Bagian tanpa judul 22

3.9K 177 8
                                        


"Papa pengen ketemu sama kamu."

"Uhukkk uhukkk," akibat ucapan Rin yang mengagetkan sehingga membuat Shinta tersedak.

"Papa kamu? Tahu sama aku juga enggak!"

"Maka dari itu dia pengen ketemu sama kamu, keberatan?"

"Oiya, waktu itu juga aku di ikutin sama anak buah papamu."

"Itu papa yang merintah, aku bisa apa kalau dia uda berkata."

"Emang ada apaan sih?"

"Aku juga tidak tahu, papa cuma pesen kalau dia pengen ketemu kamu, itu aja."

"Kita lihat nanti malam saja."

"Ok.. Udah slesai? Sini biar sekalian aku cuciin."

"Gausah, taroh aja disitu nanti biar aku."

"Ok, emang entar malem kamu gak ada buka toko?"

"Setelah ini, pengen mandi dulu."

"Yaudah aku tungguin pengen ikut kamu jaga toko, boleh kan?"

"Gak di bolehin juga tetep maksa kan?"

"Hehe."

Shinta sudah mulai paham dengan sifat Rin yang terkadang manja terhadap dirinya, dewasa dan tegas jika di sekolah.

Shinta sudah menuju kamar mandi, dan Rin masih dengan setianya menunggu Shinta sambil menonton acara televisi.

Rin tidak benar benar menonton televisi tersebut, pikirannya menerawang bagaimana jika Shinta bertemu dengan ayahnya. Apa yang akan ayahnya perbuat pada Shinta, sambutan baik kah, atau sebaliknya.

Rin masih membayangkan yang sudah terjadi di beberapa menit yang lalu, yang dimana dia di cuim oleh Shinta. Dia merasa kesenangan bukan main seperti mendapatkan undian besar.

Meski Rin sering bermain peremuan di luaran sana, dan dia baru kali ini menemukan sosok seseorang yang seperti Shinta yang membuat dirinya jatuh cinta entah karena apa.

Rin memang sering bermain wanita, dan itu hanya anak buahnya saja yang tahu tentang Rin jika mereka mengawal Rin keluar pada jam malam.

Rin sering melakukan atas dasar suka sama suka dan tidak ada kaitan dengan perasaan ataupun cinta, bahkan dia pun sering membawa wanita di apartmen milik ayahnya agar dia tidak ketahuan. Entah itu karena apa sehingga Rin seperti itu yang padahal almarhum ibunya tidak mempunyai kelainan sekalipun.

Shinta selesai mandi dan dia telah mengganti seragam yang biasa ia kenakan, dia memakai baji seadanya yang sering di gunakan untuk sehari hari dan seperti biasa, menggunakan celana robek pada bagian lututnya.

Rin mematikan Tv dan ikut keluar, dia izin pada Shinta bahwasanya dirinya akan pulang terlebih dahulu untuk mandi dan ganti pakaian.

Rin masuk ke dalam mobilnya untuk pulang, dan Shinta menaiki motornya untuk menuju toko.

Tidak perlu memakan banyak waktu untuk menuju tokonya, dan Rin melaju pada tujuannya.

Setelah sampai dan mematikan mesin motor, ternyata di kursi depan toko sudah ada beberapa pelanggan yang sudah menunggu Shinta. Karena memang jika Shinta sekolah buka jam sore, berbeda jika libur maka akan pagi pagi.

Mungkin itu pelanggan setianya yang sudah tahu kapan Shinta akan buka pada jam jam tertentu.


**


"Kamu kerja dimana Shinta?"

"Baru mau lulus sekolah om."

Shinta SenjaniCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang