Bagian tanpa judul 18

4.4K 191 3
                                        


Bulan ke empat semester dua, untuk anak anak yang sudah kelas tiga pasti pernah merasakan bagaimana sedang sibuk sibuknya. Pelajaran tambahan, try out, ulangan, ujian praktek, dan pelajaran pelajaran tambahan lainnya.

Kenapa author tidak pernah menceritakan kejadian kejadian ketika di sekolah? Itu karena menurutku tidak perlu, dan tidak terlalu dominan pada lingkungan sekolah, takut ada anak anak yang masih sekolah membaca dan mengikuti trend masa kini seperti mereka, misalnya.

Jangan salahkan author jika anak anak mengikuti tingkah Rize, maka dari itu kenapa author tidak pernah menceritakan kejanggalan kejanggalan yang Rize lakukan. Hanya sekedar imaji yang untuk basa basi.

Sorry.

Bulan ke empat yang pastinya ada suasana yang sedikit berbeda, atau hubungan yang berbeda.

Seperti Rize pada Shinta, akhir akhir ini mereka sangat dekat. Bahkan Rize selalu berkunjung ke rumah Shinta atau ke tokonya, hanya untuk sekedar menemaninya. Tentunya Shinta pun merasa sangat senang.

Bahkan kedekatan mereka tidak ada yang mengetahuinya, baik Yasmin maupun Leta. Mereka tidak ada yang tahu karena mereka menyenyembunyikannya dengan diam diam.

Cinta Leta pada Yasmin semakin hari semakin mengembang, awalnya Leta yang hanya sekedar coba coba. Tapi siapa yang menyangka seorang Yasmin bisa menaklukan hati Leta yang sekeras baja.

Rinrada, dia selalu kesal dan sering uring uringan sendiri jika melihat Rize selalu nempel pada Shinta. Rin selalu mengadu pada papanya jika Shinta yang membuat dirinya tidak semangat, meski papanya Rin tidak tahu siapa Shinta, tapi bisa di pastikan oleh papanya bahwa Shinta adalah orang yang sangat berarti bagi putri semata wayangnya.

Rin memang sangat manja pada papanya, berbeda jika di sekolah. Dia akan bersikap dewasa yang selayaknya guru yang lainnya.

Memang Rize sudah mulai ikut berbaur dengan Shinta, Yasmin, dan Leta jika di sekolah. Tapi tidak tahu jika sudah di luar jam sekolah Rize sering jalan dengan Shinta.

Rize yang dulunya kasar pada Yasmin, yang dulunya kasar pada orang lain. Dia sudah membuang perilaku buruknya sejak kenal dekat dengan Shinta.

Tentunya Leta sangat bersyukur karena sahabatnya sudah ada perubahan.

Seperti saat ini yang dimana hari minggu yang selalu di tunggu tunggu para remaja atau ibu ibu.

"Makan jangan?"

"Makan dulu aja, uda laper!"

"Dimana?"

"Yang murah dan strategis."

"Boleh, yuk."

Mereka sudah mendapatkan warung makan yang lumayan agak sepi dan segera memesan makanan.

Rize menikmati bubur ayam dengan lahapnya tanpa memperdulikan orang yang di samping yang sedang menatapnya.

"Kenapa?"

"Seneng aja liat kamu, gak boleh?"

"Ga bisa di pungkiri kok kalau aku cantik," ucap Rize membanggakan diri.

"Secantik cantiknya kamu, lebih ganteng bang Ikmal."

"Dia kan cowok."

Pandangan Shinta tidak sengaja menatap di seberang jalan dan menajamkan penglihatannya untuk melihat detail lagi pada dua orang laki laki yang sepertinya sedang mengawasi gerak gerik Shinta.

Tidak salah lagi itu pasti mereka, batin Shinta.

"Aku beli minuman buat kamu dulu," alasan Shinta pada Rize yang masih asik makan.

Shinta SenjaniCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang