Maaf lama banget :(
Soalnya aku nulis itu tergantung mood. Dan berhubung cerita ini udah mau ending. Ya mungkin setelah itu aku bakal nggak ada di akun ini lagi karna aku lupa password wattpadku -_- Tapi ya semoga aja ingat :3Btw, thanks buat yang masih nunggu ceritanya Nandira dan Devon ini yaaa...
Bab selanjutnya baru kita akan memulai berperang *ketawa jahat*
HAPPY READING ALL ♥
***
Nandira memekik keras ketika Devon mendekat ke arahnya. Apalagi sekarang mereka ada di dalam kamar.
"Apa yang kau lakukan?!"
Devon mengerutkan keningnya, heran, "Tidur." Jawabnya lalu mendekat lagi. Sementara Nandira mengambil bantal dan melemparnya tepat diwajah tampan Devon, "Nandira!" Desis Devon.
Mata Nandira bergerak liar, setelah tadi mempermalukan diri dengan membiarkan pria ini menyuapinya makanan, ia takkan membiarkan Devon tidur dengannya. TIDAK-AKAN!
"Aku tidak ingin tidur denganmu!"
"Tapi ini kamarku."
"Kalau begitu aku keluar."
Devon menggeleng, "Kau istriku!"
Nada angkuh yang dikeluarkan Devon harusnya membuat Nandira kesal. Tapi entah kenapa hatinya berkhianat dan menghangat. Tidak...Tidak... Ini tidak boleh terjadi.
Ah, Tuhan... Kenapa harus serumit ini?
"Itu... itu takkan terjadi lama. Karna sebentar lagi... Kita... Kita akan bercerai."
Devon menatap Nandira tak suka, "Tidak ada perceraian. Takkan pernah ada." Katanya penuh tekad.
Pria itu kelelahan, ia tak ingin adu mulut dengan istrinya. Jadi ia memilih tak memperdulikan makian yang keluar di mulut Nandira. Tetap pergi tidur.
Nandira terdiam juga pada akhirnya. Menatap punggung Devon yang memunggunginya. Sudah bergerak dengan nafasnya yang teratur. Devon cepat sekali tertidur. Sepertinya memang sangat kelelahan.
Tak lama, gadis itu mengalihkan pandangannya. Ia tak bisa seperti ini dan menjadi lemah.
Kenapa ketika aku sudah bisa mencintai, malah serumit ini?
Pria ini sangat tampan dan mempesona. Nandira harusnya sudah tahu ia akan dengan mudah terjerat. Dulu, ia memang yang berusaha. Tetapi sekarang berbeda. Ia tidak boleh menggunakan perasaannya sebagaimana Devon menyakiti orang tanpa perasaan!
Ingatan Nandira tertuju pada senyuman ayahnya. Ia menangis. Dad ~~~ Ayahnya kehilangan nyawa.
Lalu Savana, kakaknya itu menanggung sakit yang amat sangat. Belum lagi shock berat itu pasti menimbulkan trauma mendalam.
Kemudian sesosok gadis belia yang cantik, Angel, adik Arlan. Juga direbut paksa dari sisi keluarganya.
Entah hanya ini atau masih ada lagi hal kejam yang dilakukan pria itu. Ia tak pernah tahu...
Nandira terlalu takut untuk mengetahuinya...
***
"Lian, kenapa tidak bilang dulu jika ingin ke sini?"
Lian nyengir dan tersenyum malu. Ia duduk mendekat ke arah Savana. Pagi-pagi sekali ia sudah sampai di rumah sakit. Tadi di luar ia juga sudah berpas-pasan dengan Alvin dan orangtua Alvin. Pria itu nampak gelagapan karna harus meninggalkan Savana sendirian sementara ia harus mengantar orangtuanya pulang.

KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You
Romansa"Apakah mencintai seseorang itu adalah suatu kejahatan? Aku mencintainya, dan aku harus memilikinya!" *** "Aku mencintainya jadi aku melakukan apapun untuknya. Perasaan Cintaku lebih besar daripada keinginanku untuk memilikinya..."