Terik matahari yang sedikit merubah wajah cantiknya menjadi layu, keringat mengalir deras pada seluruh tubuh. Tak ubahnya dengan penampilannya sekarang, dia terus mengawasi gerak gerik para pegawainya yang sedang bekerja mencangkul tanah untuk menanam Bawang Putih, dia ikut andil dalam masalah mencangkul yang terkadang hasilnya berantakan. Tapi setidaknya telah berusaha.
Shinta Senjani. Dialah orangnya, dua tahun setelah kelulusannya dia sekarang benar benar menjadi pengusaha muda yang sangat sukses, memiliki hektaran lahan yang untuk menanam bawang putih.
Shinta telah menepati janjinya pada dunia, pada orang tua Yasmin, bahwa dirinya bisa sukses seperti saat ini.
Dengan usaha dan do'a yang menjadi kesuksesan dirinya.
Dua tahun bukan waktu yang singkat untuk memperoleh kesuksesan yang Shinta jalani, sempat menggadai rumahnya yang dijakarta, dan menutup toko kuenya. Namun itu dulu ketika Shinta membutuhkan modal yang sangat besar untuk bibit bawang putih, sekarang rumah dan tokonya telah kembali dan telah di kerjakan oleh orang lain, kepercayaan Shinta.
Tentu, jika Shinta pulang pasti tidak salah lagi tujuannya adalah rumah Yasmin. Shinta selalu menemukan teduh jika suda berada di tengah-tengah keluarga mereka, dirinya merasa benar-benar pulang.
Namun karena suatu pekerjaannya, dia jarang ke jakarta, satu bulan sekali pun jika ia sempat. Shinta masih memakai motor gede pemberian ayahnya sewaktu smp.
Pun keluarga Yasmin terkadang berkunjung ke bandung untuk menengok Shinta, melihat anak angkatnya yang telah benar benar menjadi wanita yang luar biasa. Shinta tidak pernah larut dalam keterpurukan, dia selalu berjuang sebelum akhirnya menang, itu yang orang tua Yasmin banggakan pada dirinya.
Namun, sudah enam bulan ini Shinta tidak pulang ke jakarta karena sedang panen. Niat hati hari ini yang padahal dirinya ingin pulang ke jakarta, namun apa boleh buat. Shinta masih belum bisa.
Ting.
"Halo Ibu."
......
"HAH? Iya ok Shinta pulang sekarang."
......
"Iya Ibu, segera kesana."
Klik.
Shinta buru buru menunda pekerjaannya setelah menerima telepon tadi, dia akan segera pulang ke jakarta pada jam ini juga. Masalah pekerjaan biar karyawannya yang mengerjakan.
Yang menghubungi Shinta tadi adalah Ibunda Yasmin, dia memberitahu kalau Yasmin sakit dan sekarang dirawat. Bahwa Yasmin selalu makan makanan yang menurutnya tidak karuan, makan cepat saji, makanan bumbu tajam, dan minuman yang selalu mengandung soda.
Ibunda Yasmin menyuruh Shinta untuk memanggil dengan sebutan 'Ibu, pun begitu juga 'Ayah pada orang tua Yasmin. Awalnya canggung, tapi lama lama jadi terbiasa.
Seorang ibu adalah sahabat sejati pertama bagi anak perempuannya, mereka tidak pernah membedakan antara Shinta dan Yasmin.
Ada ada aja tuh bocah! Uda tau kena tipes masih aja makan seenak dengkul. batin Shinta.
**
"Kamu sudah makan Nak?"
"Nanti saja Bu."
"Yasudah kalau gitu. Ibu pengen pulang dulu, mandi, ganti baju, beres beres rumah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Shinta Senjani
Romance"Saya ingin kamu malam ini." Mrs "Gue uda bilang, gue bakal nidurin lo." RF "DUNIA INI MASIH PENUH DENGAN LAKI LAKI HEEYYY!!!" SS
