PART 02

43.1K 4.3K 224
                                        

"Hyung kenapa bicara seperti tadi sih, saya kan bukan istri hyung?" Taehyung tertawa

"Aku hanya ingin merasakan sensasi bahagia itu Jungkook. Menyenangkan sekali dibicarakan hal manis tentang suami istri. Maaf jika aku membuatmu tak nyaman"

"Seperti tadi sebenarnya membuatku tertampar pada kenyataanya bahwa kau bukan istriku juga hubunganku dan istriku tak baik"

"Sial sekali, andai pembicaraan tadi nyata" lirih Taehyung diakhir kalimatnya

"Apa hyung?" Taehyung tersentak

"Aku hanya bilang maaf karena membuatmu tak nyaman"

"Tak apa hyung, aku hanya terkejut. Apa hyung baik baik saja?"

"Ya aku baik baik saja Kook"

Taehyung membawa Jungkook kerumahnya yang tentusaja menggunakan mobil sang dosen. Sebelum Taehyung dan Jungkook pergi, Taehyung sempat menerima telfon dari seseorang dan Jungkook terkejut saat Taehyung marah marah di telfon bahkan sampai mengumpat.

Jungkook menunduk takut, wajah sang dosen ketika marah menyeramkan sekali. Sementara itu Taehyung masih tak sadar akan keberadaan mahasiswanya itu. Taehyung terus adu mulut via telfon yang Jungkook tau itu istri dari Kim Taehyung. Yang jungkook bingung apa hubungan mereka tidak harmonis?

"Ya ya terserah kau sialan! Tak perlu pulang. Kepulanganmu juga tidak berguna. Aku bisa mengurus Jihoon tanpamu. Terserah lagipula Jihoon tak mengenalmu sebagai mamanya. Dia tidak pernah menganggapmu mamanya. Kau dengar? Kau bukan mamanya"

"Sialan, kau memang gila Irene. Bagaimana bisa kau melakukan inu pada putramu sendiri sialan! Dia membutuhkan mama brengsek" Jungkook membolakan matanya, seburuk itukah hubungan mereka?

"Tch kau memang bedebah gila sialan. Jika seperti ini kenapa kau harus hamil brengsek. Kau hanya membuatnya menderita. Kau sudah tidak waras, bagaimana bisa ada seorang mama sepertimu sialan. Kau bahkan tidak pernah sekalipun merawatnya brengsek" Taehyung benar benar naik darah saat ini.

"Terserah, yang jelas kau takkan pernah kubiarkan mendekati atau menemui Jihoon. Batas waktumu sudah habis sialan, anggap saja kita bukan suami istri. Kau bukan mamanya, dan akan kupastikan Jihoon taakan mau menganggap wanita sinting sepertimu mamanya. Camkan itu sialan" Taehyung menutup telfonya sepihak kemudian menendang pohon didekatnya

Kemarahanya tengah menuncak saat ini. Dia benar benar tidak habis fikir dengan jalan pikiran Irene. Bisa bisanya dia seperti itu. Taehyung tak masalah jika dia tak mau mengurus dirinya tapi setidaknya Irene harusnya menjadi mama yang baik bagi Jihoon. Mau mengurus dan menyayanginya. Tapi ini apa?

"Hyung.. Tolong jangan seperti ini" lirih Jungkook berusaha menenangkan sang dosen.

"Jangan mengaturku!" Jungkook terdiam takut, detik berikutnya Jungkook dengan berani memeluk dosenya itu. Taehyung terdiam menerima perlakuan mahasiswanya

"Kata eomma saya, jika ada yang tengah marah kau harus memeluknya agar dia tenang. Nah tolong tenang hyung, jangan bawa amarah hyung sampai ke rumah. Kasihan Jihoon jika melihat appanya seperti ini. Saya tau hyung sangat marah pada istri hyung, saya tidak tau masalah kalian apa tapi hyung tidak semua harus diselesaikan dengan amarah hyung"

"Hyung juga harus menjaga kesehatan hyung, jika hyung terus marah seperti ini hyung akan sakit. Tolong pikirkan Jihoon hyung" Taehyung membalas pelukan Jungkook.

"Maaf" kata Taehyung masih dengan nafas memburu

"Tenang hyung harus tenang" setelah beberapa saat akhirnya Taehyung tenang dan Jungkook melepas pelukanya pada Taehyung.

 Hot Daddy [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang