajak Nandira jalan-jalan." Sahut Om Thomas.
Aku tersenyum, mereka memang sangat baik, aku melirik Devon yang juga melirikku.
"Iya, Tante, Om." jawabku sopan.
Aku melihat Dad yang sepertinya lelah, itu membuatku sangat khawatir.
"Dad, are you ok?"
"I'm fine, dear." Kata Dad seraya tersenyum lembut padaku.
Setelah cukup lama berbasa-basi akhirnya makan malam ini selesai. Devon yang sangat sibuk, berjanji akan mengajakku jalan-jalan akhir pekan nanti.
Author POV
Menikah?
Astaga itu sesuatu yang sangat istimewa. Tetapi untuk situasi ini Nandira tidak mendapatkan perasaan istimewa itu. Atau mungkin belum... entahlah.
Yang kulakukan adalah benar. Aku tidak akan egois lagi. Untuk Dad.. Tekad Nandira kuat.
Tadi Nandira mendapatkan pesan dari kakak sepupunya yang cukup bisa membuatnya bernafas lega. Savana saat ini memang melakukan perjalanan untuk bisnis, dan mendapatkan kabar lusa nanti penanganan penyakit Dad Nandira akan dilakukan.
Lebih cepat lebih baik. Itulah kata Savana.
Nandira menghela nafasnya. Berharap semuanya berjalan lancar. Semuanya...tanpa terkecuali.
Dan pernikahannya nanti...
Bahkan sampai sekarang Nandira masih cukup ragu dengan nasibnya ini. Menikah dalam situasi ini cukup sulit untuknya. Dan berdasarkan kemungkinan nanti perjodohan ini akan diresmikan setelah Nandira sarjana.
Menikah dengan Devon Geovanno... Bukan dengan Arlan Devrayan...
"Brengsek!!!"
Nandira berteriak kesal. Dilemparnya bantal ke sembarang tempat.

KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You
Storie d'amore"Apakah mencintai seseorang itu adalah suatu kejahatan? Aku mencintainya, dan aku harus memilikinya!" *** "Aku mencintainya jadi aku melakukan apapun untuknya. Perasaan Cintaku lebih besar daripada keinginanku untuk memilikinya..."