5 Desember taunnya? Privasi hehe:')
Malam ini gua di rumah lagi makan bukan nasi goreng tapi Andik tadi masak Capcay, Ayam goreng, sambal balado, rendang, ikan bakar, banyak dah sampe penuh ni meja makan gua, padahal kan yang di rumah cuma 2 orang ngapa masak banya bat si.
"Ndik yang mau ngabisin ini semua siapa?"tanya gua yang masih terheran-heran dengan makanan yang ada dimeja
"Kamu lah"jawab Andik santai.
"Makan aku si banyak ndik tapi ya ngga sebanyak ini juga kali"-gua
"Ya ntar kalo ngga habis di buang aja elah gitu ae susah"-Andik
"Yawala ndik kamu tu ya jangan sering-sering buang-buang makanan mubazir tau, di luaran sana tu ya masih banyak orang-orang yang kekurangan makanan jadi kita-kita orang yang bisa makan setiap hari jan sembarang membuang makanan"-gua
"Iyaiya fa maapin aku"-Andik
"Yaudah kamu telpon anak-anak suruh kesini makan bareng kita"-gua
"Iya bentar aku ambil hp dulu" dia langsung melenggang pergi naik ke atas buat ambil hp di kamar.
"Andik ambilin hp aku sekalian" teriak gua saat Andik posisinya berada di tangga, Andik hanya acungin jempolnya.
3menit......
Andik sudah turun dari tangga,di meja makan kita fokus dengan hp masing-masing gua hubungin yang cewe dan Andik yang cowo.
"Gimana ndik pada mau?"-gua
"Iya, yang cewe pada mau ngga?"-Andik
"Iya udah otw mereka."-gua
"Oh oke kita tunggu aja mereka datang"-Andik
7menitkemudian.......
"ASSALAMUALAIKUM" saha ya? Orang bertamu atau ngajak gelud ni.
"Waalaikumsalam" jawab gua dan Andik barengan, tapi Andik yang ngebuka pintunnya.
"Maap kalian siapa ya? Kalau meminta sumbangan mohon maap kami tidak bisa karena orang tua kami sedang ada di luar kota, jadi kalian pergi saja" ucap gua ke mereka.
"Tapi mba saya 50 taun belum makan mba, saya di usir orang tua saya" ucap Agustin melas.
"Iya si mas saya pengen bantu tapi uang saya hanya cukup untuk uang saku saya seminggu ini"-gua
"Utang dulu lah mba ngga kasian kami apa" ni yang omong Jenni.
"Yaudah saya ngutang ke tetangga sebelah tapi kalian yang bayar ya"-gua
"Yee sama aja kita yang utang ogeb" ucap Vivi.
"Hehe yodah elah yuuu masuk" mereka semua pun masuk.
"Yeeeeyyy makan" ucap Tian. Ga pernah makan apa ya ni anak.
"Eheh lo stop gausah masuk ke rumah rakjel" ucap gua sambil nunjuk upil onta. Anak-anak yang laen udah pada liatin gua ni, kan jadyi malyuu.
"Lo masih marah ama gua fa" gua ga jawab gua langsung masuk aja nyusul yang lain yang udah pada di meja makan.
Di meja makan.......
"Wahhh lu ini masak sendiri ndik"
"Wah banyak bat dah"
"Awalnya kalian berdua mau makan sebanyak ini?"
"Wah parah parah ini ko kaya enak semua ya"
"WOW ini saha yang masak"
"Wahhhhhhhhh"
"Iiiihh banyak jadi goyang kan ni perut"
Dan seterusnya pun wah wah wah terus ampe pegel ni kuping gua.
"Eheh bentar dah yang masak ni kan Andik dan Syifa tapi ko gua jadi ngerasa aneh gini ya, gua takutnya ni makanan ada racunnya gitu, mungkin mereka berdua punya dendam ke kita-kita jadinya mereka pen bunuh kita" di saat yang lain lagi wah wah wah si Tatak malah omong gini parahparahparah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Musuh Tapi Sayang
Randommusuh? iya berantem?terus akur? jarang kalau ada maunya doang. Rocky Aprian dan Syifa Khoiriani mereka tumbuh dan berkembang bersama sejak kecil dengan para sahabatnya pula, dulunya memang Rocky dan Syifa sahabat juga tapi karena Rocky yang notabeny...
