Bagian tanpa judul 15

5K 209 0
                                        


"Berhubung ini adalah hari kedua masuk, maka semua guru akan mengadakan rapat untuk membahas kelangsungan tentang bagaimana pelajaran yang akan di jalankan untuk kelas tiga. Besok mulai ulangan, persiapkan diri kalian untuk pelajaran tambahan."

"Tapi tetap! Kalian tidak boleh keluar masuk kelas, tolong Anton catat mereka yang ribut," lanjut guru tersebut.

"Siap Miss!"

"kek anak SD aja pake catet segala," cletuk salah satu murid laki laki.

"Yasmin, bisa keruangan saya sebentar?"

"Ya Miss."

Yasmin mengikuti langkah Rinrada dari belakang, sementara di dalam kelas sudah mulai berhamburan akan keributan.

Ada yang tidur, ada yang berbincang kecil antar teman yang sedang membahas acara kelulusan. Padahal semester kedua saja baru dimulai.

Sudah pasti lah ya, ditambah lagi tidak ada pelajaran.


"Silahkan duduk."

"Makasih Miss."

"Kamu yang sebagai kerabat Shinta, apa kamu tahu tentangnya yang sudah dua hari tidak masuk? Tidak ada keterangan sekali pun."

"Maaf Miss sebelumnya. Shinta berada dirumah saya, dia sedang sakit, keadaannya tidak memungkinkan jika harus berangkat sekolah."

"Memang dia tidak punya keluarga? Kenapa dia berada dirumah kamu?"

"Apa Miss Rin akan mengizinkan saya jika saya bercerita tentang Shinta?"

"Ceritakan."

Yasmin menceritakan awal dekat dengan Shinta, menceritakan tentang keluarganya, menceritakan tentang kehidupannya yang sangat jauh dari kata bahagia.

Hingga Yasmin menceritakan bagaimana keadaan Shinta yang sedang sakit dan di rawat oleh ayahnya.

Rinrada yang baru mengetahui fakta tentang hidup Shinta yang sebenarnya, ada rasa iba di hatinya, ada perasaan yang sangat bersalah telah melukainya.

Seharusnya Rinrada tidak harus mengambil tindakan seperti itu, dia bisa berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan hati Shinta. Tapi Rinrada telah mengambil jalan yang salah.

Cairan bening yang keluar dari mata Rinrada, mungkin itu adalah bentuk dari air mata penyesalan, atau bisa jadi air mata buaya untuk berpura pura di depan Yasmin.

Rinrada yang awalnya hanya ingin mengetahui kabar Shinta kenapa dia tidak sekolah sudah dua hari ini. Tapi setelah mendengar cerita dari Yasmin tentang Shinta, dia sudah pasti telah menyesali akan perbuatannya.

Rinrada telah berjanji pada dirinya sendiri, dia akan membayar administrasi sekolah Shinta sampai lulus tanpa sepengetahuannya. Sesuai janji Rinrada pada waktu itu, jika Shinta tahu belum tentu juga dia akan menerimanya.

Maafkan atas perlakuan saya Shinta.

Sudah telat Rin, dia tidak akan memaafkanmu.

Tapi setahuku shinta tidak seperti itu.

Sekalipun kamu minta maaf, dia akan marah sama kamu.

Atau bisa jadi dia akan memperlakukanmu sama seperti apa yang kamu lakukan padanya.

Perang batin antara pikiran baik dan buruk yang mengganggu Rinrada.

"Miss, are you ok?"

"Ehhh."

Shinta SenjaniCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang