"Ren kau baik baik saja?" Irene tertawa terbahak
"Lihat oppa, dia selalu berkata kasar padaku, dia selalu mengumpatiku"
"Lalu? Bukanya kau memang pantas mendapatkanya" kata Ansel sambil melirik kekasihnya. Ya, Ansel kekasih gelap Irene di New York.
"Apa maksut oppa?"
"Sudah jelas kan? Kau tak pernah ada untuknya. Tak pernah melayaninya, juga kau telantarkan anakmu. Kau ini bodoh atau apa ren. Kau memiliki anak, tapi kau tak pernah mengurusnya" Asnsel nampak santai dengan ucapanya
"Suatu hari kau pasti menyesal bahkan kau akan mengamuk. Aku yakin itu, karena suatu saat kau akan benar benar kehilangan suami dan anakmu. Bahkan anakmu takkan menganggapmu mamanya" Irene menatap ansel tak suka
"Kenapa kau bicara begitu padaku"
"Disini jelas kau memang pantas disebut brengsek sialan dan lainya Irene. Kau menelantarkan suami dan anakmu di Korea. Kau membiarkan anakmu hidup tanpa mengenal kasih sayang seorang mama."
"Hei aku juga seorang anak dan aku takan sudi menganggap mamaku jika sedari kecil dia tak merawat dan menyayangiku. Kupikir itu memang yang akan kau dapat"
"Dan untuk suamimu, dia memang tidak mencintaimu. Tapi dia tetap suamimu, dia berhak mendapat pelayanan darimu sebagai istrinya. Tapi apa yang dia dapat? Kupikir dia benar benar muak melihatmu dan menyumpahimu agar tak kembali kehadapanya" kata Ansel sambil menyeringai
"Dan satu lagi, kau malah selingkuh denganku. Jangan salahkan suamimu jika dia mendapat penggantimu dan melayangkan surat cerai padamu" Irene menggeleng
"Aku takkan pernah membiarkan itu terjadi" geram Irene
"Kau hanya belum tau seperti apa suamimu itu Irene. Dia jauh dari dugaanmu" Irene menatap tajam Ansel
"Apa maksutmu?"
"Bukan apa apa, oh dan wanita gila sepertimu akan mendapatkan karmanya. Pada saatnya kau akan merasakan sakitnya saat anakmu, darah dagingmu sendiri tidak pernah menganggapmu ada dalam hidupnya dan malah menyayangi orang lain sebagai mamanya, pada saatnya kau akan mendapatkan kehancuran karena keegoisanmu sendiri"
"Itu tidak akan pernah terjadi Ansel"
"Terserah, oh dan kita selesai sampai disini. Awalnya kupikir kau wanita baik baik, ternyata kau wanita gila yang sayangnya mendapat kehidupan yang luar biasa. Kau tak lebih dari bitch dan ashole. Oh kata bajingan juga pantas kau sandang. Bye"
"ANSEL! BAJINGAN KAU ANSEL! KEMBALI KAU!"
"ARGGGGHH SIALAN"
.
.
.
Selama perjalanan mereka diiringi canda dan tawa. Terlihat manis dan serasi sekali. Usia yang terpaut delapan tahun itu tidak terlihat sama sekali karena Taehyung sendiri juga awet muda. Taehyung nampak berbeda dari biasanya. Papa dari Kim Jihoon itu nampak lebih bahagia saat ini.
Ternyata kehadiran Jeon Jungkook cukup berpengaruh pada Taehyung. Taehyung tertawa lepas bersama mahasiswanya, tak jarang keduanya melakukan skinsip tanpa ada kecanggungan. Jungkook juga terbawa suasana, dia tak ragu melakukan apapun bersama sang dosen karena dirinya menyukai papa satu anak itu, terlebih sang dosen welcome dengan tingkahnya.
Sungguh menyenangkan bisa berdua seperti ini dengan bebas tanpa ada pembatas apapun. Jungkook sungguh menikmati kebersamaan ini. Taehyung seolah memberinya kebebasan untuk melakukan apapun sesuai instingnya. Dan saat itu juga dirinya ingin waktu berhenti.
Bahkan sang dosen berulangkali mengusap lembut kepalanya, pipinya dan bahkan mencubit gemas hidungnya. Jungkook senang, dia bahagia mendapat perlakuan seperti itu dari Taehyung. Ia tak peduli apa tujuan Taehyung seperti itu, dia merasa seperti kekasih seorang Kim Taehyung saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Daddy [END]
FanficKim Jihoon yang lebih menyayangi Jeon Jungkook daripada ibu kandungnya dan Kim Taehyung yang siap menceraikan istrinya demi menikahi mahasiswa kesayanganya. Mereka hanya ingin hidup bahagia - sesimple itu
![Hot Daddy [END]](https://img.wattpad.com/cover/175128023-64-k210233.jpg)