Happy Reading 💕
"Two cappuccino and two caramel latte, please?" pesan Jiman pada barista.
"Udah ngabarin Dinda?"
"Belum. Biasanya juga dia yang duluan." jawab Jiman enteng.
Mendengar ucapan Jiman, Isu gemas dan memukul lengan Jiman. "Ih! Dasar cowok gak peka!"
"Sakit ka..."
"Ya habisnya. Harusnya sebagai cowok, kamu yang ngechat dia duluan bukan nunggu Dinda yang ngechat! Ya kali cewek yang ngejar!"
"Iya, iya nanti aku telepon sekalian biar kaka puas..."
"Video call kalo bisa!"
***
Setelah membeli kopi dan berjalan-jalan. Jiman dan keluarga memutuskan untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap.
"Kangen juga," Jiman memutuskan untuk video call Dinda, sesuai yang diperintahkan Kakanya.
"Hai.... Kenapa baru nyalain hp sih?! Kangen tau!"
Mendengar suara yang sudah 2 hari tak pernah didengarnya lagi, Jiman merasa sangat merindukan suara itu. Senyum Jiman mengembang sempurna melihat wajah Dinda di layar ponselnya.
"I miss you... Berapa hari lagi sih disana?" tanya Dinda dengan nada merengek.
"Sabar, tinggal beberapa hari lagi. Mau oleh-oleh apa?"
"Gak mau apa-apa! Maunya kamu!"
Jiman tertawa mendengar penuturan Dinda. Sudah 2 hari sejak keberangkatan, ponsel Jiman tidak aktif. Karena sempat hilang saat loww bat. Tapi syukurlah, ponselnya dapat ditemukan kembali dalam keadaan baik-baik saja.
"Kamu jangan lirik-lirik bule ya disana! Awas aja kalo berani deket-deket bule. Mentang-mentang jauh dari aku, kamu cari kesempatan!"
"Hm... Emang kenapa kalo deket-deket?"
"Ya gak boleh lah! Kamu udah punya aku!"
"Tadinya mau nyari yang mirip kamu, tapi..." Jiman menjeda ucapanya.
"Tapi apa?!"
"Tapi sayangnya gak ada. Gue sadar kalo Dindania Agatha itu cuma satu, cuma ada di Indonesia, gak ada disini."
Dinda terdiam mendengar ucapan Jiman. Mulutnya setengah terbuka, menampilkan mimik gugup.
"Mingkem." kata Jiman yang terkekeh melihat ekspresi dinda yang sangat menggemaskan.
"Ka... Kamu belajar dari mana gombalan kaya gitu?"
"Tadi gombal ya?"
***
19.20 pm
sarangeul haetta uriga manna
jiuji mothal chueogi dwaetda
bolmanhan mellodeurama
gwaenchaneun gyeolmal
geugeomyeon dwaetda
neol saranghaetta
uriga mandeun love scenarioooooo"Din plis... liriknya bener tapi suara lo yang gak bener! Plis udah gak usah nyanyi." kata Karent yang sedang asik membaca comment fansnya di Instagram.
"Iiii Rent gue itu kangen sama bebep gue, jadi gue berusaha buat ngurangin rasa kangen gue dengan cara nyanyi."
Karent sudah pulang sejak 1 hari yang lalu dan malam ini Dinda meminta Karent untuk menginap di rumahnya. Karena alasan Dinda yang katanya kesepian dan kurang belaian. Mau tidak mau Karent harus menuruti apa kata sahabatnya itu. Toh, mereka sedang libur jadi bebas mau menginap sampai 3 hari pun.

KAMU SEDANG MEMBACA
Hi! Jiman [SELESAI]
TeenfikceJiman Hanya siswa biasa, tidak nakal, tidak juga berandal. Pertemuannya dengan Dinda telah merubah hidupnya menjadi nano-nano. Manis... Asin... Asam... Pahit ?