Malam berganti pagi, Rossa sudah siap untuk berangkat ke kampus dengan di Antar oleh Aldo karena Nando masih dalam keadaan tidak baik-baik saja. Rossa bangun pagi karena peraturan yang di buat Afgan. Dan kini dia berada di meja makan sedangkan Afgan belum kelihatan.
"Nyonya ingin makan sesuatu" tanya Sukma.
"Tidak usah aku makan Roti saja" jawab Rossa mengambil roti tawar dan selai kacang. Rossa sarapan pagi dengan wajah seperti biasa walau ada sedikit lebam di bibirnya.
Saat asyik makan suara sepatu menuruni anak tangga, Rossa tau jika itu adalah Afgan. Walau jantungnya tiba-tiba berdetak kencang tapi Rossa menyikapinya biasa.
"Kau sudah bangun, bagaimana lukamu" tanya Afgan yang melihat Rossa sedang sarapan. Dia menggeret kursinya di dan duduk di sebelah jauh Rossa.
"Baik! " jawabnaya sedikit cuek.
"Hari ini aku yang akan mengantarmu ke kam.. " ucapan Afgan terpotong oleh Rossa.
"Tidak usah? Aku bersama Aldo" Rossa memenum susu yang sudah di buatkan Sukma dan melihat jam tangannya. "Aku berangkat, udah hampir telat" kata Rossa berdiri dan mengambil tasnya meninggalkan Afgan yang diam , Pagi ini Afgan merasa Rossa berubah dia merasa aneh dengan perubahan Rossa yang tiba-tiba.
"Sukma, buatkan saya teh" perintah Afgan. Afgan mengambil berkasnya dan membukanya ada rasa sesal di benaknya melihat luka yang berada di bibir Rossa. "Jangan terpengaruh gan? " batinnya mengingatkan.
Tak berapa lama Sukma datang membawa secangkir tehnya, karena Afgan kan ke kantor jam 8.30 dan ini masih jam 8 kurang.
Rossa berjalan keluar rumah dan di depan Aldo sudah menunggunya, sebelum berangkat Rossa ingin menemui Nando.
"Kak, kabar Nando gimana. Apa lukanya sudah di obati " tanya Rossa kepada Aldo.
"Sudah Nyonya saat ini dia sedang istirahat. Mungkin lusa baru bisa bekerja lagi" jawab Aldo sopan.
"Boleh aku melihatnya sebentar kak! " tanya Rossa, Aldo bingung dia takut karena Rossa melihat Nando, Afgan akan marah Aldo ingin cari aman.
"Lebih baik jangan nyonya, saya tidak mau tuan murka lebih baik sekarang kita berangkat" ajak Aldo. Rossa menghembuskan nafasnya kasar dia tau jika Aldo menghindari amukan Afgan.
"Ya sudah ayo" .
Rossa berjalan ke arah mobil warna hitam itu, Aldo membukakan pintu nya dan menutupnya setelah Rossa masuk. Mobil Aldo meninggalkan halaman mansion menuju kampus Rossa.
Sepanjang jalan hanya ada keheningan. Rossa merasa jenuh dan akhirnya bersuara membuat Aldo menegang tapi itu tak lama.
"Kak apa kau tau siapa yang mencium, kak Afgan kemarin " tanya Rossa tiba-tiba.
"Kenapa Nyonya tanya seperti itu" tanya Balik Aldo.
"Ishh... Kok tanya balik sih? Kan aku tanya. Jangan panggil aku Nyonya, panggil ocha aja kalau tidak bersama kak Afgan" kesal Rossa karena tidak di jawab.
"Saya tidak tau nyonya",jawab Aldo dengan tenang walau dalam hatinya dia merutuki kenapa Rossa harus mengingat kejadian itu dan membuatnya kesal.
"Kak, jangan panggil aku Nyonya jika tidak ada Afgan, aku risih" pinta Rossa kepada Aldo.
"Tapi... "
"Nggak ada tapi-tapian kak, panggil aku ocha aja"jelasnya membuat Aldo mau tidak mau mengangguk
"Baiklah" pasrah Aldo.
Aldo terus mengemudikan mobil hitan tersebut, membela kota Jakarta yang sudah mulai padat. Hampir 30 menit Mobil Aldo sampai di depan kampus Rossa. Dengan bersamaan mobil warna silver masuk ke dalam kampus membuat Rossa menatapnya dengan tatapan terkejutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HUSBAND IS DEVIL
General FictionCover by @RivaXia Rossalina Malik umur 21 tahun harus menerima perjodohan karena suatu perjanjian kedua orang tuanya dengan seorang pengusaha kaya, Rossa harus menikah di saat dirinya masih kuliah dan sebentar lagi akan menjalankan Wisuda karena kul...
