Chapter 22

3 0 0
                                    

Sepuluh orang itu bertarung sengit dengan eko,  aku tak mengerti kenapa eko melakukan ini,  kami mencoba membantu tapi anehnya sepuluh orang itu amat kuat untuk kami,  tapi kenapa eko mampu?  Mungkin karena yang dirasakannya,  rasa yang mulai tumbuh menjadi sebuah cinta yang akhirnya menjadikan cinta itu menjadi tujuan kini...  Rintik hujan deras turun,  membasuh luka sayat eko dan lawan-lawannya,  membuat pertarungan berakhir...

Eko berhasil menggores sayat perlawanan pada mereka  meski kini eko diam berlutut menatap mantap kedepan hendak berpamitan...  "Uhk! "  Mulut eko memuncratkan darah yang langsung dibasuh oleh air hujan...   Crraak! Menancapkan celurit pada mayat-mayatnya...    Tertawa  tertahan dengan dahi berlumur darah...  " Ini akhirnya.... " Menatap menantang Indra...  "Hey pria kekar disana,  ini aku sekarang,  seperti mu bukan? , mencintai,  melindungi orang yang kini ku sayangi...  Tapi setidaknya aku tak seperti mu,  berakhir dengan penderitaan...  Gua bentar lagi mati!  Haha...   Tapi satu pesan ku saja!   Aku memang tak mengenal mu,   hanya mendengar cerita saja..
Tapi kembalilah pada mereka sekarang... Tak perlu menderita sendiri,  pulang dan kembali berjuang bersama lagi....  Karena mereka mencintaimu...  Dan setiap yang saling mencintai takkan mau ada yang tersakiti... Bila cinta itu tulus mereka pasti akan rela terluka bersama,  seperti yang kau lihat kini... "

Indra tersenyum sinis  "tapi hanya kau yang hancur kan? "

Eko menunduk tersenyum...  "Setidaknya sudah dengan cara yang baik tanpa harus membebani satu sama lain..."

Indra memejamkan mata menggeleng "kau tak mengerti.... " Meraih batu kecil yang terselip diantara rumput basah...

Sattt!  Melempar keras batu menembus masuk kepala eko,  eko mendongak keatas "uhk! " Terkapar tewas...

***

kabutTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang