Bagian tanpa judul 14

5K 231 0
                                        


"Shinta hanya terkena obat bius ringan, mungkin jam dua atau jam tiga dia akan bangun dan akan merasakan nyeri otot, menggigil, dan pusing. Jahat sekali si pelaku itu," geram ayah Yasmin.

"Nanti papa akan cari tahu siapa yang membuat Shinta seperti ini," lanjutnya.

"Bagaimana caranya pa? Sementara kita tidak punya bukti sama sekali."

"Nanti papa minta bantuan sama teman papa, sudah kamu tenang saja. Shinta baik baik saja."

"Iya pa!"

"Kamu teman Yasmin juga, nak?" Pandangan ayah Yasmin beralih pada Leta yang sedari tadi hanya diam mengamati pembicaraan mereka.

"Ohh iya Om, kenalin aku Leta, aku temen sekolah Yasmin." Kata Leta sopan.

"Dhana, papa Yasmin."

"Yasmin, papa mau ngantar mama dulu, tugas kamu jaga Shinta. Kalau bisa bujuk dia suruh mengingat sesuatu kalau dia sudah bangun."

"Iya pa."

Shinta sudah diperiksa oleh ayah Yasmin, yang dimana dia hanya terkena obat bius ringan yang hanya menimbulkan tidak sadarkan diri, dan tidak merasakan sakit sama sekali.

biasanya disuntikkan ke pembuluh darah atau dihirup lewat hidung dengan memakai masker khusus. Prosedur bius total umumnya aman. Meski begitu, tetap ada risiko berbagai efek samping bius total terjadi setelah Shinta sadar.

Merasa bingung, nyeri otot, mual, menggigil, dan pusing. Itu menurut penjelasan dari ayah Yasmin.

Ayah Yasmin spesialis dokter bedah, maka dari itu dia tahu tentang obat bius yang biasa digunakan untuk sebelum menjalani operasi yang tujuannya adalah untuk membuat pasien tidak sadarkan diri agar tidak merasakan sakit.

Sekarang hanya ada mereka bertiga dikamar Yasmin, mereka menjaga Shinta yang masih enggan untuk bangun.

"Ta."


Deg.


Tanpa seizin Leta. Yasmin tiba tiba saja dengan refleknya memeluk Leta yang sedang duduk disampingnya.

Yasmin hanya sekedar butuh pelukan dari seseorang bahwa dirinya sedang tidak baik baik saja karena ketakutan Shinta akan kenapa-kenapa. Shinta sangat berharga bagi dirinya, dia sudah seperti keluarga baginya.

Bahkan orang tua Yasmin tentu merasa senang akan kehadiran Shinta, karena Shinta anak yang rajin dan tidak neko neko, menurutnya.

Leta yang sangat kaget karena belum ada kesiapan kala yasmin berada dalam dekapan, mau tidak mau. Akhirnya Leta ikut memeluknya juga da memberikan sentuhan pertama pada punggung Yasmin.

Ini jantung pake mode getar kali ya? Kok deg degan gini, batin Leta.

Karena ini pertama kalinya bagi mereka untuk berdekatan, apalagi bersentuhan yang tak pernah dilakukan sebelumnya.

Siapa yang tahu ternyata Yasmin mempunyai rasa sejak lama pada Leta, ingin mengucap kata cinta yang sejak dulu tersimpan, tapi dia sangat malu.

"Apa sebelumnya Shinta punya masalah sama seseorang?"

"Setahuku tidak. Shinta baik pada semua orang."

"Gue takut orang itu bakalan berbuat lebih pada Shinta."

"Aku takut dia kenapa-napa Ta."

"Udah lo tenang aja, gue siap bantu. Ada papa lo juga kan?"

"Iya."

Shinta SenjaniCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang