Bagian tanpa judul 25

3.8K 180 15
                                        


"Awas aja kalo mama masih lihat kamu makan makanan yang tidak sehat! Mama potong uang jajan kamu," ancam Ibunda pada Yasmin.

"Dengerin tuh kalo Ibu ngomong!" Shinta ikut mengomporinya.

"Bukannya belain," cemberut Yasmin pada Shinta.

"Yaudah ayo pulang."

"Lu depan bareng gua Ta, jangan cari kesempatan," bisik Shinta.

Setelah dua hari di rumah sakit, akhirnya Yasmin di izinkan untuk pulang. Tentu mereka menutupi kabar Yasmin yang sakit pada Ayahnya, jika tahu, pasti Ayah Yasmin sangat marah.

Karena kebetulan Ayah Yasmin sedang bertugas di luar Indonesia.

Sepanjang perjalanan Yasmin terus di ceramahi oleh Ibunya, bukan apa, karena Yasmin terlalu bandel jika soal makan. Ibunya hanya takut jika sang anak salah dalam asupan yang akan menghambat kesehatan.

Shinta dan leta duduk di depan, dan Yamin duduk di kursi penumpang dengan Ibunya. Leta rela tidak kuliah demi bisa mengantar pulang sang kekasihnya, dan selalu setia mendapinginya.

"Kamu kapan pulang ke Bandung Shinta?"

"Kayanya tidak hari-hari ini Bu, mungkin kalo Yasmin uda sembuh total aku bakalan liat keadaan di sana."

"Terus siapa yang mengurus disana?"

"Ada Wa Adi, Bu."

"Ohh.. ehh, kapan-kapan ajak Ibu ke rumah kamu yang ada di Jakarta ya. Ibu pengen liat toko kue kamu juga."

"Iya bu."



Selang beberapa menit dan tidak perlu memakan banyak waktu, akhirnya mereka telah sampai di kediaman Astrid, ibunda Yasmin.

Dengan jurus manjanya. Yasmin bakalan ngambek kalau sampai kamar tidak di gendong oleh Shinta, mau tidak mau Shinta menurutinya meskipun berat.

Setelah sampai pada kamarnya. Shinta segera membaringkan Yasmin pada tempat tidur, orang tua Yasmin tersenyum kecil melihat anaknya yang sangat manja pada Shinta, memang bukan sesuatu yang baru jika Yasmin selalu manja.

Untuk Leta, dia tidak pernah berpikir untuk cemburu pada Shinta. Ya meskipun ada secuil rasa tidak suka, tapi Leta sadar bahwa mereka adalah kakak adik yang meskipun berbeda keluarga.

Dan Leta pun tahu kalau cinta Yasmin hanya untuknya.

Sesampainya di rumah, Yasmin diharuskan tidur untuk masa pemulihannya yang sedang di temani oleh Leta, Sedangkan Shinta duduk berdua di kursi ruang tamu. Entah Shinta tidak seperti biasanya dia bisa setidak nyaman seperti ini ketika sedang duduk berdua dengan ibu Yasmin.


"Bu.."

"Ya?"

"Ada hal yang ingin Shinta bicarakan pada Ibu."

"Apa itu nak? Katakan."

"Shinta ingin minta Restu sama Ibu, bahwa Shinta telah menyukai seseorang. Dan izinkan Shinta untuk melaksanakan acara pertunangan terlebih dahulu. Ibu bisa kan kalau jadi wali Shinta?"

"Justru itu kabar bahagia buat Ibu sama Ayah juga, terus kapan rencananya calon tunangan kamu datang? Acaranya di sini apa rumah kamu?"

"Shinta ingin Ibu sama Ayah yang datang ke sana, itu pun kalau Ibu sama Ayah tidak keberatan."

"Nggak bisa gitu sayang! Kamu itu perempuan. Sebagaimanapun itu, ya tetap keluarga laki-laki yang harus datang kesini kalau pun dia berniat untuk mengikat," ucap Ibu Yasmin sambil mengelus rambut Shinta dengan sayang. "Memang siapa laki-laki yang beruntung itu yang telah mendapatkan hati anak Ibu?" Lanjutnya.

Shinta SenjaniCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang