Pagi ini dua keluarga berkumpul bersama. Orang tua Rossa sudah kembali dua hari yang lalu sedangkan Orang tua Afgan sehari sebelum Netta dan Ardi kembali di Jakarta. Saat ini mereka berada di ruang keluarga karena mereka sedang mengobrol Afgan dan Rossa juga berada di sana. Rossa duduk di samping Afgan dengan menyimak kedua orang tua yang berbeda sedangkan Afgan hanya diam tanpa ekpresi.
"Bagaimana kalau nanti malam kita, adakan acara makan-makan di taman belakang. Lama tidak kumpul kan! " ucap Arda kepada Netta.
"Boleh juga mbak! Ide yang Bagus"! Jawab Netta kepada Arda.
"Bagaimana gan? Kamu mau kan kita ngadain acara makan-makan di taman belakang" tanya Arda kepada sang putra.
"Terserah mama saja!" jawab Afgan sambil mengusap kepala Rossa.
Akhirnya mereka sepakat untuk mengadakan acara makan-makan di taman belakang, Aditya juga mengundang Mike untuk datang ke rumah dan memanggil Aldo dan juga Nando untuk ikutan.
Para laki-laki menyiapkan semua peralatan dan tempat untuk memanggang daging sedangkan para wanita belanja di supermarket tapi Rossa tidak ikut karena Afgan tidak mengijikan.
Kini Afgan dan Rossa berada di dalam kamar, karena tiba-tiba Rossa ingin masuk ke dalam kamar.
"Kak! Kenapa aku nggak boleh ikut mama belanja sih! " ucapnya dengan wajah cemberutnya.
"Cha? Aku nggak mau ambil resiko ya? Kamu nggak bisa lelah , apa kamu lupa apa yang di ucapkan dokter" jawab Afgan sedikit memberi pengertian.
"Tapi kak.. ",ucapan Rossa terpotong karena Afgan menciumnya.
"Sudah ya? Lebih baik kamu istirahat untuk nanti malam. Agar kamu nggak ngantuk, aku akan temani kamu" kata Afgan sambil membantu Rossa untuk berbaring.
Sebenarnya Rossa enggan untuk tidur, tapi dia nggak mau membantah ucapan Afgan karena jika Afgan marah ,Dia sangat menakutkan. Afgan sengaja tidak masuk kerja karena ingin menjaga Rossa, dia yakin jika Afgan berangkat kerja makan kedua wanita yang berbeda usia akan membawa Rossa untuk jalan-jalan atau membeli sesuatu.
Dan akhirnya, siang itu Afgan dan Rossa tidur dengan posisi Afgan melingkarkan tangannya di perut Rossa sedangkan Rossa tidur memunggungginya.
*****
Malam pun tiba, di sinilah mereka saat ini di halaman belakang rumah Afgan untuk berkumpul acara makan-makan karena mereka lama sekali tidak berkumpul bersama.
Setelah insiden Rossa masuk rumah sakit karena muntah dan dehidrasi berat Afgan selalu Setia berada di samping Rossa. Dia tidak ingin Rossa masuk rumah sakit lagi.
"Sayang, kamu mau makan apa aku ambilin ya? " ucap Afgan lembut.
Rossa menggeleng pelan.
"Aku nggak lapar kak" jawab Rossa pelan. Dia menyadarkan kepalanya di bahu Afgan sambil melihat kedua orang tua dan mertuanya sedang memanggang sesuatu.
"Kamu hanya minum susu aja cha? Dan belum ke isi nasi. Kamu lupa apa yang dokter Fatma katakan jika kamu harus banyak makan dan mengasumsi buah dan sayuran. Kasihan kandungan kamu" ucap Afgan sambil mengusap kepala Rossa. Rossa tetap menggeleng pelan membuat Afgan membuang nafasnya.
Tanpa di sadari mereka ada sepasang mata menatap mereka penuh kebahagiaan. Tanpa di sadari air matanya pun jatuh.
"Mama harap, kamu bisa mengembalikan Afgan seperti dulu nak" batin Arda. Ya Arda lah yang menatap Afgan dan Rossa yang duduk bangku taman.
Ke dua keluarga tersebut belum tau jika Rossa sedang hamil dan malam ini, Afgan dan Rossa berniat untuk mengumumkan kehamilan Rossa. Saat Afgan dan Rossa Asyik mengobrol Netta datang membawa buah Mangga dan Ayam kecap kesukaan Rossa.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HUSBAND IS DEVIL
Fiksi UmumCover by @RivaXia Rossalina Malik umur 21 tahun harus menerima perjodohan karena suatu perjanjian kedua orang tuanya dengan seorang pengusaha kaya, Rossa harus menikah di saat dirinya masih kuliah dan sebentar lagi akan menjalankan Wisuda karena kul...
