Dua hari berlalu setelah kejadian di mana Afgan melakukan percintaan di kamar Rossa yang selalu membuat Rossa menangis, kini dia sedikit memikirkan semua apa yang telah Afgan lakukan pada Rossa istrinya.
Betul kata Rossa jika dia bukan Jasmine melainkan Rossa. Dalam hatinya dia menyesal telah melakukan hal tersebut dengan secara kasar. Afgan yakin jika Rossa sangat kesakitan dan tersiksa.
"Dia bukan Jasmine, tapi kenapa aku tidak bisa melupakan wanita itu dan kejadian itu" ucapnya saat dirinya berdiri di balkon.
Pikirannya saat ini entah kemana, yang pastinya dia sangat menyesal dan mengkhawatirkan keadaan Rossa. Dua kali dia melakukannya dengan kasar dan dua kali juga dia selalu menyakiti hati Rossa.
"Ya tuhan apa yang sudah aku lakukan pada ocha, aku yakin dia sangat ketakutan saat ini" batinnya, dia mengusap wajahnya dengan kasar.
Dia benar-benar seperti orang bingung.
Afgan menghela nafasnya kasar, dia segera beranjak masuk ke dalam dan ingin mendinginkan kepalanya yang rasanya mau pecah.
Memang setelah kejadian itu, Afgan tidak terlalu lama-lama berada di rumahnya takut jika Rossa takut padanya. Dan entah kenapa hatinya bergejolak merasakan Penyesalan apa yang telah dia lakukan.
Tak selang berapa lama, Afgan telah selesai membersihkan dirinya dia segera mengambil pakaian santainya karena Hari ini dia tidak ke kantor semua urusan kantor Aldo yang memantaunya tapi besok dia akan masuk untuk menghadiri rapat dengan Client penting. Setelah selesai berpakaian Afgan keluar dari kamarnya untuk turun ke bawah karena merasa haus.
"Semoga dia tidak ada di rumah, aku yakin hari ini dia pergi ke kampus" ucapnya setelah itu dia membuka pintu kamarnya dan segera turun ke lantai bawah. Dan bertepatan Rossa keluar dari kamarnya.
Deg...
Entah kenapa tiba-tiba dia tekejut melihat Rossa di rumah, tapi dia akan berusaha untuk bersikap biasa. Afgan berjalan melewati Rossa yang berdiri di depan kamarnya. Saat itu Rossa memegang tangan Afgan.
"Kak? " panggil Rossa "Maafkan aku tentang ucapan kemarin lusa aku tid... " ucapan Rossa terpotong karena Afgan berusuara.
"Lupakan" jawabnya dan melepas tangan Rossa setelah itu melanjutkan niatnya untuk mengambil air. Rossa hanya menghela nafasnya dia tau pasti Afgan marah padanya soal ungkapan itu.
Rossa turun ke lantai bawah, untuk mengambil buah di kulkas yang letaknya di dapur. Karena pagi dia hanya minum susu. Setelah Rossa mencapai dapur dia melihat Afgan meminum air putih di pantry tapi Rossa tak menyapanya takut jika dia di acuhkan. Setelah mendapatkan apa yang dia mau tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan jika Ditta menghubunginya.
"Hallo" sapa Rossa.
"Hallo, cha? Bisa kita ketemuan di tempat biasa " tanya Ditta di seberang sana.
"Oh, bisa kok jam berapa" tanya Rossa sambil mencuci Apelnya.
"Sekarang bisa? " jawab Ditta.
"Baiklah, aku OTW".
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HUSBAND IS DEVIL
General FictionCover by @RivaXia Rossalina Malik umur 21 tahun harus menerima perjodohan karena suatu perjanjian kedua orang tuanya dengan seorang pengusaha kaya, Rossa harus menikah di saat dirinya masih kuliah dan sebentar lagi akan menjalankan Wisuda karena kul...
