Di sinilah dua keluarga besar sudah sampai di Bandara Ngurarai Bali. Setelah acara selesai, dan siang mereka istirahat sejenak lalu sorenya mereka terbang ke Bali menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam 45 menit untuk merayakan Wedding Partynya esok hari.
Rossa yang tidak pernah berpergian jauh menaiki pesawat, turun dari pesawat kepalanya mulai pening,saat ini dirinya terkena jetlag. Rossa berjalan dengan pelan dan setengah memijit Kepalanya yang terasa sedikit berputar, membuat Arda sang mama mertua yang melihatnya sedikit khawatir.
"Sayang, kamu nggak apa-apa?" tanya Arda yang berdiri di samping Ross sambil mengusap punggung menantunya.
"Eh.. Ocha nggak apa-apa kok ma. Hanya sedikit pusing" ucapnya sambil memijit keningnya.
Netta yang melihat itu segera mengambil minyak dari dalam tasnya dan memberikan kepada Rossa.
"Sayang, kamu pakek ini ya? Biar agak mendingan" kata Netta sambil mengusap minyak di daerah sekitar leher. Rossa sedikit limbung , Arda dan Netta menahan Rossa agar tak terjatuh. Perjalanan yang panjang membuat pertahanan kesehatan Rossa runtuh.
Netta dan Arda di buat cemas mereka segera memanggil para suami, Ardi dan Aditya serta Afgan berjalan mendekat ke arah Netta dan Arda. Setelah melihat apa yang terjadi Dia segera merengkuh tubuh sang istri dan menggendongnya ala bridalstyle.
"Cepat, pa kamu cari taxi kita harus bawa ocha ke hotel" ucap Netta menyuruh Ardi mencari kendaraan. Banyak pasang mata melihat mereka.
Ardi segera berlari keluar untuk mencari Taxi.
Saat Afgan sudah menggendong Rossa tanpa sengaja tangan Rossa mengalungkan ke leher Afgan dan merebahkan kepalanya di pundak Afgan. Afgan melirik sekilas ternyata mata Rossa terpejam.
"Kita bawa istri kamu ke hotel dulu untuk istirahat gan" ajak Arda dan angguki oleh Afgan.
Berjalan keluar bandara dengan menggendong Rossa, apalagi Afgan menunjukkan muka datarnya. Banyak orang yang terkagum-kagum oleh penampilan Afgan karena ketampanannya yang luar biasa
"Ayo Taxinya udah siap. Mama sama Afgan dan ocha. Papa sama orang tua afgan " ucap Ardi sambil berjalan di mana Taxi yang dia Panggil parkir.
Afgan masuk ke dalam Taxi dengan masih menggendong Rossa, dengan tanpa merasa lelah Afgan masih memangku Rossa dalam keadaan Tidur.
"Gan, kamu nggak capek menaruh ocha di pangkuan kamu" tanya Netta sang mertua.
"Nggak ma" jawabnya melihat Netta.
"Ya sudah kalau begitu. Pak kita ke hotel Nusa Dua ya" ucap Netta kepada sang sopir.
"Baik bu" jawab sang sopir taxi.
Akhirnya Taxi mereka meninggalkan Bandara menuju Hotel Nusa Dua yang akan mereka tempati untuk menginap. Karena acara masih besok malam di selenggarakan.
Tak berapa lama Taxi yang mereka tumpangi sudah berada di depan Hotel, dengan pelan-pelan Afgan turun dari mobil di bantu Arda dan Netta.
"Gan, dari tadi ocha kamu pangku" tanya Arda melihat Afgan turun dengan Rossa masih dalam gendongannya.
"Iya, jeng dari bandara sampai sini ocha tetap di pangkuan Afgan" bukan Afgan yang menjawab melainkan Netta mama Rossa.
Afgan menatap ke dua wanita yang berbeda dengan wajah datarnya, dia berjalan masuk ke dalam duluan karena tangannya merasa kram. Aditya yang tersadar dengan penglihatannya segera berjalan masuk mengikuti Afgan dan bertanya kamar yang sudah di boxing.
"Mbak, maaf kami ingin mengambil kunci dengan nomor kamar 132," ucap Aditya.
Resepsionis yang melihat kedatangan Aditya langsung paham.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HUSBAND IS DEVIL
Ficção GeralCover by @RivaXia Rossalina Malik umur 21 tahun harus menerima perjodohan karena suatu perjanjian kedua orang tuanya dengan seorang pengusaha kaya, Rossa harus menikah di saat dirinya masih kuliah dan sebentar lagi akan menjalankan Wisuda karena kul...
