Langkah-langkah kecil nan ragu terlihat jelas dari seorang gadis yang menjadi pusat perhatian setiap siswa yang berada di koridor. Tatapan merendahkan itu seperti saling bersahutan dengan kalimat-kalimat yang terdengar begitu menyakitkan. Gadis berambut hitam yang terlihat kacau itu menegakkan kepalanya, dia menatap pada satu sosok yang mungkin sejak tadi telah memandanginya. Senyuman ah tidak seringai jahat itu di lemparkan sosok itu untuknya, tatapan mata merendahkan seperti sengaja dia perlihatkan.
"Park Jiyeon!" bisik Soojung mengepalkan tangannya cukup kuat, Soojung tahu siapa orang yang menyebarkan videonya itu. Dia mengetahui dengan jelas siapa sosok yang telah berhasil menjungkir balikan hidupnya hanya dalam satu hari.
Sosok itu, dia sosok yang Soojung anggap lemah dan menyedihkan, dia sosok yang tidak pernah Soojung bayangkan. Ternyata selama ini Soojung salah, dia telah salah menilai seseorang. Dia telah salah mengenali musuhnya, Park Jiyeon dia bukanlah manusia.
***
"Aku tidak mengerti, kau berubah begitu banyak."
Jiyeon mengalihkan pandangannya dari buku yang dia baca, sudut bibir gadis itu melukiskan sebuah senyuman tipis. Dia menutup buku tebal itu lalu menatap pada sosok yang kini mendudukan dirinya pada kursi kosong di depannya.
"Aku? Entahlah, setiap orang pasti mengalami pertumbuhan Suzy," timpal Jiyeon membuat Suzy tersenyum tidak percaya, Suzy yakin Jiyeon lebih dari paham dengan apa yang dia sebut berubah.
"Kau tidak bodoh Jiyeon, katakan saja apa maksudmu menghancurkan persaudaraan Myungsoo dan Mingyu?"
"Aku? Bukankah dari awal hubungan mereka memang tidak baik," ucap Jiyeon dia kembali membuka buku yang tadi dia tutup melirik Suzy yang sepertinya tengah berusaha mengatur emosinya.
"Berhenti menyakiti mereka berdua, kau lupa apa yang keduanya lalukan demi melindungimu."
Suzy menekankan setiap kata yang dia ucapkan, dia menatap tajam pada Jiyeon yang kini terdiam.
"Suzy kau takutkan? Kau takut karena melihat Myungsoo yang kini berbeda, kau takut jika hati Myungsoo bukan lagi untukmu? Kau pasti sangat ketakutan karena dimata Myungsoo kini bukan lagi sosokmu yang telihat."
Kedua tangan Suzy mengepal sangat kuat, dia merapatkan kedua bibirnya berusaha untuk tidak berteriak dan mengumpat pada gadis yang kini tengah menegakkan tubuhnya. Astaga dasar sialan, Jiyeon dia benar-benar tahu bagaimana mempermainkan perasaan orang lain.
Dia gadis yang benar-benar pandai menggunakan kelemahan orang lain, setiap kata yang dia ucapkan seperti mengoyak dan merobek-robek luka yang selama ini berusaha Suzy sembunyikan.
"Tapi setidaknya aku tahu siapa yang ku cintai. Bukankah kau sangat mencintai Mingyu? Lalu bagaimana bisa kau berkencan dengan pria lain? Atau bagaimana bisa kau mendekati Myungsoo dan memberikan segala macam harapan yang tidak lebih angan semata padanya?"
Debaran demi debaran terasa semakin menyakitkan, Jiyeon mengepalkan tangannya kuat kini. Dia menyatukan kedua rahangnya dengan kuat, dia lupa untuk sesaat siapa gadis di depannya. Jiyeon jelas mengingat bagaimana Suzy mengetahui masa lalunya.
"Bagaimana mungkin aku mencintai iblis yang merubah ku menjadi seperti ini."
Dia berbalik meninggalkan Suzy berjalan menjauhi gadis itu dengan segera, tetesan demi tetesan airmata dari hazelnya berjatuhan begitu saja. Jiyeon tidak mengerti kenapa rasanya begitu pahit saat kenangan menyakitkan itu kembali terlintas dalam pikirannya, dia tidak mengerti kenapa sesuatu yang menyesakkan itu harus kembali dan menganggu pikirannya.
***
"Mwo? Kau mau menemui putrimu?"
Nyonya Song menatap tidak percaya pada suaminya, dia tidak mengerti dengan hal yang suaminya ucapkan. Apa dia akan membawa anak itu masuk kedalam rumah ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
FATED
FanfictionTerkadang kita selalu merasa takdir tak berpihak kepada kita,merasa tidak adil dengan jalan yang Tuhan berikan, tapi di balik semua luka yang mewarnai detik langkah kehidupan. Pasti disana terdapat secercah kebahagiaan walaupun itu dalam balutan pe...
