Gilaa gilaa, dia kok canti ya..
Tapi gue kok baru ngeliat dia ya selama ini, apa gue yang tidak terlalu memperhatikan dia ya sampe sampe bisa tidak tau kalau ada gadis yang secantik dia.
Gue harus nyari tau siapa dia.
Nah itu kebetulan orangnya baru keluar dari kelasnya.
Cihh, gadis kampret lagi. Kayanya deket banget sih mereka.
Monolog seseorang yang tak lain adalah gadis dari pemilik dari sekolahan ini. Rize Florina.
Gadis yang terkenal sangat sombong dan angkuh jika disekolahan, dia adalah salah satu primadona di sekolahan miliknya. Terkenal dengan sebutan player, memang dia sering gonta ganti pasangan, sering memperlakukan murid secara seenaknya dengan gengnya.
Para murid pun tidak ada yang berani melawan karena takut jadi bahan bullyan.
Rize yang sangat cantik bak artis yang sangat disanjung laki laki bahkan perempuan sekalipun, tapi karena kecantikannya. Dia sering memperlakukan laki laki seperti bawahannya.
Tidak jarang pula Rize sering mempermainkan hati para lelaki yang menjadi pacarnya, sudah kubilang. Dia itu player.
Rize yang dengan tanpa sengajanya melihat Shinta berdiri didepan pintu kelas miliknya, mungkin Shinta sedang menunggu seseorang untuk keluar bareng. Pikirnya.
Deg..
Rize langsung memalingkan wajahnya kesembarang arah kala Shinta menatapnya, kelas mereka sangat jauh. Rize yang berada dikelas F untuk golongan yang sangat susah diatur, sedangkan Shinta berada pada kela A, karena sekolahan tersebut yang sangat besar nan luas, tapi Rize bisa dengan leluasa melihat kelas Shinta yang ia tempati.
"Woyy ngapain lu?"
"Hehh sialan lu, kaget gue."
"Lagian lu ngapain sih? Gajelas gini," kata salah satu sahabat rize. Leta.
"Ta, lu kenal dia gak?"
"Yang mana?"
"Tuh yang dibawah, yang lagi nyalain motor gede."
"Ohhh itu.. Namanya Shinta Senjani, nape?"
"Lu kok kenal sih!"
"Waktu kelas satu kita sekelas, napa lu? Penasaran ya?"
"Iya penasaran gue, hampir tiga tahun ini tapi baru liat dia."
"Dia gak punya temen Ze, lebih tepatnya selalu menyendiri, setahu gue. Dia kalo jam istirahat pasti ke taman atau tempat yang jarang banyak orang lah, palingan temannya juga satu yang sering bareng dia."
Ohh jadi namanya Shinta Senjani, nama yang cantik seperti orangnya.
Pantes kali ya kalo digabungin sama nama gue. Flo dalam lamunan Senja, tapi gak usah pake 'I' Hohoho.
"Yuk balik."
**
Shinta membelah jalanan dengan kecepat sedang, karena menurutnya buat apa kebut kebutan kalau tidak perlu. Terkecuali sedang dalam keadaan mendesak Shinta biasa memacu motornya dengan kecepatan tinggi.
Cupang bisa hidup dileher, cupang bisa hidup dileher..
Ya ampun baru inget gue kalo Cupang sama aja aja cipok yaa..
Ini pasti gara gara Miss Sinting yang kemarin gigit leher gue, perih juga sialan. Malah disangka yang tidak tidak lagi sama si Karin.
Untung tadi ketutup sama Rambut, coba aja kalo enggak, bisa diinterogasi ini mah sama Yasmin.
Dibalik kemudinya. Shinta terus mengulang ulang dan memikirkan omongan Karin kemarin, pikirnya dari mana si boca mendapatkan peribahasa seperti it~
Brakkk
AAAAA
Mampus gue, gara gara mikirin omongan Karin jadi gini kan, ini gimana?????
Shinta langsung menghentikan motornya dan segera turun, dia baru saja menabrak seseorang yang sedang melewati jalan.
Disini tidak ada siapa siapa, hanya ada dirinya dan si korban, si korban jatuh pingsan dengan darah yang berceceran pada bagian lutut dan betisnya. Karena lumayan Shinta menabraknya cukup keras.
Celingak -celinguk mencari seseorang untuk meminta bantuan, tetapi tidak ada satupun yang kunjung datang.
Taksi..
Shinta segera menyetop taksi tersebut, taksi berhenti dan keluarlah Bapak bapak yang ada dibalik kemudinya, sopir taksi dan Shinta segera mengangkat korban membawa masuk kedalam mobil.
"Pak cepet kita cari Rumah Sakit yang deket aja, cepet pakk," kata Shinta yang sangat panik. Karena ini pertama kalinya dia mendapatkan musibah seperti ini.
"Baik neng."
Shinta sudah menaiki motornya kembali niat hati ingin mencari rumah sakit, dan taksi tersebut mengikutinya dari belakang.
Tidak perlu memakan banyak waktu, akhirnya Shinta sudah sampai dirumah sakit, pasien yang ditabraknya pun langsung ditangani oleh dokter karena sedari waktu kecelakaan sampai sekarang dia masih belum sadar juga.
Tidak hilang rasa gemetarnya pada diri Shinta, dia terus berdo'a untuk memohon diberi kekuatan dan keselamatan pada korban yang ia tabrak tadi.
Dengan penuh rasa tanggung jawab. Shinta menyuruh sopir taksi untuk menunggu sampai korban sadar, dan sekalian untuk mengantarnya pulang.
**
Taksi berhenti dipelataran rumah megah seperti istana. Shinta ikut turun juga dari motornya, karena Shinta mengikutinya dari belakang, dia berniat untuk menemui orang tua si korban untuk meminta maaf yang sebesar besarnya kepada beliau karena sudah mencelakai anaknya tanpa sengaja.
Shinta segera membantu korban tersebut memapah untuk berjalan. Shinta melingkarkan tangan kanannya pada pinggang korban, dan tangan kiri korban mengalungkan pada bagian leher Shinta, dia berniat untuk membantu si korban berjalan. Karena jalannya pincang.
Kalian tahu siapa yang barusan ditabrak Shinta, yaa. Dia adalah anak dari pemilik sekola yang kebetulan tempat dimana Shinta sekolah dan dia.
Pintu rumah terbuka dan terlihatlah wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik.
"Kamu keman aja Dee- heh kamu kenapa nak?" Kaget wanita tersebut dan langsung menghampiri Rize dan Shinta.
"Siang tante."
"Kita ngobrol aja didalem yah, gak enak kalo diliat tetangga."
KAMU SEDANG MEMBACA
Shinta Senjani
Romansa"Saya ingin kamu malam ini." Mrs "Gue uda bilang, gue bakal nidurin lo." RF "DUNIA INI MASIH PENUH DENGAN LAKI LAKI HEEYYY!!!" SS
